Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Role of Attitude Toward Learning, Interest in Learning and Digital Literacy in Inventive Thinking Skill: SEM Approach Ad'hiya, Eka; Edi, Rodi; Amini, Fitrah; Fatharani, Deika Zhillan; Sari, Diah Kartika; Haryani, Maefa Eka
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 8, No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v8i3.36302

Abstract

The urgency of this research stems from a follow-up to previous research that mapped the level of inventive thinking among chemistry education students at Sriwijaya University, which was found to be at a moderate level. Therefore, it is necessary to conduct further analysis of the factors that influence inventive thinking. This study aims to determine the relationships among Attitude toward Learning, Interest in Learning, and Digital Literacy and Inventive Thinking among Chemistry Education Students at Sriwijaya University. This research is a quantitative, cross-sectional study. Data were collected through a survey. The instrument used was a 59-item Likert-type questionnaire with 4 points on the scale. The questionnaire included 23 items on inventive thinking, 18 on attitude toward learning, 8 on interest in learning, and 10 on digital literacy. The sample for this study consisted of students in the Chemistry Education study program at Sriwijaya University. The research data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results of the measurement model test indicated 26 indicators that were valid and reliable. The results of the structural model evaluation showed no multicollinearity problems, and the model explained 61.1% of the variance in the inventive thinking variable, which was classified as high. The results of the path coefficient significance test showed that only Hypothesis 3 had a t-statistic greater than 1.96 and a p-value less than 0.05, indicating that only digital literacy had a positive and significant effect on inventive thinking. Then the results of this research will have implications for the development of learning designs/learning environments that can support the inventive thinking of chemistry education students by integrating learning with digital literacy.
TINJAUAN RPS MATA KULIAH PRAKTIKUM BIOKIMIA 1 BERDASARKAN KETERCAPAIAN CPL DAN CPMK DALAM PENDEKATAN OBE Murwani, Zelvy Amelia; Amini, Fitrah; Fatharani, Deika Zhillan
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan tinggi berperan penting dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif, sejalan dengan penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan ketercapaian capaian pembelajaran lulusan (CPL) secara terukur dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dalam konteks pembelajaran sains, termasuk mata kuliah Praktikum Biokimia I, keberhasilan implementasi OBE sangat bergantung pada kesesuaian antara rancangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), dan tujuan pembelajaran praktikum. Penelitian ini bertujuan meninjau kesesuaian RPS Praktikum Biokimia I berdasarkan keterpaduan CPL, CPMK, dan SubCPMK terhadap tujuan pembelajaran, serta keterhubungannya dengan dimensi kognitif dan psikomotorik dalam kerangka OBE dan model konstruktivisme lima fase Needham. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis dokumen terhadap RPS, buku ajar, dan daftar kegiatan praktikum. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh 13 kegiatan praktikum memiliki tingkat kesesuaian tinggi antara CPL, CPMK, dan SubCPMK, dengan dominasi dimensi kognitif pada tingkat C2–C5 dan psikomotorik pada tingkat P3–P5. Integrasi fase pembelajaran konstruktivistik menunjukkan bahwa RPS telah menerapkan prinsip constructive alignment secara konsisten. Dengan demikian, RPS Praktikum Biokimia I dinilai selaras dengan prinsip OBE dan efektif dalam mengembangkan kemampuan konseptual, prosedural, serta sikap reflektif mahasiswa.
TINJAUAN RPS MATA KULIAH KIMIA PANGAN BERDASARKAN KETERCAPAIAN CPL DAN CPMK DALAM PENDEKATAN OBE Amini, Fitrah; Fatharani, Deika Zhillan; Murwani, Zelvy Amelia
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesesuaian antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), dan SubCPMK merupakan komponen penting dalam implementasi Outcome-Based Education (OBE) untuk memastikan ketercapaian kompetensi lulusan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kesesuaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah Kimia Pangan berdasarkan ketercapaian CPL dan CPMK  dalam kerangka pendekatan OBE. Kajian ini dilakukan melalui analisis dokumen RPS, buku ajar, dan rencana materi pembelajaran yang digunakan pada semester ganjil tahun akademik 2025. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi untuk menilai keterpaduan antara CPL, CPMK, SubCPMK, tujuan pembelajaran, dan kegiatan belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPS Kimia Pangan telah tersusun secara sistematis dan konsisten dengan prinsip OBE. Setiap CPL berhasil diturunkan menjadi CPMK dan SubCPMK yang selaras dengan dimensi kognitif dan psikomotorik, mencerminkan peningkatan kemampuan mahasiswa dari pemahaman dasar hingga kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penerapan model pembelajaran konstruktivisme lima fase Needham yang terdiri dari orientasi, pencetusan ide, penstrukturan ide, penerapan, dan refleksi, mendukung ketercapaian pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa RPS Kimia Pangan telah mampu memfasilitasi penguasaan konsep, keterampilan laboratorium, dan sikap ilmiah mahasiswa secara seimbang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa RPS ini telah memenuhi prinsip keselarasan (constructive alignment) dalam pendekatan OBE serta efektif dalam mendorong tercapainya profil lulusan yang kompeten di bidang kimia pangan berkelanjutan.
