Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM: PERAN MADRASAH, PESANTREN, DAN UNIVERSITAS DALAM MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN ZIDAN KHALIK AL JABER; HILALLUDIN HILALLUDIN; SITI MASLAHATUL KHAER
ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): ABDUSSALAM: JURNAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM
Publisher : ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education in Indonesia, through madrasahs, pesantrens, and universities, plays a vital role in shaping the character and com Islamic education in Indonesia, through madrasahs, pesantrens, and universities, plays a vital role in shaping the character and competencies of the nation's generation. Each institution has a unique contribution: madrasahs focus on strengthening religious education, pesantrens emphasize the formation of morals and spirituality, while universities play a role in the development of science and technology. However, significant challenges are faced in integrating a curriculum that is relevant to the needs of the times, utilizing technology in learning, and improving the quality of educators. Synergy between these three institutions is essential to create an adaptive and innovative Islamic education system, capable of addressing global challenges and producing a generation that is intelligent, ethically upright, and prepared to face the dynamics of the times. petencies of the nation's generation. Each institution has a unique contribution: madrasahs focus on strengthening religious education, pesantrens emphasize the formation of morals and spirituality, while universities play a role in the development of science and technology. However, significant challenges are faced in integrating a curriculum that is relevant to the needs of the times, utilizing technology in learning, and improving the quality of educators. Synergy between these three institutions is essential to create an adaptive and innovative Islamic education system, capable of addressing global challenges and producing a generation that is intelligent, ethically upright, and prepared to face the dynamics of the times.
Strategi Penerjemahan Istilah Keagamaan Arab ke dalam Bahasa Indonesia: Sebuah Telaah Kritis Zidan Khalik Al Jaber; Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 1 No. 02 (2025): Qawaid: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerjemahan istilah keagamaan Arab ke dalam bahasa Indonesia merupakan fenomena penting dalam kajian bahasa, karena teks-teks keagamaan seperti Al-Qur’an, hadis, dan kitab klasik memiliki makna yang kompleks serta berfungsi sebagai sumber utama pemahaman keislaman masyarakat Indonesia. Tantangan utama dalam penerjemahan ini terletak pada istilah-istilah kunci seperti takwa, jihad, dan shalat yang tidak memiliki padanan sempurna dalam bahasa Indonesia, sehingga penerjemah harus menentukan strategi yang tepat antara mempertahankan bentuk asli (foreignisasi) atau menyesuaikannya dengan budaya pembaca (domestikasi). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai karya terjemahan dan sumber akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemah menerapkan strategi literal, adaptasi, domestikasi, maupun foreignisasi, dengan variasi pemilihan tergantung pada konteks teks serta tujuan penerjemah. Misalnya, takwa kadang dipertahankan untuk menjaga keaslian makna teologis, tetapi juga diterjemahkan menjadi “ketaatan” atau “kesalehan” agar lebih komunikatif. Istilah jihad sering menimbulkan dilema karena konotasi politik dan historisnya, sementara shalat lebih banyak dipertahankan dalam bentuk aslinya karena sifatnya yang sangat spesifik. Temuan ini menegaskan bahwa strategi penerjemahan bukanlah proses teknis semata, melainkan juga praktik interpretatif yang sarat nilai ideologis, kultural, dan teologis. Simpulan penelitian ini menekankan perlunya keseimbangan antara menjaga keaslian makna Arab dan memudahkan pemahaman bagi pembaca Indonesia, sehingga penerjemahan istilah keagamaan dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi sekaligus pelestarian identitas religius.