Muhammad Jailani
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI KEPATUHAN SYARIAH DAN KUALITAS LAYANAN UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN SERTA LOYALITAS NASABAH BANK SYARIAH Muhammad Jailani
TAKAFUL : Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah Vol. 1 No. 2 (2025): TAKAFUL : Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus kajian berada pada pengaruh kepatuhan syariah dan kualitas layanan terhadap kepercayaan serta loyalitas nasabah bank syariah di Yogyakarta. Isu ini penting karena meskipun industri perbankan syariah di Indonesia berkembang pesat, masih terdapat kesenjangan antara idealisme nilai-nilai Islam dan praktik operasional di lapangan. Sebagian nasabah meragukan keaslian penerapan prinsip syariah dan menilai kualitas layanan belum sekompetitif bank konvensional. Dalam situasi persaingan digital dan meningkatnya literasi keuangan masyarakat, menjaga kepercayaan serta loyalitas menjadi faktor kunci bagi keberlanjutan industri perbankan syariah. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, dan analisis dokumen terhadap 15 informan yang terdiri atas nasabah aktif, pegawai bank, dan anggota Dewan Pengawas Syariah. Analisis dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber dan metode serta member checking untuk memastikan keakuratan hasil. Hasil menunjukkan bahwa kepatuhan syariah menjadi fondasi utama dalam membentuk kepercayaan, sedangkan kualitas layanan memperkuat hubungan emosional dan fungsional antara nasabah dan bank. Kepercayaan berperan sebagai mediator yang menghubungkan keduanya dengan loyalitas. Nasabah yang meyakini integritas syariah cenderung tetap loyal meskipun insentif finansial di bank konvensional lebih tinggi, sementara generasi muda menuntut layanan digital yang cepat dan efisien. Secara tegas disimpulkan bahwa keberhasilan bank syariah bergantung pada kemampuan menghadirkan keseimbangan antara nilai spiritual dan profesionalisme layanan. Inovasi digital berbasis prinsip Islam menjadi strategi kunci untuk mempertahankan kepercayaan dan menumbuhkan loyalitas jangka panjang nasabah di era modern.
MAQĀṢID AL-SYARĪ‘AH DALAM REGULASI PERBANKAN SYARIAH: TINJAUAN LITERATUR Muhammad Jailani; Hadi Auliya Asalam
TAKAFUL : Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah Vol. 1 No. 2 (2025): TAKAFUL : Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan perbankan syariah di tingkat global menuntut kerangka regulasi yang tidak hanya menjamin stabilitas sistem keuangan, tetapi juga selaras dengan tujuan substantif syariah (maqāṣid al-syarī‘ah). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana maqāṣid al-syarī‘ah diintegrasikan dalam regulasi perbankan syariah internasional serta mengidentifikasi tantangan dan implikasi penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur terhadap artikel jurnal ilmiah dan standar internasional yang terindeks dalam Google Scholar, SINTA, dan Scopus dalam rentang lima tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui analisis isi untuk mengidentifikasi tema, pola, dan kecenderungan pemikiran akademik serta kebijakan regulasi terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi maqāṣid al-syarī‘ah dalam regulasi perbankan syariah internasional masih bersifat implisit dan lebih menekankan pada aspek perlindungan harta dan stabilitas sistem keuangan. Pendekatan regulasi yang dominan masih berorientasi prudensial dan teknokratis, sehingga dimensi keadilan sosial, kesejahteraan, dan kemaslahatan masyarakat belum sepenuhnya terakomodasi secara operasional. Tantangan utama yang teridentifikasi meliputi perbedaan interpretasi maqāṣid, keterbatasan indikator pengukuran yang terstandarisasi, serta kesenjangan antara standar internasional dan implementasi regulasi nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pengembangan model regulasi perbankan syariah berbasis maqāṣid yang bersifat hibrida, dengan mengintegrasikan standar internasional dan indikator tujuan syariah yang terukur, guna memastikan tercapainya stabilitas keuangan sekaligus tujuan substantif syariah.
DARI FIKIH KLASIK KE PRAKTIK MODERN: KINERJA PERBANKAN SYARIAH DALAM PERSPEKTIF MAQĀṢID AL-SHARĪ‘AH Muhammad Jailani; Muhammad Ryan Anwar
TAKAFUL : Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah Vol. 1 No. 2 (2025): TAKAFUL : Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Maqāṣid al-Sharī‘ah dalam kinerja perbankan syariah dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) melalui pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Fokus kajian diarahkan pada literatur ilmiah lima tahun terakhir yang membahas penerapan nilai-nilai maqāṣid dalam sistem evaluasi dan operasional perbankan syariah. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan Maqāṣid al-Sharī‘ah memberikan kerangka yang lebih holistik dalam menilai kinerja bank syariah, karena tidak hanya berorientasi pada indikator finansial seperti profitabilitas dan efisiensi, tetapi juga mencakup dimensi spiritual, sosial, dan etika. Lima dimensi utama maqāṣid—hifẓ al-dīn (perlindungan agama), hifẓ al-māl (perlindungan harta), hifẓ al-nafs (perlindungan jiwa), hifẓ al-‘aql (perlindungan akal), dan hifẓ al-nasl (perlindungan keturunan)—dapat diterjemahkan ke dalam indikator kinerja yang aplikatif, seperti kepatuhan syariah, tanggung jawab sosial, transparansi pengelolaan dana, dan keberlanjutan ekonomi. Dengan demikian, penerapan konsep maqāṣid tidak hanya memperkuat keunggulan kompetitif perbankan syariah, tetapi juga memastikan bahwa seluruh aktivitas operasionalnya berkontribusi terhadap kemaslahatan umat dan keadilan sosial. Penelitian ini diharapkan menjadi landasan teoritis bagi pengembangan instrumen pengukuran kinerja perbankan syariah yang berbasis nilai-nilai Maqāṣid al-Sharī‘ah, serta menjadi acuan bagi regulator dan praktisi dalam meningkatkan efektivitas sistem keuangan Islam yang berkelanjutan dan beretika.