Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KONSEPTUAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Shabrina, Anisa Ruhi; Damanik, Julia; Zega, Ribka Sang Putri; Maghfirah, Yumna; Yunita, Sri; Perangin-angin, Reh Bungana Br
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual peran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguatan karakter sejak usia dini sebagai fondasi dalam membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara kognitif tetapi juga memiliki integritas moral dan sosial. Pendidikan Kewarganegaraan dipandang sebagai mata pelajaran yang strategis karena memuat nilai-nilai kebangsaan, norma dan etika yang relevan dengan pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis analisis konseptual, di mana data diperoleh melalui studi kepustakaan dari berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menghasilkan sintesis konsep yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter siswa melalui integrasi nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, toleransi dan cinta tanah air dalam proses pembelajaran. Selain itu, efektivitas pembentukan karakter sangat dipengaruhi oleh pendekatan pembelajaran yang digunakan, di mana pembelajaran yang kontekstual, partisipatif dan berbasis pengalaman lebih mampu menginternalisasikan nilai dibandingkan dengan pendekatan yang bersifat kognitif semata. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi sarana yang efektif dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar apabila dilaksanakan secara sistematis, konsisten dan didukung oleh peran aktif pendidik serta lingkungan pendidikan yang kondusif.
Hubungan Filsafat Ilmu Terhadap Pendidikan Dasar Di Indonesia Maghfirah, Yumna; Angelita Sianturi, Christin; Saragi, Daulat
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i1.869

Abstract

This research aims to examine the role of the philosophy of science in primary education in Indonesia, specifically the integration of epistemological, ontological, and axiological aspects into the curriculum, teaching methods, and character formation of students. The research employs a qualitative approach with a library research method thru the analysis of relevant and credible literature, including academic books, journal articles, proceedings, and educational policy documents. The research results show that epistemology strengthens students' critical thinking skills and learning independence, ontology ensures the relevance of education to social, cultural, and digital realities, and axiology emphasizes the formation of character, morality, and national identity. The implementation of the philosophy of science in curriculum policies, such as Merdeka Belajar and MBKM, demonstrates the connection between philosophical foundations and educational practices, although challenges still arise from teachers' understanding, digital literacy gaps, and globalization pressures. This research concludes that the integration of the three aspects of the philosophy of science serves as a strategic foundation for adaptive, humanistic, and relevant education in line with the times. Recommendations are given for policymakers and education practitioners to place greater emphasis on the consistent application of the philosophy of science, as well as for further research to examine its implementation in specific contexts such as digital literacy and inclusive education.