Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Perbandingan Regulasi Pengawasan Keselamatan pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel oleh Sektor Ketenagalistrikan dan Ketenagakerjaan Angelina Ratna Kartikasari
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengawasan keselamatan pada instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Indonesia melibatkan dua sektor regulasi utama, yaitu sektor ketenagalistrikan dan sektor ketenagakerjaan. Kedua sektor tersebut memiliki tujuan yang sama dalam menjamin keselamatan operasional pembangkit, namun menggunakan pendekatan regulasi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kerangka regulasi pengawasan PLTD dari kedua sektor tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis komparatif terhadap peraturan perundang-undangan yang mengatur keselamatan instalasi listrik dan keselamatan kerja mesin. Analisis dilakukan dengan memetakan regulasi utama, membandingkan aspek pengawasan, serta mengidentifikasi potensi overlap dan perbedaan pendekatan regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi ketenagalistrikan berfokus pada keselamatan instalasi tenaga listrik dan kelayakan operasi instalasi melalui mekanisme Sertifikat Laik Operasi (SLO), sedangkan regulasi ketenagakerjaan berfokus pada keselamatan mesin dan perlindungan pekerja melalui mekanisme pemeriksaan dan pengujian peralatan kerja. Selain itu, terdapat beberapa aspek yang menunjukkan potensi overlap pengawasan, khususnya pada keselamatan operasi pembangkit yang melibatkan sistem listrik dan mesin diesel secara bersamaan. Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya harmonisasi regulasi serta penguatan koordinasi antar instansi pengawas guna meningkatkan efektivitas pengawasan keselamatan PLTD di Indonesia. 
Tren, Tantangan, dan Arah Penelitian Daur Ulang Modul Surya Angelina Ratna Kartikasari
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 5 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) global yang pesat membawa konsekuensi meningkatnya volume limbah modul surya yang telah mencapai akhir umur pakainya. Kondisi ini menimbulkan tantangan baru dalam aspek lingkungan dan keberlanjutan industri fotovoltaik (PV). Penelitian ini mereview secara komprehensif tren terkini, kemajuan teknologi, tantangan implementasi, serta arah pengembangan kebijakan terkait daur ulang modul surya berdasarkan literatur tahun 2024–2025. Pembahasan difokuskan pada inovasi teknologi pemulihan material seperti pendekatan mekanis, termal, dan kimiawi; penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam pengelolaan modul PV; serta kebijakan end-of-life management yang diterapkan di berbagai negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan ekonomi sirkular melalui peningkatan efisiensi daur ulang, desain modul yang mudah diproses ulang (eco-design), serta penerapan tanggung jawab produsen yang diperluas (Extended Producer Responsibility, EPR) menjadi kunci dalam mengurangi dampak lingkungan dan memaksimalkan nilai ekonomi dari limbah PV. Dengan demikian, integrasi antara inovasi teknologi, kebijakan berkelanjutan, dan partisipasi industri sangat diperlukan untuk mempercepat tercapainya sirkularitas sistem energi surya di masa depan.
Peningkatan Efisiensi Modul Surya melalui Teknik Pendinginan: Tinjauan Literatur dan Inovasi Terkini Angelina Ratna Kartikasari
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 5 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul surya merupakan komponen utama dalam sistem fotovoltaik, namun suhu operasi yang tinggi dapat menurunkan efisiensi konversi energi dan mempercepat degradasi modul. Kajian ini meninjau berbagai teknik pendinginan modul surya, termasuk pendinginan aktif, pasif, dan hibrida, serta inovasi terkini seperti penggunaan material fase perubahan (PCM), lapisan air statis, dan integrasi geotermal. Analisis menunjukkan bahwa kombinasi metode pendinginan aktif dan pasif memberikan performa optimal, sementara inovasi baru menawarkan solusi hemat energi dan ramah lingkungan. Kajian ini memberikan dasar bagi pengembangan teknik pendinginan modul surya yang lebih efisien dan ekonomis di masa depan. 
Analisis Faktor-Faktor Kegagalan dalam Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): Pendekatan Tinjauan Pustaka Sistematis Angelina Ratna Kartikasari
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 6 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

menuju bauran energi bersih di Indonesia. Namun, di balik potensinya yang besar, sejumlah proyek PLTS mengalami kegagalan baik pada tahap perencanaan, pembangunan, maupun operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan pembangunan PLTS serta merumuskan strategi mitigasi yang dapat diterapkan dalam konteks nasional. Metodologi yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review) terhadap berbagai studi nasional dan internasional yang meneliti performa, efisiensi, dan manajemen proyek PLTS. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegagalan PLTS umumnya disebabkan oleh empat aspek utama, yaitu: (1) faktor teknis seperti kualitas komponen dan kesalahan desain; (2) faktor finansial berupa ketidaksesuaian asumsi investasi dan biaya pemeliharaan; (3) faktor manajerial meliputi koordinasi dan kapasitas sumber daya manusia; serta (4) faktor regulatif yang mencakup ketidakpastian kebijakan dan hambatan administrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan proyek PLTS di Indonesia membutuhkan integrasi antara standar teknis, perencanaan keuangan yang realistis, serta dukungan kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan.