Safrihady Safrihady
Institut Sains dan Bisnis Internasional (ISBI) Singkawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai Kearifan Lokal sebagai Pilar Pemertahanan Teater Tradisional Mendu Kalimantan Barat Gunta Wirawan; Eti Sunarsih; Wahyuni Oktavia; Safrihady Safrihady; Zulfahita Zulfahita; Sri Mulyani; Lili Yanti
SAWERIGADING Vol 30, No 1 (2024): Sawerigading, Edisi Juni 2024
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v30i1.1250

Abstract

Traditional theater Mendu has become the identity of the West Kalimantan Malay community because in the Mendu performance various Malay elements are preserved such as customs, oral traditions, oral literature, regional languages, traditional clothing, regional dances, Malay pencak silat and other values. These values are local wisdom that can be a pillar in maintaining traditional theater Mendu. This research aims to describe the local wisdom values contained in the traditional theater Mendu of West Kalimantan. The method used is a qualitative descriptive method with an ethnographic approach. The research results show that Mendu has good local wisdom values, that are worth preserving. These values are integrated into a Mendu performance, including: (1) the value of Malay identity, (2) religious values, (3) the value of the tradition of cooperation, (4) the value of preserving regional languages, (5) the value of preserving oral literature, (6) the value of preserving traditional pencak silat, (7) the value of preserving traditional Malay clothing, (8) the value of preserving regional dances, (9) the value of Malay customs, (10) the value of community education, (11) the value of kinship and social solidarity. AbstrakTeater tradisional Mendu menjadi identitas masyarakat Melayu Kalimantan Barat dikarenakan dalam pertunjukan Mendu tersimpan berbagai unsur kemelayuan seperti adat istiadat, tradisi lisan, sastra lisan, bahasa daerah, pakaian adat, tari daerah, pencak silat Melayu, dan nilai-nilai lainnya. Nilai-nilai tersebut merupakan kearifan lokal yang dapat menjadi pilar dalam pemertahanan teater tradisional Mendu. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam teater tradisional Mendu Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatf dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mendu memiliki nilai kearifan lokal yang baik, sehingga patut untuk dilestarikan. Nilai-nilai tersebut terintegrasi dalam sebuah pertunjukan Mendu, antara lain: (1) nilai identitas melayu, (2) nilai religi, (3) nilai tradisi gotong royong, (4) nilai pemertahanan bahasa daerah, (5) nilai pelestarian sastra lisan, (6) nilai pelestarian pencak silat tradisional, (7) nilai pelestarian pakaian adat melayu, (8) nilai pelestarian tari daerah, (9) nilai adat istiadat Melayu, (10) nilai edukasi masyarakat, (11) nilai kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Klaudia Maya; Safrihady Safrihady; Insan Suwanto
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v12i1.5684

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Snowball Throwing terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. 2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran lempar bola salju terhadapa kemampuan membaca pemahaman siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian kuantitatif ini menggunakan  desain Quasi eksperimen dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design . Populasi penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan Teknik pengukuran dengan instrumen berupa tes membaca pemahaman yang diberikan sebelum ( pre-test) dan sesudah ( post-test ) perlakuan . Sebelum uji hipotesis, uji perendaman dilakukan terlebih dahulu melalui uji normalitas dan homogenitas. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, sehingga dapat dilanjutkan dengan uji hipotesis. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji independen sampel t-test dan perhitungan effect size . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pengaruh pada kemampuan membaca pemahaman siswa setelah penerapan model lempar bola salju, terdapat dengan nilai rata-rata pre-test 52,40 meningkat menjadi 74,80 pada post-test . Hasil uji independen sampel t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 yang kurang dari 0,05, mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai kelompok kontrol dan eksperimen. 2) besarnya pengaruh model menunjukkan nilai 901 yang termasuk dalam kategori besar.