Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui perbedaan model yurisprudensi inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis; 2) seberapa besar pengaruh model yurisprudensi inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis siswa; 2) untuk mengetahui aktivitas belajar siswa saat diterapkan model yurisprudensi inkuiri pada Materi daerahku dan kekayaan alamnya Kelas IV MIN Singkawang Tehadap Kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV MIN Singkawang, sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling, sampel yang dipilih terdiri dari dua kelas yaitu kelas IVA sebagai kelas eksperimen dan kelas IVB sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes, Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan uji-t, Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diberikan model pembelajaran yurisprudensi inkuiri dan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional, melalui perhitungan uji-t diperoleh thitung=11,403 sedangkan pada taraf signifikansi 5% ttabel adalah 2,011, sehingga thitung ≥ ttabel (11,403 ≥ 2,011) dengan perolehan nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih dari pada kelas kontrol yaitu sebesar 76,72 > 46,56; 2) Model pembelajaran yurisprudensi inkuiri memberikan pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis, melalui perhitungan effect size diperoleh 2,87 berada pada kriteria tinggi karena 2,87 berada pada ES ≥ 0,8; 3) aktivitas belajar siswa selama pembelajaran menggunakan model yurisrudensi inkuiri dengan lembar observasi aktivitas siswa dilakukan oleh 3 pengamat dengan rata-tata persentase pada pertemuan 1 dan 2 sebesar 83,33% tergolong kategori aktif, Sesuai dengan kriteria aktivitas siswa 83,33% terletak pada 80% < aktivitas 100%.