Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Work-Life Balance and Organizational Commitment on Turnover Intention with Career Development as a Moderating Variable Annisa Ramadhan; Hasna Sabrina Septiani Hasna; Canisa Helmi Helmi
Journal of Management and Digital Business Vol. 1 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Az Zukhruf Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65440/rryx8k78

Abstract

Purpose – This research aims to obtain empirical evidence about the effect of work life balance and organizational commitment on turnover intention with career development as a moderasi variable Design/methodology/approach – This research uses a quantitative type of research. This research was conducted using a questionnaire distributed to educators in private institutions, namely as many as 35 questionnaires distributed via email and social media. Each questionnaire distributed contains 30 statements for respondents to answer. From the distribution of the questionnaire, 30 respondents provided answers from 2 private institutions. To get the results of this research, researchers used PLS SEM Version 3.0. Findings – The results of this research found that work life balance has a negative and insignificant effect on turnover intention, organizational commitment has a positive and insignificant effect on turnover intention, career development can weaken the relationship between work life balance and turnover intention, career development can strengthen the relationship between organizational commitment to turnover intention.  Research limitations/implications – The focus is to explore the relationship between these independent variables and turnover intention, emphasizing the importance of understanding the intention to leave a job among educators in private educational institutions.
Pelatihan dan Pendampingan Pengolahan Keripik Singkong dan Pisang Untuk Meningkatkan Produktivitas UMKM (Studi Kasus: Desa Bantengputih Kabupaten Lamongan) Titus Kristanto; Annisa Ramadhan; Erly Ekayanti Rosyida; Hirosi Diva Gunawan; Shelina Rendra Nanbelia; Chintya Tribhuana Utami; Muhammad Dwi Hariyanto; Bambang Agus Sumantri
Darma Abdi Karya Vol. 5 No. 1 (2026): Darma Abdi Karya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/darmaabdikarya.v5i1.3029

Abstract

Desa Bantengputih di Kabupaten Lamongan memiliki potensi untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM Keripik SIngkong dan Pisang didirikan oleh Desa Bantengputih dengan menggunakan singkong dan pisang milik warga. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) keripik singkong dan pisang melalui pelatihan dan pendampingan berbasis teknologi tepat guna (TTG). Mitra menghadapi masalah klasik seperti pengirisan manual yang tidak seragam, tingkat minyak yang tinggi, kemasan yang sederhana, dan keterbatasan dalam pemasaran digital. Solusi yang ditawarkan mencakup penerapan mesin pengiris, alat peniris minyak (spinner), dan sealer kemasan. Metode pelaksanaan terdiri dari enam tahap: persiapan dan koordinasi, pengenalan kebutuhan, perencanaan dan pengadaan TTG, pelatihan dan pendampingan, pengawasan dan evaluasi, keberlanjutan dan diseminasi. Sepuluh UMKM binaan secara aktif berpartisipasi dalam proses tersebut. Hasil kegiatan meningkat secara signifikan. Waktu pengirisan per 10 kg turun 73% (dari 45 menjadi 12 menit) dan kapasitas produksi menggunakan mesin pengiris meningkat 276% (dari 13,3 menjadi 50 kg/jam). Penggunaan spinner selama dua menit menghasilkan penurunan kadar minyak sebesar 32,9% (dari 32,5% menjadi 21,8%), yang membuat daya simpan menjadi tiga bulan lebih lama. Omzet UMKM rata-rata meningkat 150% dalam tiga bulan setelah pendampingan, dengan penjualan online menyumbang 33% dari total omzet. Kegiatan pelatihan dan pendampingan menunjukkan bahwa penggabungan teknologi tepat guna, pelatihan partisipatif, dan digitalisasi pemasaran dapat memungkinkan UMKM untuk terus beroperasi.