Ernawati Ernawati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Gemilang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG KONTRASEPSI  DI STIKES HUSADA GEMILANG TAHUN 2025 Ernawati Ernawati; Linda Raniwati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/5dt6km91

Abstract

Pendahuluan: Pendidikan  kebidanan  memiliki  peran penting dalam  meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas. Salah satu aspek penting dalam  kesehatan reproduksi adalah pengetahuan tentang kontrasepsi. Menurut World Health Organization (WHO) 2022, pendidikan kesehatan reproduksi yang efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam memberikan konseling kontrasepsi yang efektif. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui "Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan Mahasiswa tentang kontrasepsi di STIKes Husada Gemilang Tahun 2025". Metode: Penelitian ini berjenis survei analitik. Pengumpulan data dilakukan menggunkan quesioner. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di STIKes Husada gemilang, pada tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa D III Kebidanan yang berada di STIKes Husada Gemilang berjumlah 111 Orang. Menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel mahasiswa DIII Kebidanan tingkat 1 sebanyak 28 orang, mahasiswa D III kebidanan tingkat 2 sebanyak 28 orang, dan mahasiswa D III kebidanan tingkat 3 sebanyak 55 orang. Hasil: Data dianalisis dengan uji Chi Square dari 111 orang terdapat responden yang pengetahuan secara formal tidak terpenuhi. Hasil uji statistik diperoleh nilai P = 0,031 (P < 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan kontrasepsi. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan mahasiswa kebidanan tentang kontrasepsi di STIKes Husada Gemilang tahun 2025.  Tingkat pendidikan yang lebih tinggi berkorelasi positif dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kontrasepsi.
Analisis Kinerja Kader Dalam Pelaksanaan Kegiatan Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Tahun 2019 Linda Raniwati; Ernawati Ernawati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/x82mys55

Abstract

Introduction: Posyandu is a community based health effort that belongs to the community and is integrated into the life and culture of the community. Posyandu managers and implementers are cadres who have an important role in posyandu activities, therefore cadres must have good knowledge and skills in order to carry out their performance well in posyandu services. Objective: Analyzing the performance of cadres in implementing integrated health post activities Method: Qualitative research design, by means of in depth interviews with the village secretary, RW head, dasawisma head, regional coordinator midwife, while focus group discussions (FGD) with 10 posyandu cadres. Results: Based on the results of interviews conducted by cadres and the working group sector, it was analyzed that the integrated health post cadres had received training and received monthly incentives from the working group, but the facilities and infrastructure at the integrated health post in the working area of the Anak Air Health Center were inadequate, so that in carrying out integrated health post activities, they did not meet the standards (five tables) for integrated health post services.Conclusion: Informants in providing information are almost the same between cadres and working group elements, it is hoped that working groups will seek assistance with the facilities and infrastructure needed in integrated health post activities, so that cadres are able to carry out their performance properly and correctly according to integrated health post guidelines in an effort to improve the health of the community.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.R DI KLINIK PRATAMA KAYU JATI TEMBILAHAN TAHUN 2022 Anisa Anisa; Ernawati Ernawati; Linda Raniwati
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 7 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v7i2.106

