Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA Zulfitrawati Hamid; Asrar As; Asmiana Saputri Ilyas
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v7i2.215

Abstract

Latar Belakang: Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas kesehatan masyarakat dan sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan serta pola asuh ibu. Rendahnya pengetahuan dan ketidaktepatan pola asuh dapat berdampak pada ketidakseimbangan asupan gizi sehingga meningkatkan risiko gizi kurang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan pola asuh dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Loea, Kabupaten Kolaka Timur. Metode: studi ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 54 balita berusia 0–59 bulan yang dipilih menggunakan rumus Slovin dari 63 populasi. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner untuk menilai pola asuh (asuh, asih, asah) serta pengukuran antropometri dengan indikator BB/U untuk menentukan status gizi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi ? = <0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pendidikan menengah (51,9%), menerapkan pola asuh baik (50%), dan balitanya memiliki status gizi baik (72,2%). Terdapat hubungan signifikan antara pendidikan ibu dan status gizi balita (p = 0,034) serta hubungan sangat signifikan antara pola asuh dan status gizi balita (p = 0,000). Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan edukasi gizi dan pembinaan pola asuh untuk mencegah masalah gizi pada balita.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI KERJA PADA KARYAWAN PT TRAKINDO UTAMA SOROWAKO, KAB. LUWU TIMUR TAHUN 2026 Gapur; Adi Hermawan; Asmiana Saputri Ilyas
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 5 No. 1 (2026): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Menurut As’ad motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Dengan demikian, motivasi yang ada pada seseorag merupakan kekuatan pendorong yang akan mewujudkan suatu perilaku guna mencapai tujuan kepuasan dirinya. Sedangkan Amalia (Wibowo, 2008) menjelaskan bahwa motivasi kerja adalah dorongan upaya dan keinginan yang di dalam diri manusia yang mengaktifkan, memberi daya serta mengarahkan perilakunya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam lingkungan pekerjaannya, Banyak ditemukan kendala dalam penyelenggaraan pelayanan, dalam memberikan pelayanan seperti rendahnya tingkat kinerja atau produktifitas kerja bagi tenaga kerja. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di PT. Trakindo Utama Sorowako, Kab. Luwu Timur selama 30 hari mulai pada tanggal 1 juni sampai dengan 30 Juni 2024 dengan mengambil sampel sebanyak 98 karyawan dengan jenis panarikan sampel secara Accidental sampling, yaitu sampel diambil pada saat penelitian sedang belangsung . Data diolah dan dianalisis disesuaikan dengan tujuan penelitian. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk tabel yang dilengkapi dengan penjelasan. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa insentif, pelatihan dan anugrah masa kerja merupakan daya tarik orang datang dan tinggal dalam suatu organisasi yang artinya sistem pengkajian dan pelaksanaannya perlu dikembangkan sedemikian rupa agar sistem perangsang adil dan berbuat lebih baik atau lebih banyak bukan sekedar upah atas pekerjaan yang dilakukan. Kesimpulan: Dorongan insentif, pelatihan dan anugrah masa kerja yang diberikan bagi karyawan yang tentunya akan memacu semangat kerja dan memberikan dorongan untuk melaksanakan setiap tugas dan fungsinya. insentif, pelatihan dan anugrah masa kerja penting diberikan karena sebagai salah satu upaya yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi kerja dan keinginan untuk berprestasi.