Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INTEGRASI NILAI-NILAI EKONOMI ISLAM DALAM KURIKULUM: PENDIDIKAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH Gigih Hadi Nugroho Said; Hilalludin Hilalludin
TAKAFUL: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah Vol. 1 No. 1 (2025): TAKAFUL: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Economic education plays a strategic role in shaping students’ knowledge, attitudes, and skills to face the dynamic challenges of the modern economic world. However, the current curriculum in Indonesian secondary schools tends to adopt a conventional economic paradigm, focusing more on technical and market-based aspects, while neglecting the integration of Islamic economic values. This study aims to fill the gap by developing a model for integrating Islamic economic values—such as prohibition of riba, justice in distribution, zakat, waqf, and ethical business conduct—into the economics curriculum. Unlike previous studies that mainly focused on Islamic economics in financial institutions, this research addresses the practical implementation of these values in formal education settings. Motivated by the urgency to produce not only academically competent graduates but also morally sound individuals, the study uses a qualitative approach through library research and curriculum document analysis. The findings reveal that integrating Islamic economic principles can provide a more holistic economic understanding, bridging ethical-spiritual dimensions with modern economic practices. Furthermore, the study proposes a systematic model of curriculum integration involving content, teaching methods, and evaluation strategies. The results hold significant implications for policymakers, educators, and curriculum developers in shaping an economic education that aligns with Indonesia’s religious and cultural values.  
Implementasi Kurikulum Keagamaan Islam dalam Kebijakan MBKM: Kajian Konseptual Integratif Gigih Hadi Nugroho Said; Akmal Badruzzaman
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 03 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi kebijakan pendidikan tinggi melalui Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) telah menuntut lembaga pendidikan Islam untuk mengadaptasikan kurikulum keagamaan tanpa kehilangan identitas nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual hubungan antara nilai dasar pendidikan Islam dengan prinsip-prinsip MBKM serta mengembangkan model teoretis yang relevan bagi penguatan kurikulum keagamaan Islam di era kebijakan pendidikan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan konseptual-deskriptif. Sumber data mencakup literatur ilmiah, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian terkini mengenai pendidikan Islam dan MBKM periode 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya keselarasan epistemologis antara tafaqquh fi al-din, adab, dan amanah dengan nilai-nilai kemandirian, kolaborasi, dan kontekstualitas dalam MBKM. Integrasi tersebut menghasilkan Model PAI–MBKM Integratif, yang menggambarkan sinergi antara spiritualitas Islam dan kebijakan pendidikan nasional. Secara teoretis, penelitian ini menawarkan konsep “epistemologi integratif pendidikan Islam” sebagai fondasi pembaruan kurikulum yang responsif terhadap kebijakan nasional namun tetap berakar pada nilai-nilai Islam.
Nafs al-Lawwāmah as a Moral-Spiritual Awareness Framework in Islamic Religious Education Gigih Hadi Nugroho Said; Rahman Zaki Rizaldy; Yusuf Qardhawi Ridho Sarky; Fajar Ardyansah; Suhartono
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1164

Abstract

This This study aims to construct the Nafs al-Lawwāmah Moral-Spiritual Awareness Model as a conceptual framework for strengthening moral-spiritual awareness in Islamic Religious Education. The study employed an integrative qualitative conceptual design supported by empirical evidence collected from 25 undergraduate students of the Islamic Religious Education program selected through purposive sampling. Primary data were derived from the thematic interpretation of Qur'an 75:2 and Tafsir Ibn Kathir, while secondary data were obtained from contemporary literature on Islamic Religious Education, Islamic psychology, and moral psychology. Empirical data were collected using an online questionnaire consisting of Likert-scale items and open-ended questions, then analyzed through thematic content analysis, thematic synthesis, descriptive statistics, thematic coding, and conceptual mapping. The findings identified five interconnected dimensions of moral-spiritual awareness, namely spiritual guilt, self-reflection (muhasabah), repentance (tawbah), accountability before Allah, and behavioural improvement. Qualitative analysis further revealed six overarching themes that explain how students interpret moral awareness as a dynamic process of spiritual transformation. Based on the integration of Qur'anic interpretation, literature synthesis, and empirical findings, this study proposes the Nafs al-Lawwāmah Moral-Spiritual Awareness Model, which repositions nafs al-lawwāmah from a theological concept into a pedagogical framework for Islamic Religious Education. The proposed model contributes to the development of reflective and transformative learning by integrating spiritual awareness, self-regulation, repentance, and transcendental accountability into a coherent educational framework.
Estetika Puisi Arab Klasik Analisis Stilistika atas Karya alMutanabbi Gigih Hadi Nugroho Said; Hilalludin Hilalludin
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 1 No. 02 (2025): Qawaid: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puisi Arab klasik sejak pra-Islam hingga masa Abbasiyah tidak hanya hadir sebagai karya estetik, tetapi juga sebagai sarana komunikasi intelektual, sosial, dan ideologis. Di antara penyair besar tradisi ini, Abu al-Ṭayyib al-Mutanabbi (915–965 M) menempati posisi istimewa dengan puisi yang memadukan kekuatan bahasa, kedalaman makna, dan fungsi politis. Penelitian ini bertujuan mengkaji estetika puisi al-Mutanabbi melalui pendekatan stilistika untuk menyingkap perangkat kebahasaan yang membangun daya estetik dan retorisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan data utama berupa Dīwān al-Mutanabbi dan literatur pendukung terkait teori stilistika Arab klasik maupun modern. Data dianalisis dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, mendeskripsikan, dan menginterpretasikan perangkat morfologis, fonologis, semantik, musikal, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keindahan puisi al-Mutanabbi lahir dari integrasi utuh antarunsur kebahasaan: pola morfologis intensif memperbesar daya ekspresif, rima dan aliterasi menciptakan musikalitas, metafora dan oposisi dikotomis memperluas makna filosofis, sedangkan hiperbola dan paralelisme memperkuat fungsi retoris. Integrasi aspek-aspek tersebut menjadikan puisi al-Mutanabbi bukan hanya cermin zamannya, tetapi juga karya universal yang tetap relevan dalam wacana sastra global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa estetika puisi al-Mutanabbi harus dipahami secara komprehensif, dan implikasinya dapat diterapkan dalam pengajaran sastra Arab di Indonesia agar lebih apresiatif dan bermakna.