Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Edukasi pada Pendidikan Sekolah Menengah Pertama dalam Menghadapi Era Digitalisasi : Studi Kasus SMP Negeri 3 Tapango Ahri Rahman; Muhammad Alwi
Macoa : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Macoa : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan adalah sebuah proses yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan potensi siswa-siswi yang sudah ada. Proses ini bertujuan untuk membantu mereka mencapai prestasi yang lebih baik dan berkembang secara holistik, baik dalam aspek akademik, keterampilan, maupun karakter. Melalui berbagai program atau metode, pengembangan memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Selain itu, pengembangan juga mencakup upaya membina siswa baru agar dapat beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan belajar yang kondusif. Dengan pendekatan yang terarah, siswa baru dapat diarahkan untuk mencapai potensi maksimal mereka sejak dini. Proses ini melibatkan pendampingan, penilaian, dan pembinaan yang berkelanjutan sehingga semua siswa, baik yang lama maupun yang baru, dapat tumbuh menjadi individu yang kompeten dan berprestasi.Penentuan tujuan pelaksanaan kegiatan Dampak dalam kegiatan tersebut Penggunaan teknologi digital.Evaluasi dan monitoring Penerapan kegiatan . Penerapan teknologi digital di SMP Negeri 3 Tapango telah mulai mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran Beberapa perangkat teknologi yang digunakan Penerapan teknologi digital ini juga telah di terapkan pada saat kegiatan ulangan Tengah semester yang Dimana siswa dan siswi lebih mudah dalam mengerjakan soal soal yang diberikan dengan metode pembelajaran berbasis digital. Teknologi digital diterapkan di SMP Negeri 3 Tapango untuk mengintegrasikan pembelajaran. Mereka menggunakan komputer, proyektor, dan aplikasi pembelajaran digital. Sekolah ini juga menggunakan Google Classroom untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Namun, masih ada tantangan seperti akses internet dan perangkat yang kurang memadai. Guru menjadi fasilitator dalam mengembangkan keterampilan digital siswa. Pelatihan tentang teknologi digital penting bagi guru. Pembelajaran tidak terbatas pada ruang kelas fisik, era digital membutuhkan paradigma baru. Siswa diharapkan lebih mandiri dalam mencari informasi dan mengembangkan keterampilan digital. Manfaat digital bagi siswa SMP termasuk akses pendidikan yang lebih luas, namun juga ada dampak negatif seperti ketergantungan pada internet dan masalah kesehatan fisik dan mental. Cyberbullying dan risiko keamanan online juga merupakan dampak negatif. Pencegahan dilakukan dengan menyediakan edukasi tentang penggunaan gadget yang sehat, memfasilitasi kegiatan fisik dan kreativitas. Keterlibatan pemerintah dan masyarakat penting untuk kesuksesan pengembangan edukasi digital di sekolah. Meningkatkan literasi digital siswa penting untuk mempersiapkan mereka untuk masa depan.
Analisis Perbandingan Pendapatan Usaha Tani Kakao Sambung Samping dan Non Sambung Samping di Desa Riso Kabupaten Polewali Mandar: Comparative Analysis Of Cocoa Farming Income Between Side Grafting And Non-Side Grafting In Riso Village, Polewali Mandar Regency Ahri Rahman; Jumriani Dambe; Adi Putra Rahman
Balanca : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Balanca: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/balanca.v7i2.14837

Abstract

This study aims to analyze the income comparison between side-grafting and local cocoa farming in Riso Village, Polewali Mandar Regency. The research method used is a quantitative approach with primary and secondary data sources, and sampling was conducted using the Slovin method. Data analysis was performed using income analysis and R/C ratio. The results show that side-grafting cocoa farming is more profitable, with a total income of IDR 72,006,107 per hectare per year. The feasibility analysis indicates that the R/C ratio for side-grafting is 19.4 and for local cocoa farming is 15.6, meaning both types of farming are feasible to run. Side-grafting cocoa farming also has the advantage of easier maintenance, which can save time and costs for farmers. However, farmers need to consider weather factors when performing grafting to increase the success of side-grafting cocoa farming. This research provides valuable information for farmers and policymakers in developing more productive and profitable cocoa farming.