Kemampuan literasi merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar sebagai fondasi bagi keberhasilan akademik dan perkembangan kompetensi abad 21. Namun, hasil observasi awal di UPT SDN 064954 Medan Amplas menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa masih tergolong rendah, ditandai dengan lemahnya pemahaman bacaan, minimnya minat membaca, serta kurangnya keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi siswa melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi siswa, guru kelas, dan orang tua, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan literasi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain lemahnya motivasi membaca siswa, kurangnya pendampingan literasi di rumah, keterbatasan media dan fasilitas literasi di sekolah, serta metode pembelajaran yang belum sepenuhnya mengintegrasikan kegiatan literasi secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan perlunya kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua dalam membangun ekosistem literasi yang kondusif serta menyediakan program pembiasaan membaca yang terstruktur untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa di UPT SDN 064954 Medan Amplas.