TINJAUAN RPS MATA KULIAH BIOKIMIA 1 BERDASARKAN KETERCAPAIAN CPL DAN CPMK DALAM PENDEKATAN OBE Fatharani, Deika Zhillan; Murwani, Zelvy Amelia; Amini, Fitrah
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan tinggi dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan teoretis, tetapi juga memiliki keterampilan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi dengan dunia kerja. Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) menjadi pendekatan strategis untuk menjamin ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) melalui perencanaan yang sistematis antara Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), sub-CPMK, dan tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan meninjau kesesuaian antara CPL, CPMK, sub-CPMK, dan tujuan pembelajaran pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Biokimia 1, serta meninjau keterpaduannya dengan prinsip constructive alignment dan model konstruktivisme lima fase Needham. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis dokumen terhadap RPS, buku ajar, serta rumusan tujuan tiap pertemuan. Analisis dilakukan dengan pemetaan kesesuaian antara CPL, CPMK, sub-CPMK, materi, dan tujuan pembelajaran, disertai klasifikasi dimensi kognitif dan psikomotorik berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi dan Taksonomi Simpson. Hasil menunjukkan bahwa keterpaduan CPL–CPMK–subCPMK dalam RPS Biokimia 1 tergolong sangat sesuai, dengan dominasi aktivitas kognitif pada tingkat C3–C5 dan psikomotorik P3–P5. Integrasi fase Application dan Reflection dalam model Needham mendukung pembelajaran aktif dan bermakna. Namun, keterpaduan horizontal antara tujuan, aktivitas, dan asesmen masih perlu diperkuat, khususnya dalam penerapan dimensi psikomotorik. Kesimpulan menunjukkan bahwa RPS Biokimia 1 telah mencerminkan prinsip constructive alignment dan mendukung capaian pembelajaran secara komprehensif.
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR INVENTIF MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA UNIVERSITAS SRIWIJAYA Ad’hiya, Eka; Edi, Rodi; Amini, Fitrah; Fatharani, Deika Zhillan; Candra, Fidella Marela; Ni'mah, Rizqi Zainul
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berfikir inventif merupakan keterampilan yang penting untuk diasah dalam diri peserta didik karena membekali peserta didik dengan proses kognitif yang mendorong pemikiran kreatif dan kritis dalam pemecahan masalah yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil kemampuan berfikir inventif mahasiswa pendidikan kimia Universitas Sriwijaya. Metode penelitian ini yaitu metode survey dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen inventive thinking yang terdiri dari indikator fleksibilitas, pengaturan diri, rasa ingin tahu, kreativitas, pengambilan risiko dan pemikiran tingkat tinggi. Sampel pada penelitian ini yaitu 159 mahasiswa aktif program studi pendidikan kimia Universitas Sriwijaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa pendidikan kimia pada indikator fleksibilitas didapat nilai sebesar 70,3 berada pada kategori sedang, pada indikator pengaturan diri didapat nilai sebesar 83 berada pada kategori sedang, pada indikator rasa ingin tahu didapat nilai 80,8 berada pada kategori sedang, pada indikator kreativitas didapat nilai sebesar 74,6 berada pada kategori sedang, pada indikator pengambilan risiko didapat nilai sebesar 76,3 berada pada kategori sedang dan pada indikator pemikiran tingkat tinggi didapat nilai sebesar 77,6 yang berada pada kategori sedang. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bawah kemampuan inventive thinking mahasiswa pendidikan kimia berada pada kategori sedang.