Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKONOMI ISLAM MASA KINI: ANTARA REGULASI, GAYA HIDUP, DAN TEKNOLOGI SOSIAL Muhammad Hafiz Zohri; Hilalludin Hilalludin
TAKAFUL: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah Vol. 1 No. 1 (2025): TAKAFUL: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study addresses the significant transformation of Islamic economics over the last two decades, highlighting its expansion from a financial system free of usury to a broader socio-economic phenomenon involving lifestyle, culture, and technological innovation. Unlike previous research that mainly focuses on formal Islamic finance institutions, this study examines the intersection of regulation, contemporary Muslim lifestyles, and social technology as key drivers shaping the current dynamics of Islamic economics. The motivation behind this research is to understand how these factors influence the authenticity and sustainability of Islamic economic practices amid globalization and digitalization. Using a qualitative approach through library research, this study critically reviews scholarly literature, regulatory documents, and social narratives to provide a comprehensive conceptual analysis. The findings reveal a complex interaction where regulatory frameworks often lag behind rapid societal changes, Muslim lifestyles sometimes emphasize symbolic consumption over substantive spiritual values, and technology presents both opportunities for inclusion and risks of commodifying religion. The study emphasizes the need for adaptive regulatory mechanisms grounded in maqashid shariah (objectives of Islamic law), enhanced digital literacy, and critical engagement with Muslim consumer culture. The policy implication is that Islamic economic development requires an integrative and interdisciplinary framework to ensure that economic activities truly reflect Islamic ethical principles and contribute to social justice, sustainability, and community welfare.
Pemikiran Ibn Jinni Tentang Linguistik  Arab Dan Relevansinya Bagi Kajian Linguistik Muhammad Hafiz Zohri; Hilalludin Hilalludin
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 1 No. 02 (2025): Qawaid: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kegelisahan akademik bahwa pemikiran Ibn Jinni, salah satu tokoh sentral linguistik Arab klasik, sering kali hanya diposisikan sebagai warisan historis, bukan sebagai kerangka teoretis yang dapat berdialog dengan linguistik modern. Melalui karya monumentalnya al-Khaṣā’iṣ dan al-Luma‘, Ibn Jinni merumuskan konsep fonologi, morfologi, dan semantik yang sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran Ibn Jinni dengan teori linguistik kontemporer, seperti derivasi morfologi dan Optimality Theory. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan desain studi kepustakaan komparatif, di mana data primer dari karya Ibn Jinni dibandingkan dengan teori modern serta diperkuat oleh literatur sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Jinni memiliki pemahaman mendalam tentang struktur bunyi yang selaras dengan kerangka fonologi modern, konsep isytiqāq yang berhubungan erat dengan teori derivasi morfologi, serta analisis lafazh-makna yang sejalan dengan perspektif strukturalis dalam semantik. Temuan ini menegaskan bahwa pemikiran Ibn Jinni tidak hanya bernilai historis, melainkan juga memiliki potensi epistemologis untuk memperkaya paradigma linguistik kontemporer, khususnya dalam pengajaran bahasa Arab berbasis analisis teoretis. Dengan demikian, integrasi tradisi klasik dan linguistik modern melalui kajian Ibn Jinni memberikan kontribusi konseptual yang signifikan bagi perkembangan linguistik Arab modern sekaligus membuka ruang metodologis baru dalam studi kebahasaan.