Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Sekularisasi Terhadap Spiritualitas Generasi Z dan Relevansinya Bagi Pengembangan Pelayanan Intergenerasi dalam Gereja Subagio, Subagio; Tan, Susy; Gunawan, Yoko
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i12.62654

Abstract

Penelitian ini meninjau secara kritis dinamika kesenjangan generasi dalam gereja dengan mengintegrasikan tiga pendekatan utama: sekularisasi antargenerasi (Stolz et al.), spiritualitas Generasi Z (Barna Group), dan pelayanan intergenerasi (Hale). Artikel ini menggunakan metode critical comparative literature review untuk menganalisis dan membandingkan ketiga pendekatan tersebut. Kajian ini memperlihatkan bahwa sekularisasi dalam konteks Indonesia tidak berwujud sebagai penghilangan agama dari ruang publik, tetapi sebagai privatisasi praktik keberagamaan generasi muda, sebagaimana dijelaskan José Casanova melalui konsep public religions dan deprivatization of religion. Lebih lanjut, spiritualitas Generasi Z terbentuk dalam ruang dialogis, digital, dan relasional, sehingga mereka tetap religius tetapi tidak lagi menemukan relevansi dalam pola keberagamaan institusional yang hierarkis dan tidak autentik. Sementara itu, struktur kategorial gereja Indonesia, sebagaimana dikritisi Hale, memperkuat fragmentasi antargenerasi dan menghambat pewarisan iman secara organik. Berdasarkan analisis tersebut, sintesis teologis-pastoral menunjukkan bahwa pelayanan intergenerasi merupakan model pembaruan eklesiologis yang dapat menjawab dinamika sekularisasi, kebutuhan eksistensial Generasi Z, dan panggilan gereja sebagai persekutuan umat percaya. Oleh karena itu, artikel ini mengusulkan tiga poros pembaruan pelayanan: deprivatisasi iman melalui relasi lintas usia, pembinaan dialogis yang menanggapi keraguan dan pencarian makna, serta pembentukan komunitas gerejawi yang menyatukan seluruh generasi dalam ibadah, kesaksian, dan pelayanan bersama.
Eksposisi Splagchnizomai Dalam Matius 14:13–21 Sebagai Fondasi Kepemimpinan Gereja Kontemporer Tan, Susy; Natalis, Agustina; Afredenny, I Gde Iwan
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.8948

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep splagchnizomai dalam Matius 14:13–21 sebagai fondasi teologis bagi pembaruan model kepemimpinan gereja kontemporer. Melalui pendekatan teologi praktis dan analisis naratif terhadap struktur perikop, penelitian ini menunjukkan bahwa splagchnizomai bukan sekadar ungkapan emosional, tetapi dinamika belas kasih ilahi yang berakar pada relasi Yesus dengan Bapa dan selalu bergerak menuju tindakan pemulihan. Narasi pemberian makan lima ribu orang memperlihatkan tiga gerakan utama dalam spiritualitas kepemimpinan Yesus: melihat kebutuhan, tergerak oleh belas kasih, dan bertindak secara memulihkan. Tindakan-tindakan tersebut menghasilkan pola kepemimpinan yang menata komunitas, memeriksa sumber daya secara realistis, menghidupkan ketergantungan kepada Allah melalui syukur, serta melibatkan murid sebagai partisipan dalam karya pemeliharaan Allah. Hasil penelitian menegaskan bahwa splagchnizomai memiliki daya rekonstruktif terhadap relasi antara kasih, koinonia, restorasi, dan kepemimpinan partisipatif. Dengan demikian, konsep ini memberikan landasan teologis bagi gereja untuk mengembangkan gaya kepemimpinan yang empatik, strategis, dan transformatif, serta relevan bagi dinamika pelayanan gereja di masa kini.
Pemulihan Relasi Sosial Dalam Narasi “Anak Yang Hilang” (Lukas 15:11–32) Sebagai Paradigma Keadilan Restoratif Bagi Diversi Anak Di Indonesia Tan, Susy
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i2.5120

Abstract

Narasi “Anak yang Hilang” dalam Lukas 15:11–32 menampilkan paradigma pemulihan relasi sosial yang berakar pada kasih dan penerimaan tanpa syarat. Pemulihan yang terjadi bukan hanya bersifat spiritual, tetapi juga sosial, karena memulihkan martabat dan kedudukan anak dalam komunitas keluarga. Nilai-nilai yang terkandung dalam narasi tersebut memiliki kesesuaian substansial dengan prinsip Restorative Justice dalam sistem peradilan pidana anak di Indonesia, yang menekankan penyelesaian perkara melalui pendekatan pemulihan relasi antara pelaku, korban, dan masyarakat. Melalui analisis teologis dan yuridis, tulisan ini mengkaji bagaimana konsep pemulihan dalam Injil Lukas dapat menjadi paradigma etis bagi pelaksanaan diversi perkara anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020, dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021. Kajian ini menunjukkan bahwa penerapan keadilan restoratif yang berorientasi pada pemulihan relasi sosial sejalan dengan nilai belas kasihan (splagchnizomai) dan rekonsiliasi yang diajarkan dalam Injil Lukas. Dengan demikian, perspektif teologis ini dapat memperkaya implementasi keadilan restoratif di Indonesia agar tidak berhenti pada penyelesaian perkara, tetapi sungguh-sungguh menghadirkan pemulihan sosial yang utuh bagi anak dan komunitasnya.