Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan produk perut punai di Toko Ende dari perspektif ekonomi dan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis kelayakan mencakup aspek pasar, teknis, manajerial, dan keuangan, menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Break Even Point (BEP) sebagai indikator keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis ini layak untuk dikembangkan. Dari aspek pasar, produk menunjukkan permintaan yang tinggi dan stabil, berkontribusi sekitar 75% terhadap total penjualan, dengan umur simpan hingga enam bulan. Dari aspek teknis, proses produksi sederhana dan didukung oleh bahan baku yang mudah didapat. Analisis keuangan menunjukkan kinerja yang kuat, dengan NPV positif sebesar Rp47.800.000, IRR melebihi 300%, dan BEP sebesar 67 kg per bulan, yang jauh lebih rendah dari kapasitas produksi aktual. Dari perspektif ekonomi Islam, bisnis ini mematuhi prinsip-prinsip inti seperti produksi halal, kejujuran, dan keadilan. Namun, penggunaan pembiayaan berbasis bunga masih menjadi keterbatasan yang perlu diperbaiki. Kesimpulannya, bisnis perut punai di Toko Ende layak secara finansial, efisien secara operasional, dan memiliki potensi pasar yang kuat, dengan peluang untuk pengembangan lebih lanjut melalui penerapan pembiayaan yang sesuai dengan syariah. Kata Kunci: Studi Kelayakan Bisnis; Produk Pangan; Ekonomi Islam Abstract This research focuses on assessing the viability of the perut punai product at Toko Ende from economic and Islamic viewpoints. A mixed methods strategy is utilized, featuring a case study structure. Information was gathered through comprehensive interviews, direct observations, and document analysis. The viability assessment includes market, technical, managerial, and financial components, utilizing Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Break Even Point (BEP) as financial measures. Findings reveal that the business has the potential for growth. Regarding the market, the product experiences a strong and consistent demand, accounting for around 75% of total sales, and has a shelf life of up to six months. From the technical aspect, the production process is simple and supported by readily available raw materials. Financial analysis shows strong performance, with a positive NPV of Rp47,800,000, an IRR exceeding 300%, and a BEP of 67 kg per month, which is significantly lower than the actual production capacity. From the Islamic economic perspective, the business complies with core principles such as halal production, honesty, and fairness. However, the use of interest-based financing remains a limitation that needs improvement. In conclusion, the perut punai business at Toko Ende is financially viable, operationally efficient, and has strong market potential, with opportunities for further development through the adoption of Sharia-compliant financing. Keywords: Business Viability; Food Product; Islamic Economic