Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Utang dalam Perspektif Ekonomi Islam dan Konvensional: Kajian Literatur Dela Sekar Diani; Handini Pionita Sari; Herlina Yustati; Yetti Afrida Indra
Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak (JBEP)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbep.v2i4.1714

Abstract

Penelitian ini menjelaskan perbedaan pemahaman tentang utang dari sudut pandang ekonomi Islam dan ekonomi konvensional, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapannya di masyarakat dan institusi keuangan. Dalam ekonomi konvensional, utang dianggap sebagai perjanjian keuangan yang melibatkan bunga, digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan investasi. Sementara, dalam ekonomi Islam, utang dipahami sebagai alat sosial yang berlandaskan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan larangan riba, sehingga perjanjian utang harus bebas dari bunga serta ketidakadilan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian literatur untuk meninjau konsep, prinsip, serta berbagai hambatan yang dijumpai dalam penerapan kedua sistem. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis konten. Tujuan penelitian adalah untuk memahami secara mendalam konsep utang menurut perspektif Islam dan konvensional, mengidentifikasi tantangan dalam pengelolaan utang di kedua sistem ekonomi, dan menyajikan perbandingan aspek moral, akad, risiko, serta tujuan penggunaan utang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ekonomi Islam, utang menekankan pada prinsip keadilan dan etika syariah yang melarang riba, berfokus pada kerja sama, serta mengutamakan perjanjian yang jelas dan tertulis dengan disertai saksi. Sementara itu, utang dalam ekonomi konvensional lebih mengedepankan aspek keuntungan dengan penggunaan bunga sebagai sumber utama profit. Dalam praktiknya, manajemen utang syariah menghadapi tantangan seperti rendahnya pemahaman masyarakat tentang keuangan syariah, terbatasnya akses ke instrumen syariah, dan kurangnya regulasi yang tegas. Di lain pihak, pengelolaan utang konvensional berhadapan dengan risiko suku bunga, ketidakstabilan fiskal, serta masalah transparansi dan akuntabilitas. Penelitian ini memberikan sumbangan akademis untuk pengembangan sistem keuangan yang lebih adil dan berkelanjutan di masa mendatang.
ANALISIS KELAYAKAN PRODUK PERUT PUNAI PADA TOKO ENDE DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Dela Sekar Diani; Della Widya Rossa; Amelia Fresthi; Dimas Saputra; Gio Fitra Jaya
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 3 (2026): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i3.67818

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan produk perut punai di Toko Ende dari perspektif ekonomi dan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis kelayakan mencakup aspek pasar, teknis, manajerial, dan keuangan, menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Break Even Point (BEP) sebagai indikator keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis ini layak untuk dikembangkan. Dari aspek pasar, produk menunjukkan permintaan yang tinggi dan stabil, berkontribusi sekitar 75% terhadap total penjualan, dengan umur simpan hingga enam bulan. Dari aspek teknis, proses produksi sederhana dan didukung oleh bahan baku yang mudah didapat. Analisis keuangan menunjukkan kinerja yang kuat, dengan NPV positif sebesar Rp47.800.000, IRR melebihi 300%, dan BEP sebesar 67 kg per bulan, yang jauh lebih rendah dari kapasitas produksi aktual. Dari perspektif ekonomi Islam, bisnis ini mematuhi prinsip-prinsip inti seperti produksi halal, kejujuran, dan keadilan. Namun, penggunaan pembiayaan berbasis bunga masih menjadi keterbatasan yang perlu diperbaiki. Kesimpulannya, bisnis perut punai di Toko Ende layak secara finansial, efisien secara operasional, dan memiliki potensi pasar yang kuat, dengan peluang untuk pengembangan lebih lanjut melalui penerapan pembiayaan yang sesuai dengan syariah. Kata Kunci: Studi Kelayakan Bisnis; Produk Pangan; Ekonomi Islam   Abstract This research focuses on assessing the viability of the perut punai product at Toko Ende from economic and Islamic viewpoints. A mixed methods strategy is utilized, featuring a case study structure. Information was gathered through comprehensive interviews, direct observations, and document analysis. The viability assessment includes market, technical, managerial, and financial components, utilizing Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Break Even Point (BEP) as financial measures. Findings reveal that the business has the potential for growth. Regarding the market, the product experiences a strong and consistent demand, accounting for around 75% of total sales, and has a shelf life of up to six months. From the technical aspect, the production process is simple and supported by readily available raw materials. Financial analysis shows strong performance, with a positive NPV of Rp47,800,000, an IRR exceeding 300%, and a BEP of 67 kg per month, which is significantly lower than the actual production capacity. From the Islamic economic perspective, the business complies with core principles such as halal production, honesty, and fairness. However, the use of interest-based financing remains a limitation that needs improvement. In conclusion, the perut punai business at Toko Ende is financially viable, operationally efficient, and has strong market potential, with opportunities for further development through the adoption of Sharia-compliant financing. Keywords: Business Viability; Food Product; Islamic Economic