Abstrak Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia setelah penyakit jantung iskemik. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal dan penanganan stroke menyebabkan keterlambatan mendapatkan pertolongan medis. Kegiatan edukasi dan pendampingan masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap deteksi dini serta tatalaksana awal stroke. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Pattallassang, Kabupaten Takalar, pada 20–22 Maret 2025, melibatkan 50 peserta dewasa dan lansia berisiko stroke. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, simulasi metode FAST (Face drooping, Arm weakness, Speech difficulty, Time to call for help), serta pendampingan keluarga berisiko melalui kunjungan rumah. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata 30% menjadi 88% (kenaikan 58%), dengan peningkatan tertinggi pada kemampuan memberikan pertolongan pertama (naik 62%). Pendampingan keluarga juga meningkatkan perilaku pencegahan stroke dari 28% menjadi 71% (kenaikan 43%), terutama dalam pemeriksaan tekanan darah dan pengenalan tanda FAST. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku masyarakat terhadap pencegahan serta penanganan awal stroke. Pendekatan edukatif-partisipatif direkomendasikan sebagai strategi berkelanjutan dalam menurunkan risiko stroke di tingkat komunitas. Abstract Stroke is the leading cause of death and disability in Indonesia after ischemic heart disease. The low level of public knowledge regarding early symptoms and initial management of stroke often leads to delays in obtaining medical treatment. This community education and mentoring program aimed to improve public knowledge and preparedness for early detection and initial management of stroke. The activity was conducted in Pattallassang Village, Takalar Regency, from March 20–22, 2025, involving 50 adult and elderly participants at risk of stroke. The methods used included interactive health education, simulation of the FAST method (Face drooping, Arm weakness, Speech difficulty, Time to call for help), and family mentoring through home visits.The evaluation results showed an increase in participants’ knowledge from an average of 30% to 88% (a 58% improvement), with the highest increase in the ability to provide first aid (62%). Family mentoring also improved preventive behaviors from 28% to 71% (a 43% increase), particularly in regular blood pressure checks and recognition of FAST signs. This activity proved effective in enhancing community knowledge, awareness, and behavior regarding stroke prevention and early management. An educational and participatory approach is recommended as a sustainable strategy to reduce stroke risk at the community level.