Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Simulasi PhET dan Model Problem Based Learning Terhadap Peningkatan Pamahaman Konsep Siswa pada Materi Gerak Parabola Wendra, Fartin; Corry Mandriesa
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/532cf775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serta membandingkan efektivitas penggunaan simulasi phet dan model problem based learning (pbl) terhadap peningkatan pemahaman konsep peserta didik pada materi gerak parabola. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen nonequivalent control group design, melibatkan siswa kelas XE3 dan XE6 sma adhyaksa 1 jambi sebagai sampel melalui purposive sampling. Kedua kelompok diberikan pretest untuk menilai kemampuan awal, kemudian kelompok XE6 memperoleh pembelajaran menggunakan simulasi phet, sedangkan kelompok XE3 mengikuti pembelajaran berbasis problem based learning (pbl) dan diakhiri dengan posttest untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa. Peningkatan signifikan pada kelas problem based learning (pbl) terlihat pada indikator analisis (c4) dengan nilai n-gain 0,747 (kategori tinggi) dan penerapan (c3) 0,564, sedangkan kelas phet simulasi menunjukkan peningkatan lebih tinggi pada indikator mengingat (c1) 0,334 dan menerapkan (c3) 0,312, tetapi kemampuan analitis hanya mencapai 0,294. Hasil ini menegaskan bahwa model problem based learning (pbl) lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan pemahaman konsep yang mendalam, sementara phet simulasi lebih mendukung pemahaman konsep dasar melalui visualisasi interaktif.
Efektivitas Penggunaan PhET Simulation Dan Video Percobaan Terhadap Peningkatan Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Rindy Puspita Anggrini; Corry Mandriesa
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bd16aq20

Abstract

Materi listrik statis merupakan konsep yang bersifat abstrak sehingga siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami interaksi muatan, medan, serta gaya elektrostatik yang tidak dapat diamati secara langsung. Kondisi ini menyebabkan aktivitas ilmiah seperti mengamati, memprediksi, menafsirkan, dan menarik kesimpulan kurang berkembang, sehingga diperlukan media pembelajaran yang mampu mendukung penguatan Keterampilan Proses Sains (KPS). Perbedaan ciri antara Simulasi PhET, yang memberikan pengalaman interaktif eksploratif, dan video percobaan, yang menghadirkan fenomena empiris secara nyata, menjadi alasan pemilihan topik penelitian ini. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group pada dua kelas XII SMA, masing-masing diberi perlakuan berbeda. Instrumen berupa 30 soal pilihan ganda berindikator KPS diberikan pada pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan daya serap serta N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan daya serap sangat baik pada seluruh indikator, namun peningkatan berdasarkan N-Gain berada pada kategori sedang. Simulasi PhET memperoleh rata-rata 0,525, sedangkan video percobaan 0,453. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua metode sedikit meningkatkan KPS, namun Simulasi PhET memberikan peningkatan yang sedikit lebih optimal untuk mendukung keterampilan proses sains siswa. Hasil ini juga menunjukkan perlunya penelitian lanjutan dengan durasi pembelajaran lebih panjang serta integrasi kedua media untuk memperoleh peningkatan KPS yang lebih signifikan di masa depan.