Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Workshop Strategi Pemasaran Digital untuk Pelaku UMKM di Desa Nepo St. Aisya; Resky Faradibah Suhab
Macoa : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2025): Macoa : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/macoajurnalpkm.v2i3.240

Abstract

UMKM di Desa Nepo menghadapi tantangan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Banyak pelaku usaha masih mengandalkan metode pemasaran tradisional, yang membatasi potensi visibilitas produk mereka. Untuk mengatasi kendala tersebut, workshop ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai strategi pemasaran digital. Fokus utama adalah memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana untuk memperluas jangkauan, membangun merek, menciptakan konten kreatif, serta menjangkau audiens dengan lebih efektif. Workshop ini menggunakan pendekatan blended learning yang menggabungkan teori, diskusi interaktif, dan studi kasus praktis, dipandu oleh seorang praktisi digital marketing berpengalaman. Kegiatan ini diikuti oleh 20 pelaku UMKM di Desa Nepo yang antusias mengembangkan bisnis mereka di ranah digital. Materi pelatihan mencakup penggunaan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business, pembuatan konten visual menarik, serta strategi pemasaran organik maupun berbayar. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta telah memperoleh pemahaman dasar yang baik mengenai pemasaran digital dan mulai merancang langkah-langkah untuk menerapkan ilmu yang diperoleh. Meski belum terdapat sesi praktik langsung, semangat peserta memperlihatkan kesiapan mereka untuk memanfaatkan peluang digital marketing guna mengembangkan usaha. Workshop ini berhasil memberikan dasar yang kuat bagi pelaku UMKM di Desa Nepo untuk meningkatkan daya saing mereka di era digital. Dengan pendampingan lanjutan, peserta diharapkan mampu mengoptimalkan strategi pemasaran digital yang telah dipelajari, memperluas pasar, meningkatkan visibilitas produk, dan memperkuat posisi bisnis mereka di lingkungan yang semakin kompetitif.
Analisis Kelayakan Usahatani Kakao di Desa Ratte Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar St. Aisya; Jumriani Dambe
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendapatan dan kelayakan usaha tani kakao di Desa Ratte, Kecamatan Tubbi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar. Kakao merupakan sumber utama penghidupan bagi sebagian besar masyarakat di desa tersebut. Namun, belakangan ini produktivitas kakao mengalami penurunan akibat serangan hama dan usia tanaman yang sudah tua. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling) terhadap 43 petani kakao. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan alat ukur kelayakan finansial seperti Return Cost Ratio (R/C), Produktivitas Modal (π/C), dan Break Even Point (BEP). Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan petani mencapai Rp15.354.419 per hektar per tahun, dengan total biaya produksi sebesar Rp3.753.209. Nilai R/C Ratio sebesar 4,1 dan π/C Ratio sebesar 3,1 menandakan bahwa usahatani kakao di wilayah ini layak secara ekonomi. Meski demikian, petani masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, rendahnya tingkat pendidikan, serta serangan hama yang mengganggu hasil panen. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta keberlanjutan usaha tani kakao di daerah tersebut.