Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tren Kosmetik Halal di Kalangan Generasi Z Makassar: Pemahaman Label dan Pengaruhnya pada Pilihan Pembelian Nur Isra’ Ahmad; Supriadi Supriadi; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Mar Athul Wazithah T
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis pengaruh label halal terhadap pilihan pembelian kosmetik halal bagi generasi Z di Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 69 mahasiswa dari generasi Z yang beragama Islam dan merupakan pengguna produk kosmetik halal yang tersebar dari berbagai perguruan tinggi di Makassar. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan secara online dengan menggunakan google form, serta dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pemahaman label halal terhadap pilihan pembelian kosmetik bagi generasi Z di Kota Makassar.
Dari Pengenalan Menuju Pembiasaan: Evaluasi Inovasi MPLS di TK Plus Qurthuba dengan Model CIPP Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Muh. Nur Akbar Rasyid; St. Mania; Nur Isra’Ahmad; Kartini Kartini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di TK Plus Qurthuba dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Model ini dipilih karena mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang kesesuaian tujuan program, kesiapan sumber daya, kualitas pelaksanaan, serta capaian hasil program terhadap perkembangan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi evaluatif, melibatkan kepala sekolah, guru, orang tua, serta peserta didik sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, program MPLS di TK Plus Qurthuba telah relevan dengan visi sekolah dan kebutuhan anak usia dini dalam membangun adaptasi serta pembiasaan Islami. Pada aspek input, kesiapan guru, dukungan orang tua, serta ketersediaan sarana prasarana dinilai cukup memadai, meskipun perlu peningkatan instrumen evaluasi perkembangan anak. Aspek process menunjukkan pelaksanaan MPLS berjalan baik melalui metode bermain, bernyanyi, dongeng Islami, dan pembiasaan adab Islami, meskipun monitoring berkelanjutan masih perlu diperkuat. Pada aspek product, program MPLS terbukti efektif dalam meningkatkan adaptasi anak, kemandirian sederhana, keterampilan sosial, serta perilaku Islami, walaupun evaluasi jangka panjang perlu terus dilakukan. Secara keseluruhan, inovasi MPLS di TK Plus Qurthuba dapat dikategorikan efektif dalam membantu anak beralih dari tahap pengenalan menuju pembiasaan dengan pendekatan Islami. Evaluasi CIPP menegaskan bahwa meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, program ini telah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, kondusif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.
ORANG TUA SEBAGAI PILAR DALAM PENDIDIKAN AGAMA SEORANG ANAK Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Nur Isra Ahmad
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran orang tua dalam pendidikan agama anak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan kepribadian religius sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua sebagai pilar utama dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak serta memahami strategi yang digunakan dalam proses tersebut. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data dari keluarga dengan anak usia 6–12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama oleh orang tua tidak hanya melibatkan pembelajaran konseptual tetapi juga praktik langsung seperti ibadah bersama, pemberian teladan, dan pembiasaan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Kendala yang dihadapi meliputi kesibukan orang tua, pengaruh lingkungan, serta kurangnya pemahaman tentang metode pendidikan agama yang efektif. Namun, dengan komitmen dan pendekatan yang konsisten, orang tua mampu menjadi landasan kuat dalam membentuk kepribadian religius anak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kesadaran dan keterampilan orang tua dalam mendidik anak secara religius melalui program pelatihan berbasis komunitas dan dukungan dari lembaga pendidikan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kebijakan dan program pendukung pendidikan agama di tingkat keluarga.
Respon Mahasiswa Muslim terhadap Ujaran Kebencian di Media Sosial melalui Implementasi Materi Toleransi dalam Pendidikan Agama Islam Nur Isra' Ahmad; Selfa Afia; Ayu Janianti Yusuf; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5548

Abstract

Ujaran kebencian merupakan fenomena global yang semakin marak di era digital, terutama di ruang media sosial yang menjadi wadah interaksi lintas batas sekaligus sarana penyebaran konten negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon mahasiswa muslim terhadap ujaran kebencian di media sosial serta menganalisis peran implementasi materi toleransi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap respon tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang melibatkan 158 responden melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa muslim memiliki sensitivitas tinggi terhadap ujaran kebencian, mayoritas di antara mereka merasa terganggu dan mendorong untuk mengambil sikap dengan cara melaporkan atau menegur secara sopan sebagai bentuk internalisasi nilai toleransi dari PAI. Adapun implementasi materi toleransi terbukti relevan dalam membentuk karakter moderat mahasiswa, dengan tasamuh sebagai nilai dominan, serta diperkuat oleh ukhuwah, amanah, dan tawasuth. Mahasiswa juga menilai bahwa sikap moderat dapat dibentuk melalui pembinaan karakter di kampus, kajian etika komunikasi, dan integrasi nilai Islam dalam kurikulum digital yang saling melengkapi. Implikasinya, perguruan tinggi perlu memperkuat kurikulum PAI, metode pembelajaran interaktif, kajian etika komunikasi, serta pembinaan karakter agar mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang menjaga etika komunikasi dan mencegah konflik sosial.