Sumarmi Sumarmi
Prodi Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Risiko Cedera dan Pelatihan Mobilisasi Aman pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Gowa: Injury Risk Prevention Education and Safe Mobilisation Training for the Elderly at the Tresna Werdha Gau Mabaji Gowa Social Home Hermadin Hermadin; Hamka Hamka; Sumarmi Sumarmi; Asrar As
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 3 No. 1 (2026): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v3i1.51

Abstract

The aging process triggers a decline in neuromuscular function, significantly increasing the risk of falls among the elderly with potentially fatal physical and psychological impacts. This community service activity aims to improve health literacy and mobilization independence for 21 elderly residents at PSTW Gau Mabaji Gowa in September 2025. The implementation method began with functional status screening using the Time Up and Go (TUG) Test, followed by module-based interactive health education and gradual training on the use of mobility aids. The TUG Test results revealed that the majority of respondents (57.15%) fell into the High Fall Risk category due to physical weakness, comorbidities, and nursing home environmental factors. However, interventions through education and therapeutic communication proved effective in increasing the elderly's confidence in using assistive devices and reducing psychological barriers such as fear of falling. This program successfully enhanced the knowledge and practical skills of the elderly in safe mobilization; thus, the synergy between education and environmental modification is crucial to maintaining their quality of life, ensuring they remain active and safe within the facility. Abstrak Proses penuaan memicu penurunan fungsi neuromuskular yang secara signifikan meningkatkan risiko jatuh pada lansia dengan dampak fatal secara fisik maupun psikologis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan dan kemandirian mobilisasi bagi 21 lansia di PSTW Gau Mabaji Gowa pada September 2025. Metode pelaksanaan diawali dengan skrining status fungsional menggunakan instrumen Time Up and Go (TUG) Test, yang dilanjutkan dengan edukasi kesehatan interaktif berbasis modul serta pelatihan penggunaan alat bantu gerak secara bertahap. Hasil penilaian TUG Test mengungkapkan bahwa mayoritas responden (57,15%) berada pada kategori Risiko Jatuh Tinggi akibat kelemahan fisik, penyakit penyerta, dan faktor lingkungan panti. Namun, intervensi melalui edukasi dan komunikasi terapeutik terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri lansia dalam menggunakan alat bantu serta menurunkan hambatan psikologis berupa fear of falling. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kemampuan praktis lansia dalam mobilisasi aman, sehingga sinergi antara edukasi dan modifikasi lingkungan menjadi sangat krusial untuk menjaga kualitas hidup lansia agar tetap aktif dan aman di lingkungan panti.
Pemanfaatan Media Permainan Ular Tangga sebagai Inovasi Pembelajaran Kesehatan Reproduksi pada Mahasiswa: Utilization of the Snakes and Ladders Game as an Innovative Learning Media for Reproductive Health Education among University Students Sumarmi Sumarmi; Hasnah Hasnah; Nurul Fadhilah Gani; Nurhidayah Nurhidayah
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 3 No. 1 (2026): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v3i1.52

Abstract

Abstrak Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam pembangunan kesehatan, khususnya pada kelompok remaja dan mahasiswa yang berada pada masa transisi menuju kedewasaan. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat menimbulkan berbagai masalah seperti perilaku seksual berisiko, infeksi menular seksual, dan kehamilan tidak diinginkan. Oleh karena itu diperlukan inovasi metode pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan media permainan ular tangga sebagai inovasi pembelajaran kesehatan reproduksi pada mahasiswa. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pemberian pre-test, penyampaian materi singkat, permainan edukatif ular tangga secara berkelompok, diskusi, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mahasiswa setelah mengikuti edukasi menggunakan media permainan ular tangga. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 58,7 pada pre-test menjadi 78,7 pada post-test. Selain itu, mahasiswa menunjukkan partisipasi aktif dan antusias selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, media permainan ular tangga dapat menjadi metode pembelajaran yang efektif, interaktif, dan menyenangkan dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai kesehatan reproduksi. Abstract Reproductive health is an essential aspect of public health development, particularly among adolescents and university students who are in the transitional stage toward adulthood. Insufficient knowledge regarding reproductive health may lead to various problems such as risky sexual behavior, sexually transmitted infections, and unintended pregnancy. Therefore, innovative and engaging learning methods are needed to enhance students’ understanding. This Community Service activity aimed to implement a snakes and ladders game as an innovative learning media for reproductive health education among university students. The method consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The activity was carried out through a pre-test, brief material presentation, group-based educational snakes and ladders game, discussion session, and post-test. The results showed an increase in students’ knowledge after participating in the educational activity using the snakes and ladders game. The average knowledge score increased from 58.7 in the pre-test to 78.7 in the post-test. In addition, students demonstrated active participation and enthusiasm during the learning process. Thus, the snakes and ladders game can serve as an effective, interactive, and enjoyable learning method to improve students’ understanding of reproductive health.