Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Tren Kosmetik Halal di Kalangan Generasi Z Makassar: Pemahaman Label dan Pengaruhnya pada Pilihan Pembelian Nur Isra’ Ahmad; Supriadi Supriadi; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Mar Athul Wazithah T
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis pengaruh label halal terhadap pilihan pembelian kosmetik halal bagi generasi Z di Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 69 mahasiswa dari generasi Z yang beragama Islam dan merupakan pengguna produk kosmetik halal yang tersebar dari berbagai perguruan tinggi di Makassar. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan secara online dengan menggunakan google form, serta dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pemahaman label halal terhadap pilihan pembelian kosmetik bagi generasi Z di Kota Makassar.
Dari Pengenalan Menuju Pembiasaan: Evaluasi Inovasi MPLS di TK Plus Qurthuba dengan Model CIPP Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Muh. Nur Akbar Rasyid; St. Mania; Nur Isra’Ahmad; Kartini Kartini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di TK Plus Qurthuba dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Model ini dipilih karena mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang kesesuaian tujuan program, kesiapan sumber daya, kualitas pelaksanaan, serta capaian hasil program terhadap perkembangan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi evaluatif, melibatkan kepala sekolah, guru, orang tua, serta peserta didik sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, program MPLS di TK Plus Qurthuba telah relevan dengan visi sekolah dan kebutuhan anak usia dini dalam membangun adaptasi serta pembiasaan Islami. Pada aspek input, kesiapan guru, dukungan orang tua, serta ketersediaan sarana prasarana dinilai cukup memadai, meskipun perlu peningkatan instrumen evaluasi perkembangan anak. Aspek process menunjukkan pelaksanaan MPLS berjalan baik melalui metode bermain, bernyanyi, dongeng Islami, dan pembiasaan adab Islami, meskipun monitoring berkelanjutan masih perlu diperkuat. Pada aspek product, program MPLS terbukti efektif dalam meningkatkan adaptasi anak, kemandirian sederhana, keterampilan sosial, serta perilaku Islami, walaupun evaluasi jangka panjang perlu terus dilakukan. Secara keseluruhan, inovasi MPLS di TK Plus Qurthuba dapat dikategorikan efektif dalam membantu anak beralih dari tahap pengenalan menuju pembiasaan dengan pendekatan Islami. Evaluasi CIPP menegaskan bahwa meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, program ini telah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, kondusif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.
ORANG TUA SEBAGAI PILAR DALAM PENDIDIKAN AGAMA SEORANG ANAK Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Nur Isra Ahmad
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran orang tua dalam pendidikan agama anak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan kepribadian religius sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua sebagai pilar utama dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak serta memahami strategi yang digunakan dalam proses tersebut. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data dari keluarga dengan anak usia 6–12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama oleh orang tua tidak hanya melibatkan pembelajaran konseptual tetapi juga praktik langsung seperti ibadah bersama, pemberian teladan, dan pembiasaan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Kendala yang dihadapi meliputi kesibukan orang tua, pengaruh lingkungan, serta kurangnya pemahaman tentang metode pendidikan agama yang efektif. Namun, dengan komitmen dan pendekatan yang konsisten, orang tua mampu menjadi landasan kuat dalam membentuk kepribadian religius anak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kesadaran dan keterampilan orang tua dalam mendidik anak secara religius melalui program pelatihan berbasis komunitas dan dukungan dari lembaga pendidikan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kebijakan dan program pendukung pendidikan agama di tingkat keluarga.
Respon Mahasiswa Muslim terhadap Ujaran Kebencian di Media Sosial melalui Implementasi Materi Toleransi dalam Pendidikan Agama Islam Nur Isra' Ahmad; Selfa Afia; Ayu Janianti Yusuf; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5548

Abstract

Ujaran kebencian merupakan fenomena global yang semakin marak di era digital, terutama di ruang media sosial yang menjadi wadah interaksi lintas batas sekaligus sarana penyebaran konten negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon mahasiswa muslim terhadap ujaran kebencian di media sosial serta menganalisis peran implementasi materi toleransi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap respon tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang melibatkan 158 responden melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa muslim memiliki sensitivitas tinggi terhadap ujaran kebencian, mayoritas di antara mereka merasa terganggu dan mendorong untuk mengambil sikap dengan cara melaporkan atau menegur secara sopan sebagai bentuk internalisasi nilai toleransi dari PAI. Adapun implementasi materi toleransi terbukti relevan dalam membentuk karakter moderat mahasiswa, dengan tasamuh sebagai nilai dominan, serta diperkuat oleh ukhuwah, amanah, dan tawasuth. Mahasiswa juga menilai bahwa sikap moderat dapat dibentuk melalui pembinaan karakter di kampus, kajian etika komunikasi, dan integrasi nilai Islam dalam kurikulum digital yang saling melengkapi. Implikasinya, perguruan tinggi perlu memperkuat kurikulum PAI, metode pembelajaran interaktif, kajian etika komunikasi, serta pembinaan karakter agar mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang menjaga etika komunikasi dan mencegah konflik sosial.
The Effect Of Learning Through The Zoom Application On Students’ Learning Motivation In The Islamic Education Course Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Nur Isra Ahmad
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2069

