Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penelitian Linguistik Modern Tentang Mufradat Mohammad Rizqi Alif Syuhada’; Ubaid Ridho
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/9w4ysq04

Abstract

Makalah ini membahas tentang mufradat atau kosakata dalam konteks linguistik modern, khususnya dalam bahasa Arab. Mufradat merupakan salah satu unsur penting dalam pembelajaran bahasa karena berfungsi sebagai pembentuk ungkapan, kalimat, dan wacana. Pembahasan diawali dengan definisi mufradat menurut para ahli, bentuk-bentuk mufradat yang terdiri dari isim, fi’il, dan huruf, serta kedudukannya dalam sistem bahasa Arab. Selain itu, makalah ini juga mengulas perkembangan penelitian linguistik tentang mufradat dari era klasik hingga modern. Pada era modern, perkembangan mufradat dipengaruhi oleh kebutuhan komunikasi global, perkembangan teknologi, dan pengaruh budaya asing. Tokoh-tokoh linguistik modern seperti Tamam Hassan, Mahmoud Fahmy Hegazy, Ibrahim Anis, dan Ahmad Mukhtar Omar memperkenalkan pendekatan baru terhadap mufradat, dengan penekanan pada konteks, struktur, dan hubungan makna antar kata. Dengan demikian, makalah ini menegaskan pentingnya penguasaan mufradat yang tidak hanya hafalan kata, melainkan juga pemahaman makna dalam konteks yang benar.
TELAAH PERBANDINGAN KURIKULUM 2013 DAN KMA 183-184 TAHUN 2019 DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH TSANAWIYAH Fajar Lazuardi; Keysa Tamami; Ubaid Ridho; Maswani Maswani
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ihya.v11i3.27094

Abstract

This study aims to analyze the conceptual and implementive differences between the 2013 Curriculum and the 2019 Curriculum (KMA No. 183-184 of 2019) in Arabic language learning at the Madrasah Tsanawiyah level. Using a qualitative research method based on literature study, this study examines the philosophical, sociological, psychopedagogical foundations, and characteristics of the two curriculums as listed in various official documents and scientific literature. The results of the study show that the 2013 Curriculum emphasizes national standardization through the structure of Core Competencies (KI) and Basic Competencies (KD) which are standard and centralized, so that Arabic language learning tends to be oriented to structural and theoretical aspects. On the contrary, KMA 183-184 of 2019 presents a new paradigm through Learning Outcomes (CP) and Learning Objectives (TP) that are more flexible, contextual, and oriented towards communicative competence and religious moderation. The 2019 curriculum also provides more space for the use of technology, strengthening local culture, and teacher autonomy in designing learning that is relevant to the needs of students and the challenges of the Industrial Revolution 4.0 era. Thus, it can be concluded that KMA 2019 offers a more adaptive, holistic, and functional approach to learning Arabic, while responding to global demands and the development of science and technology.
Penilaian Autentik Bahasa Arab (Kurikulum Merdeka) Puji Sumeh Pangestu; Mahdi Ibnu Hamid; Raswan Raswan; Ubaid Ridho
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 1 No. 03 (2025): Qawaid: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka menempatkan asesmen sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang bertujuan memberikan informasi komprehensif tentang perkembangan peserta didik. Salah satu bentuk asesmen yang dipandang paling relevan dalam konteks pembelajaran abad 21 adalah penilaian autentik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep penilaian autentik dalam pembelajaran Bahasa Arab, urgensinya dalam implementasi Kurikulum Merdeka, serta bentuk penerapannya yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan melalui analisis berbagai referensi yang membahas asesmen autentik, Kurikulum Merdeka, dan pembelajaran bahasa Arab. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian autentik mampu memberikan gambaran menyeluruh terkait kompetensi peserta didik, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Implementasi asesmen autentik yang mencakup proyek, kinerja, portofolio, observasi, dan penilaian diri terbukti mampu mendukung pembelajaran Bahasa Arab yang lebih aplikatif dan berorientasi pada kemampuan komunikatif. Dengan demikian, penilaian autentik sangat relevan digunakan sebagai strategi asesmen dalam Kurikulum Merdeka guna mendorong peserta didik menguasai Bahasa Arab secara fungsional dan kontekstual.
Penilaian Ranah Afektif Dalam Pendidikan Bahasa Arab Sulaeman Sulaeman; Suwandi Suwandi; Ubaid Ridho; Raswan Raswan
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 1 No. 03 (2025): Qawaid: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan kognitif dan keterampilan berbahasa, tetapi juga membentuk sikap, minat, dan motivasi peserta didik. Ranah afektif memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pembelajaran bahasa Arab karena berhubungan langsung dengan keterlibatan emosional siswa terhadap proses belajar. Namun, dalam praktiknya, penilaian ranah afektif sering kali kurang mendapatkan perhatian dibandingkan ranah kognitif dan psikomotorik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep ranah afektif, bentuk-bentuk penilaian yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab, serta manfaatnya bagi siswa, guru, dan lembaga pendidikan. Pembahasan didasarkan pada kajian teoretis taksonomi ranah afektif menurut Krathwohl yang meliputi receiving, responding, valuing, organization, dan characterization. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian ranah afektif dapat dilakukan melalui berbagai teknik, seperti observasi, angket sikap, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan catatan anekdot. Penilaian yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan mampu memberikan gambaran utuh tentang sikap siswa serta menjadi dasar perbaikan strategi pembelajaran. Dengan demikian, penilaian ranah afektif merupakan bagian integral dalam pembelajaran bahasa Arab yang berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar, pembentukan karakter, dan pencapaian tujuan pendidikan Islam secara holistik.