Muhammad Yahya
UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dekonstruksi Profesionalisme Guru Melalui Praktik Pemanfaatan Prestasi Siswa Di Sekolah Nur alfiah; Dina Salvira; Muhammad Yahya
Quantum Edukatif: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2025): Quantum Edukatif
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep profeionalisme guru secara tradisiomal dipahami sebagai komitmen terhadap etika, penguasaan pedagogis, dan pengembangan siswa secara menyeluruh. Namun, dalam makna profeionalisme sering kali mengalami penyederhanaan, terutama ketika keberhasilan siswa digunakan sebagai sarana untuk membangun citra profeionalisme guru. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis praktik pemanfataan prestasi siswa oleh guru dalam upaya membangun legitimasi profesional, dengan mengadopsi  pendekatan teori dekonstruksi Derrida dalam konsep modal simbolik Bourdieu. Temuan peneliti menunjukkan adanya paradoks etis dalam praktik professionalisme, dimana guru mendorong untuk mengejar pengakuan dari institusi dengan menekankan hasil yangn terukur, tetapi berisiko mengabaikan nilai nilai Pendidikan yang sejati, seperti perhatian yang merata terhadap semua siswa dan membentuk karakter. Penelitian ini menekankan pentingnya mendefenisikan ulang profesionalisme sebagai etika relasional yang berlandaskan tanggung jawab dan kepedulian. Dengan membongkar struktur yang dominan, dihadapkan akan muncul pemahaman baru tentang profesionalisme guru yang lebih adil dan berorientasi pada jangka panjang. 
Etika Profesi Sebagai Landasan Moral Guru Dan Tenaga Kependidikan Syifa Hayatun Nufus Wahidah; Della Arianti; Muhammad Yahya
Quantum Edukatif: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2025): Quantum Edukatif
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika profesi merupakan dasar moral yang sangat penting dalam dunia pendidikan, khususnya bagi guru dan tenaga kependidikan. Etika ini tidak hanya mengarahkan perilaku profesional, tetapi juga menjadi pedoman dalam membentuk karakter siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang positif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya etika profesi dalam mendukung integritas, tanggung jawab sosial, dan profesionalisme para pendidik. Menggunakan metode kajian pustaka, artikel ini merangkum berbagai literatur yang relevan terkait pengertian etika, karakteristik profesi pendidik dan tenaga kependidikan, serta tantangan etika yang dihadapi dalam praktik pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan etika profesi sangat menentukan kualitas interaksi pendidikan, baik di tingkat akademik maupun moral. Selain itu, artikel ini menekankan peran penting tenaga kependidikan dalam mendukung proses pembelajaran yang bermutu dan beretika. Dengan landasan etika yang kuat, guru dan tenaga kependidikan mampu menjadi agen perubahan dalam membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter.
Analisis Dakwah Nabi Secara Sembunyi-Sembunyi Ghoniyah Wa Falah; Intan Latifa Zahra; Demina Demina; Muhammad Yahya
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 1 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v3i1.251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah Nabi Muhammad SAW pada masa awal kenabian yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi di Makkah. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana metode dakwah tersebut dilaksanakan, siapa saja yang menjadi target utama dakwah, serta bagaimana efektivitas metode tersembunyi dalam membangun fondasi awal umat Islam. Subjek penelitian meliputi individu-individu terdekat dari kalangan keluarga, sahabat, dan budak yang menunjukkan keterbukaan terhadap ajaran tauhid. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan sebagai metodologinya. Sumber-sumber penting seperti kitab sirah Nabawiyah, hadis-hadis sahih, dan literatur sejarah Islam klasik digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah tersembunyi dilakukan melalui pendekatan personal yang intensif, memperkuat hubungan emosional, menggunakan teknik keteladanan, dan secara bertahap menyebarkan nilai-nilai Islam. Strategi ini digunakan dengan sangat hati-hati untuk menghindari konflik langsung dengan kaum Quraisy yang tetap menganut kebiasaan jahiliyah. Dakwah sembunyi-sembunyi berhasil mengkristalkan sebuah komunitas Muslim awal yang kokoh dalam waktu sekitar tiga tahun. Komunitas ini termasuk Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, dan Utsman bin Affan. Hasilnya menunjukkan bahwa dakwah tersembunyi adalah metode yang berhasil untuk membangun basis kekuatan keimanan yang siap untuk fase dakwah terbuka. Periode ini menjadi landasan penting untuk ekspansi dan penyebaran Islam di masa mendatang.