Abstract

The rapid integration of digital technology in higher education has transformed learning practices, raising concerns about student motivation, particularly in value-based courses such as Islamic Religious Education (IRE). This study aims to examine the effect of learning through the Zoom application on students’ learning motivation and tests the hypothesis that synchronous online learning positively influences motivation. A quantitative explanatory survey design was employed involving 82 first-semester Management students at a university in Indonesia. Data were collected using a Likert-scale questionnaire measuring two variables: quality of Zoom-based learning (clarity of instruction, interaction, feature utilization, engagement, and learning comfort) and learning motivation (interest, attention, persistence, participation, and desire to understand). Purposive sampling was applied, and data were analyzed using descriptive statistics, normality and linearity tests, and simple linear regression. The results indicate that Zoom-based learning was perceived as good (M = 3.78), while student motivation was high (M = 3.91). Regression analysis revealed a positive and significant effect of Zoom-based learning on motivation (β = 0.628, p < 0.05), with a contribution of 43.5%. These findings suggest that synchronous interaction, social presence, and instructional clarity enhance student engagement and motivation. The study implies that optimizing interactive features and pedagogical strategies in synchronous online learning can support effective IRE instruction. In conclusion, Zoom-based learning is an effective medium for maintaining student motivation; future research is recommended to explore its impact on learning outcomes, religious attitudes, and the effectiveness of blended learning models.
Pengembangan Keterampilan Penetapan Harga Produk Rumah Tangga melalui Pelatihan Strategi Harga dan Perhitungan HPP Samsu Alam S; Achmad Ridha; Hasnidar; Azlan Azhari; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v2i2.2172

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha rumah tangga adalah ketidaktepatan dalam menetapkan harga jual produk akibat keterbatasan pemahaman mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan strategi harga. Kondisi ini juga dialami oleh kelompok PKK di Desa Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, yang sebagian besar masih menentukan harga secara intuitif tanpa memperhitungkan seluruh komponen biaya produksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan penetapan harga produk rumah tangga melalui pelatihan strategi harga dan perhitungan HPP. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan penyadaran, penguatan kapasitas, pemberian daya, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan perhitungan HPP serta penetapan harga jual. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman konsep biaya produksi, kemampuan menghitung HPP, serta keterampilan menetapkan harga jual berbasis HPP. Pelatihan berbasis praktik terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kelompok PKK dalam mengelola usaha rumah tangga secara lebih profesional. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha rumah tangga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
The Case Method in Islamic Education as an Effort to Strengthen Students’ Character Values: A Literature Review Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando
Journal of Islamic Education and Intellectual Discourse (JIED) Vol 1 No 2 (2025): December
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Palangka Raya University, Central Kalimantan, Indonesia. Pos Code 73112

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jied.v1i2.23440

Abstract

This study explores the development of Islamic character values through the implementation of a case method–based learning model in Islamic Religious Education (PAI) at the university level. The research highlights three fundamental pillars of character formation: curricular learning, the establishment of a religious campus culture, and character reinforcement through co-curricular activities. Within the curricular aspect, character values are integrated through systematic instructional planning, including syllabus development, course design, and the use of Islamic civilization materials as contextual learning resources. The study also emphasizes the strategic role of the campus mosque as a practical learning space and cultural symbol that represents the integration of Islamic teachings with Indonesian local culture. The case method enables meaningful learning experiences by engaging students in problem-solving activities grounded in real socio-religious issues and by encouraging the examination of scriptural evidence within contemporary contexts. Digital learning media, interactive multimedia, and authentic assessment techniques—such as observation, self-assessment, peer assessment, worship journals, and interviews—are utilized comprehensively in the evaluation process. The findings indicate that this approach effectively enhances students’ religious literacy, critical thinking abilities, and social character, particularly in responding to the challenges of the disruption era. In conclusion, the case method–based PAI learning design offers a progressive, humanistic, and value-oriented pedagogical framework that contributes significantly to the revitalization of Islamic education management. This approach not only strengthens students’ abilities in problem-solving and religious practice but also provides a strategic foundation for advancing character education in higher education institutions.
Mind Mapping Learning Model in “Manusia Bertuhan”: A Quasi-Experimental Study on Cognitive and Affective Integration: (Model Pembelajaran Mind Mapping dalam “Manusia Bertuhan”: Sebuah Studi Kuasi-Eksperimental tentang Integrasi Kognitif dan Afektif) Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Hasnidar Hasnidar
Journal of Islamic Education and Intellectual Discourse (JIED) Vol 2 No 01 (2026): March
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Palangka Raya University, Central Kalimantan, Indonesia. Pos Code 73112

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jied.v2i01.25199

Abstract

Higher education Islamic Religious Education plays a strategic role in shaping students who not only understand Islamic teachings conceptually but also internalize spiritual values in their daily lives. However, learning practices in universities often emphasize cognitive understanding rather than the integration of cognitive and affective dimensions. This study aims to analyze the implementation of mind mapping in the “Manusia Bertuhan” (Human as a Theistic Being) learning material to integrate students’ cognitive understanding and spiritual awareness in the Management Study Program, Faculty of Economics and Business, Universitas Negeri Makassar, Indonesia. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest model. The participants consisted of 38 management students enrolled in the Islamic Religious Education course in the 2025/2026 academic year, selected through purposive sampling. Data were collected through cognitive tests, a spiritual awareness questionnaire using a Likert scale, observation sheets of student engagement, and assessment rubrics for mind mapping products. Data analysis included descriptive statistics, normality testing, paired sample t-test, normalized gain (N-gain), correlation analysis, and effect size calculation (Cohen’s d) using SPSS. The findings revealed significant improvements in both cognitive and affective domains after the implementation of mind mapping. The mean cognitive score increased from 67.4 to 82.6, while spiritual awareness scores increased from 72.1 to 85.3. The paired sample t-test showed a significant difference (p < 0.001) with a large effect size (Cohen’s d = 0.87). In addition, correlation analysis indicated a positive relationship between cognitive understanding and spiritual awareness (r = 0.61, p < 0.01). These results suggest that mind mapping effectively supports the integration of knowledge and value internalization in Islamic Religious Education learning. The study implies that visual and student-centered learning strategies can strengthen both conceptual understanding and spiritual development of university students. Future studies may expand the design using control groups and broader academic contexts.