Abstract

Asuhan kebidanan komprehensif merupakan asuhan yang mencakup pemeriksaan secara berkala dari kehamilan, persalinan, nifas,dan bayi baru lahir. Data Klinik Pratama Kayu Jati tahun 2021 jumlah ibu hamil 44 orang, bersalin 4 orang, bayi baru lahir 4 orang, nifas 4 orang, neonatus 4 orang, akseptor KB 39 orang dan tidak ada menyumbang AKI dan AKB. Bertujuan untuk melaksanakan asuhan kebidanan komprehensif dengan metode pendekatan manajemen kebidanan dengan pola fikir varney yang dituangkan dalam bentuk SOAP. Asuhan dilaksanakan bulan Maret sampai April Di Klinik Pratama Kayu Jati Tembilahan Tahun 2022. Subjek asuhan adalah Ny. R Umur 25 Tahun G3P1A1H1. Pada asuhan ANC sesuai standart 10T. INC pada kala I berlangsung selama 23 jam 30 menit terjadi kala I memanjang serta terdapat kesenjangan yaitu pemasangan infus. kala II berlangsung selama 15 menit, kala III berlangsung selama 7 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam, terdapat ruptur jalan lahir derajat II. Bayi lahir spontan, berat badan 3000 gr, panjang badan 46 cm dan dilakukan kunjungan neonatus sebanyak 3 kali. Masa nifas normal tidak ada penyulit, dilakukan kunjungan 4 kali dan asuhan keluarga berencana memilih suntik 3 bulan sebagai alat kontrasepsinya. Maka dapat disimpulkan bahwa asuhan komprehensif yang diberikan pada Ny.R sudah memenuhi standar. Comprehensive midwifery care is care that includes periodic check-ups of pregnancy, childbirth, postpartum, and newborns. Data from the Pratama Kayu Jati Clinic in 2021 shows that the number of pregnant women is 44 people, 4 people are giving birth, 4 people are newborns, 4 people are postpartum, 4 people are neonates, 39 people are acceptors of birth control and none contribute to the maternal mortality rate and infant mortality rate. It aims to carry out comprehensive midwifery care with a midwifery management approach method with a varney mindset expressed in the form of SOAP. The care will be carried out from March to April at the Tembilahan Wood Primary Clinic in 2022. The subject of the care is Mrs. R Age 25 years G3P1A1H1. In ANC care according to the 10T. INC standard in phase I lasts for 23 hours and 30 minutes, phase I occurs longitudinally and there is a gap, namely the installation of infusions. Phase II lasts for 15 minutes, Phase III lasts for 7 minutes, and Phase IV lasts for 2 hours, there is a grade II birth canal rupture. The baby was born spontaneously, weighed 3000 grams, had a body length of 46 cm and was visited by neonates 3 times. During the normal postpartum period, there were no complications, 4 visits were made and the family planned to choose 3-month injections as the contraceptive device. So it can be concluded that the comprehensive care provided to Mrs. R has met the standards.
PERBEDAAN PENGARUH DEMONSTRASI TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU GIZI SEIMBANG REMAJA WILAYAH PESISIR DAN DARATAN Suharni Suharni; M. Berri Ridhoka; Nurtanny Nurtanny; Roni Ardian; Ana Verena Puspa Rini; Abul Haitsam; Haryati Astuti; Nurul Indah Sari; Ernawati Ernawati
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 8 No 1 (2025): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v8i1.113

Abstract

Malnutrition in adolescents can slow growth, delay puberty in adolescents. Good balanced nutritional knowledge, attitudes and behaviors can prevent nutritional problems that have an impact on adulthood. One of the methods used to increase knowledge is counseling on balanced nutrition demonstrations according to the contents of my plate. This study aims to determine the influence of balanced nutrition demonstration counseling on the knowledge and attitudes of balanced nutrition behavior of adolescents in coastal and terrestrial areas. The research design uses the One Group Pretest-Posttest Design approach. The number of samples was 104 from the Coast and Mainland, selected by simple random sampling. Analysis of Wilcoxon test data. Data were collected using questionnaires of knowledge, attitudes, and behaviors before and after the demonstration of balanced nutrition. The results of the statistical test showed that there was a significant influence of demonstration on knowledge and behavior on balanced nutrition in Coastal and Inland Areas (P<0.01 and P<0.01). However, there was no effect of demonstration on balanced nutrition attitudes in Coastal and Inland Areas (P>0.154 and P>0.17). It can be concluded that there is an influence of demonstration on knowledge and behavior on balanced nutrition and no influence of demonstration on the attitude of balanced nutrition. Kurang gizi pada remaja dapat memperlambat pertumbuhan, menunda pubertas pada remaja. Pengetahuan, sikap dan perilaku gizi seimbang yang baik dapat mencegah masalah gizi yang berdampak pada masa dewasa. Salah satu metode yang digunakan untuk peningkatan pengetahuan dengan penyuluhan demonstrasi gizi seimbang sesuai isi piringku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan demonstrasi gizi seimbang terhadap pengetahuan, sikap perilaku gizi seimbang remaja wilayah Pesisir dan Daratan. Desain penelitian menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Jumlah sampel 104 dari Pesisir dan Daratan, dipilih secara simple random sampling. Analisis data uji Wilcoxon. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, perilaku sebelum dan sesudah demonstrasi gizi seimbang. Hasil uji statistik menunjukkan ada pengaruh signifikan demonstarsi terhadap pengetahuan dan perilaku terhadap gizi seimbang Wilayah Pesisir dan Daratan (P<0.01 dan P<0.01). Namun, tidak ada pengaruh demonstrasi terhadap sikap gizi seimbang Wilayah Pesisir dan Daratan (P>0.154 dan P>0.17). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh demonstrasi terhadap pengetahuan dan perilaku terhadap gizi seimbang dan tidak ada pengaruh demonstrasi terhadap sikap Gizi Seimbang.