Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Telaah Yuridis Dan Filosofis Sistem Pendidikan Diniyah pada Tingkat Menengah (Wustha) dan Tingkat Lanjutan (Ulya);: Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Suwandi Suwandi; Ubaid Ridlo; Raswan Raswan
Jurnal Al-Hibru Vol. 3 No. 2 (2026): Al-Hibru: Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya (Maret-Agustus)
Publisher : Yayasan Haiah Nusratul Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59548/hbr.v3i2.544

Abstract

This study aims to strengthen the normative and philosophical foundations of Pendidikan Diniyah Formal at the Wustha and Ulya levels in Indonesia as an effort to align the pesantren system with the national education framework. Within the scope of Law No. 20 of 2003 on the National Education System, Pendidikan Diniyah Formal holds a strategic role as both a legally recognized Islamic institution and a center for spiritual and moral development. Using a qualitative descriptive method through literature review, this study examines educational regulations, legal frameworks, and scholarly works related to pesantren and Arabic Language education. The analysis explores the interconnection between juridical legitimacy and philosophical principles in the formulation of the Pendidikan Diniyah Formal curriculum. Findings show that the curriculum is supported by a strong legal basis (Law No. 20/2003, PP No. 55/2007, PMA No. 13/2014, and Law No. 18/2019) and grounded in the principle of tafaqquh fi al-din, which integrates religious and general sciences to build student character. Strengthening the Pendidikan Diniyah Formal curriculum through juridical and philosophical approaches is essential to developing inclusive, high-quality, and globally relevant Arabic language education.
Penilaian Ranah Afektif Dalam Pendidikan Bahasa Arab Sulaeman Sulaeman; Suwandi Suwandi; Ubaid Ridho; Raswan Raswan
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 1 No. 03 (2025): Qawaid: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan kognitif dan keterampilan berbahasa, tetapi juga membentuk sikap, minat, dan motivasi peserta didik. Ranah afektif memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pembelajaran bahasa Arab karena berhubungan langsung dengan keterlibatan emosional siswa terhadap proses belajar. Namun, dalam praktiknya, penilaian ranah afektif sering kali kurang mendapatkan perhatian dibandingkan ranah kognitif dan psikomotorik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep ranah afektif, bentuk-bentuk penilaian yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab, serta manfaatnya bagi siswa, guru, dan lembaga pendidikan. Pembahasan didasarkan pada kajian teoretis taksonomi ranah afektif menurut Krathwohl yang meliputi receiving, responding, valuing, organization, dan characterization. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian ranah afektif dapat dilakukan melalui berbagai teknik, seperti observasi, angket sikap, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan catatan anekdot. Penilaian yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan mampu memberikan gambaran utuh tentang sikap siswa serta menjadi dasar perbaikan strategi pembelajaran. Dengan demikian, penilaian ranah afektif merupakan bagian integral dalam pembelajaran bahasa Arab yang berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar, pembentukan karakter, dan pencapaian tujuan pendidikan Islam secara holistik.