Permintaan terhadap jagung terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan pertumbuhan dan kemajuan industri pakan ternak. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi dengan optimalisasi sumber daya manusia, sumber daya alam, ketersediaan lahan, serta potensi hasil penerapan teknologi yang ada. Kecamatan Pelaihari merupakan daerah di Kabupaten Tanah Laut yang konsisten dijadikan lokasi budidaya jagung pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan input (lahan, benih, pupuk organik, pupuk anorganik, pestisida, dan tenaga kerja) terhadap usahatani jagung dan menganalisis efisiensi alokatif penggunaan input usahatani jagung. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik acak sederhana sebanyak 40 sampel dari 60 petani jagung. Berdasarkan analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, didapat bahwa faktor-faktor produksi seperti lahan, pestisida, dan tenaga kerja memiliki pengaruh yang signifikan pada produksi jagung pada tingkat signifikansi α= 0,05. Sementara itu, faktor-faktor seperti benih, pupuk organik, dan pupuk anorganik tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penggunaan lahan sebagai faktor produksi masih perlu ditingkatkan untuk mencapai efisiensi alokatif yang optimal. Sebaliknya, penggunaan pupuk anorganik sebagai faktor produksi perlu dikurangi karena tidak efisien dalam mencapai efisiensi alokatif. Sedangkan penggunaan benih, pupuk organik, pestisida, dan tenaga kerja tidak menunjukkan signifikansi dalam efisiensi alokatif.