Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pentingnya Literasi Digital untuk Menghindari Misinformasi Mahasiswa Generasi Z Kusumawati, Nina Angraeni; Tumanggor, Raja Oloan; Isnaeny, Anggela; Mareta, Keysha Ananda; Harto, Ivania Rachel; Putri, Raisya Anaya; Saputri, Danisa Ara
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i5.904

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi Z mengakses dan mengonsumsi informasi. Fenomena penyebaran misinformasi khususnya hoaks, menjadi tantangan signifikan yang berpotensi memengaruhi sikap dan perilaku sosial mahasiswa. Literasi digital dianggap sebagai kompetensi penting dalam menghadapi tantangan ini. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review untuk menganalisis peran literasi digital dalam mencegah penyebaran misinformasi di kalangan mahasiswa generasi Z. Kajian menunjukkan bahwa literasi digital tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dalam mengevaluasi informasi. Implementasi strategi pendidikan literasi digital yang tepat dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap risiko misinformasi. Temuan ini menjadi landasan bagi pengembangan pendidikan literasi digital yang relevan untuk generasi Z
MODERASI KEBIJAKSANAAN DALAM HUBUNGAN IDENTITAS DIGITAL DAN PERBANDINGAN SOSIAL PADA GENERASI Z PENGGUNA LINKEDIN Sahrani, Riana; Setiawan, Cherry Delfina; Chandra, Callista; Harto, Ivania Rachel; Putri, Raisya Anaya
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8256

Abstract

ABSTRACT Digital identity is a self-representation built through online activities and has become a crucial aspect for Generation Z, who grew up amidst technological advancements. One widely used platform is LinkedIn, which functions not only to expand professional networks but also as a means of building self-image. However, exposure to other people's profiles on LinkedIn, which tend to be perceived as better and more attractive than one's own self-image, can trigger social comparison, potentially reducing an individual's psychological well-being. This study aims to examine the relationship between digital identity and social comparison among Generation Z LinkedIn users, as well as the moderating role of wisdom in this relationship. This study used a quantitative method, with 404 Generation Z LinkedIn employee participants aged 18–25 years old. The instruments used included the Digital Identity Scale to measure digital identity, the IOWA Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) to measure social comparison, and the Brief Self-Assessed Wisdom Scale (BSAWS) to measure wisdom. Data analysis was conducted using correlation tests and multiple linear regression. The results showed that digital identity had a positive and significant effect on social comparison (? = 0.711, p < 0.001). Meanwhile, wisdom did not significantly moderate the relationship (p = 0.608). Additional findings showed significant differences in wisdom based on age and employment status, but not by gender. ABSTRAK Digital identity (identitas digital) merupakan representasi diri yang dibangun melalui aktivitas daring dan menjadi aspek penting bagi Generasi Z yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi. Salah satu platform yang banyak digunakan adalah LinkedIn, yang difungsikan bukan hanya untuk memperluas jaringan kerja profesional tetapi juga sebagai sarana pembentukan citra diri. Namun, paparan terhadap profil orang lain di media sosial LinkedIn, yang cenderung dianggap lebih baik dan menarik dibandingkan dengan citra diri sendiri, dapat memicu social comparison (perbandingan sosial) yang berpotensi menurunkan kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara identitas digital dan perbandingan sosial pada Generasi Z pengguna LinkedIn, serta menguji peran moderasi wisdom (kebijaksanaan) dalam hubungan tersebut. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dengan responden 404 partisipan karyawan Generasi Z pengguna LinkedIn, berusia 18–25 tahun. Instrumen yang digunakan meliputi Digital Identity Scale untuk mengukur identitas digital, IOWA Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) untuk mengukur perbandingan sosial, serta Brief Self-Assessed Wisdom Scale (BSAWS) untuk mengukur kebijaksanaan. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap perbandingan sosial (? = 0.711, p < 0.001). Sementara itu, kebijaksanaan tidak memoderasi hubungan tersebut secara signifikan (p = 0.608). Temuan tambahan menunjukkan perbedaan kebijaksanaan yang signifikan berdasarkan usia dan status pekerjaan, namun tidak berdasarkan jenis kelamin.