Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Etika Sosial Siswa di Lingkungan Sekolah Siti Khodijah; Nur Syifa'u Sitha; Raihan Syafawi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i2.7

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran yang sangat penting dalam pembentukan etika sosial siswa di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan materi PAI dapat mempengaruhi pembentukan karakter dan perilaku sosial siswa, khususnya dalam konteks hubungan antar sesama, tanggung jawab sosial, dan sikap toleransi. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan observasi, penelitian ini menemukan bahwa pengajaran PAI yang menekankan pada nilai-nilai moral dan etika dapat membentuk kesadaran sosial siswa untuk lebih peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar. Selain itu, penerapan metode pembelajaran yang berorientasi pada diskusi dan refleksi pribadi terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya berperilaku etis dan menghormati perbedaan di dalam masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran kunci dalam mengarahkan dan memberi teladan positif kepada siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap Pembentukan Karakter Keislaman Remaja Siti Khodijah; Nur Syifa'u Sitha
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i2.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sosial terhadap pembentukan karakter keislaman remaja. Lingkungan sosial yang dimaksud meliputi keluarga, sekolah, teman sebaya, serta masyarakat sekitar yang memiliki peran penting dalam proses internalisasi nilai-nilai Islam pada diri remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap sejumlah remaja usia 13–18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh paling dominan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Sekolah berperan sebagai pendukung melalui kegiatan keagamaan dan pendidikan akhlak, sedangkan teman sebaya memberikan pengaruh positif maupun negatif tergantung pada kualitas interaksi sosial yang terjalin. Sementara itu, lingkungan masyarakat berperan dalam memperkuat atau melemahkan karakter keislaman remaja melalui norma dan budaya yang berlaku. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin kondusif lingkungan sosial yang dihadapi remaja, semakin kuat pula pembentukan karakter keislaman mereka. Oleh karena itu, kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang religius dan mendukung pengembangan akhlak remaja sesuai dengan ajaran Islam.