Sektor perikanan dan kelautan memegang peranan vital dalam perekonomian Indonesia dan menjadi komoditas unggulan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan devisa negara. Udang vaname (litopenaeus vannamei), yang mulai dibudidayakan di Indonesia sekitar tahun 2001, menjadi komoditas ekspor penting dengan total eksport udang dengan nilai USD 1,68 miliar. Keberhasilan budidaya vaname dipengaruhi kualitas air tambak, terutama suhu dan pH. Fluktuasi salinitas dapat menyebabkan kematian massal yang berakibat menjadi kerugian ekonomis. Penelitian ini mengusulkan sebuah solusi berbasis Internet of Things (IoT) untuk memonitor dan mengontrol pH dan suhu air tambak. Sistem secara otomatis akan mengaktifkan kincir air jika suhu tidak ideal dan mengatur penambahan atau pengurangan air jika pH terlalu rendah atau tinggi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor pH Meter dan DS18B20 bekerja dengan baik, memungkinkan kontrol otomatis dan pemantauan data real-time, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko budidaya udang vaname