Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi program pembinaan kemandirian budidaya ikan dalam meningkatkan keterampilan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Serang. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya pembinaan narapidana sebagai bagian dari proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial, khususnya melalui pembekalan keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat struktural, petugas pembinaan, dan narapidana yang terlibat dalam program budidaya ikan. Analisis data dilakukan melalui model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembinaan budidaya ikan mencakup perumusan visi-misi, penetapan tujuan berkelanjutan, hingga penyusunan teknik khusus yang relevan dengan kondisi lapas. Program ini terbukti meningkatkan kecakapan teknis, kedisiplinan, serta kepercayaan diri narapidana, meskipun masih menghadapi kendala pada keterbatasan tenaga ahli, minimnya anggaran, serta hambatan pemasaran hasil panen. Dengan demikian, pembinaan budidaya ikan berperan penting tidak hanya dalam membentuk keterampilan kerja, tetapi juga dalam pengembangan kepribadian narapidana. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kerja sama dengan instansi eksternal, penyediaan fasilitas memadai, serta strategi pemasaran yang lebih luas guna menjamin keberlanjutan program.