Konsep profeionalisme guru secara tradisiomal dipahami sebagai komitmen terhadap etika, penguasaan pedagogis, dan pengembangan siswa secara menyeluruh. Namun, dalam makna profeionalisme sering kali mengalami penyederhanaan, terutama ketika keberhasilan siswa digunakan sebagai sarana untuk membangun citra profeionalisme guru. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis praktik pemanfataan prestasi siswa oleh guru dalam upaya membangun legitimasi profesional, dengan mengadopsi pendekatan teori dekonstruksi Derrida dalam konsep modal simbolik Bourdieu. Temuan peneliti menunjukkan adanya paradoks etis dalam praktik professionalisme, dimana guru mendorong untuk mengejar pengakuan dari institusi dengan menekankan hasil yangn terukur, tetapi berisiko mengabaikan nilai nilai Pendidikan yang sejati, seperti perhatian yang merata terhadap semua siswa dan membentuk karakter. Penelitian ini menekankan pentingnya mendefenisikan ulang profesionalisme sebagai etika relasional yang berlandaskan tanggung jawab dan kepedulian. Dengan membongkar struktur yang dominan, dihadapkan akan muncul pemahaman baru tentang profesionalisme guru yang lebih adil dan berorientasi pada jangka panjang.
Copyrights © 2025