Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KULIAH KERJA NYATA DALAM MENDUKUNG PROGRAM STUNTING FREE MELALUI EDUKASI KELUARGA SEHAT DI DESA LAMPENAI, KECAMATAN WOTU, KABUPATEN LUWU TIMUR Abd Wafiq; Nur Fadhila; Miftahul jannah; Inka sari; ilfa fitriani arif; Putri nur; lilla mustika; Muh fachri aidil akbar; Nisrina atirah budi; Pinkan novia febiola; Aulia putri; Ria Amelinda
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 06 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Stunting-Free dan Keluarga Sehat yang dilaksanakan oleh mahasiswa UIN Palopo pada Posko 3-3 di Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang berfokus pada pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Desa Lampenai memiliki potensi sumber daya yang besar, namun masih menghadapi berbagai permasalahan dalam kesehatan masyarakat, seperti rendahnya pengetahuan ibu hamil dan ibu balita mengenai gizi seimbang, pemanfaatan posyandu yang belum optimal, kurangnya edukasi terkait kesehatan reproduksi remaja putri, serta minimnya pemanfaatan pekarangan sebagai kebun gizi. Kegiatan KKN ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang menitikberatkan pada pemanfaatan aset individu, sosial, fisik, dan budaya yang dimiliki desa.Serangkaian program dilaksanakan, antara lain pelatihan kader gizi, pembuatan video edukasi visual, penyusunan buku resep lokal bergizi, demo masak keluarga sehat, senam lansia mingguan, gotong royong kebersihan lingkungan, dan pembuatan taman TOGA. Implementasi kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, mengoptimalkan peran kader posyandu, mendorong perilaku hidup bersih dan sehat, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kader, meningkatnya kesadaran keluarga terhadap gizi seimbang dan tumbuh kembang anak, serta terbentuknya wadah edukasi berkelanjutan melalui media visual dan kebun TOGA.Dengan demikian, program KKN ini memberikan dampak positif dalam upaya mewujudkan Desa Lampenai sebagai desa Stunting-Free dan berorientasi pada kesehatan keluarga. Selain itu, pendekatan ABCD terbukti efektif dalam melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif serta menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan di wilayah lain.
Peran Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Sekolah Dasar Isyah Nurma Indah; Zulfa Fratmasari; Desi Purwati; Aulia Putri
Pedagogical Education and Review of Linguistics Volume 1 Issue 3, September 2025
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/pearl.v1i3.389

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting dalam perkembangan komunikasi siswa sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa melalui pendekatan pembelajaran yang efektif dan komunikatif. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai fasilitator, motivator, dan model dalam pembelajaran berbicara. Guru tidak hanya memberikan materi, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keberanian siswa untuk berbicara, serta memberikan umpan balik konstruktif untuk meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan siswa.