Masyhudah Rosni
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Modal Sosial Kelompok Tani Sayuran di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Husna Sofaria Fitriana; Masyhudah Rosni; Mariani Mariani
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v6i1.20469

Abstract

Modal sosial dalam masyarakat berkembang sejalan dengan kemajuan manusia. Modal sosial yang terbentuk melalui interaksi antar petani dalam kelompok tani adalah modal yang dinamis dan terus mengalami perkembangan.Oleh karena itu, dinamika petani sayur dalam menjalankan kegiatan pertanian mereka sangat dipengaruhi oleh modal sosial yang terbentuk dalam kehidupan sehari-hari para petani sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat modal sosial kelompok tani sayuran di Kelurahan Landasan Ulin Utara. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan 30 responden, yang terdiri dari 15 ketua kelompok tani dan 15 anggota kelompok tani, menggunakan daftar pertanyaan atau kuesioner yang telah disiapkan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, serta instansi terkait yaitu BPS Kota Banjarbaru, Kelurahan Landasan Ulin Utara, dan UPT BPP Liang Anggang. Penelitian ini menganalisis tingkat modal sosial dalam kelompok tani berdasarkan unsur utama modal sosial yaitu kepercayaan, norma sosial, dan jaringan sosial. Analisis yang digunakan adalah analisis persentase dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan tingkat modal sosial kelompok tani sayuran di Kelurahan Landasan Ulin Utara termasuk dalam kategori tinggi dengan perolehan skor rata-rata 123,8 dengan persentase sebesar 82,52%.
Analisis Efisiensi Alokatif Usahatani Jagung Pakan di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Hutabarat Gusnoven; Muhammad Husaini; Masyhudah Rosni
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v6i1.20495

Abstract

Permintaan terhadap jagung terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan pertumbuhan dan kemajuan industri pakan ternak. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi dengan optimalisasi sumber daya manusia, sumber daya alam, ketersediaan lahan, serta potensi hasil penerapan teknologi yang ada. Kecamatan Pelaihari merupakan  daerah di Kabupaten Tanah Laut yang konsisten dijadikan lokasi budidaya jagung pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan input  (lahan, benih, pupuk organik, pupuk anorganik, pestisida, dan tenaga kerja) terhadap usahatani jagung dan menganalisis efisiensi alokatif penggunaan input usahatani jagung. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik acak sederhana sebanyak 40 sampel dari 60 petani jagung. Berdasarkan analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, didapat bahwa faktor-faktor produksi seperti lahan, pestisida, dan tenaga kerja memiliki pengaruh yang signifikan pada produksi jagung pada tingkat signifikansi α= 0,05. Sementara itu, faktor-faktor seperti benih, pupuk organik, dan pupuk anorganik tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penggunaan lahan sebagai faktor produksi masih perlu ditingkatkan untuk mencapai efisiensi alokatif yang optimal. Sebaliknya, penggunaan pupuk anorganik sebagai faktor produksi perlu dikurangi karena tidak efisien dalam mencapai efisiensi alokatif. Sedangkan penggunaan benih, pupuk organik, pestisida, dan tenaga kerja tidak menunjukkan signifikansi dalam efisiensi alokatif.
Analisis Finansial Serbuk Jahe Merah Instan di Desa Asam Randah Kecamatan Hatungun Kabupaten Tapin (Studi Kasus Usaha Serbuk Jahe Merah Tamban) Noor Aulia Maghfirah; Masyhudah Rosni; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v10i2.18090

Abstract

Jahe merah adalah tanaman herbal yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat dikembangkan melalui aktivitas agroindustri, terutama dalam bentuk produk instan yang bernilai tambah. Kabupaten Tapin terkenal sebagai salah satu penghasil jahe merah berkualitas tinggi di Kalimantan Selatan, sehingga pengembangan usaha pembuatan bubuk jahe merah instan menjadi peluang yang sangat menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur biaya, pendapatan, keuntungan, kelayakan usaha, dan titik impas (BEP) dari perusahaan pengolahan bubuk jahe merah instan "TAMBAN," yang berlokasi di Desa Asam Randah, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin. Penelitian ini dilaksanakan dari September 2024 hingga Mei 2025 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui observasi serta wawancara langsung dengan pemilik usaha, sedangkan data sekunder diambil dari sumber-sumber yang relevan dan kajian literatur. Analisis data dilakukan dengan mengitung total biaya, pendapatan, lab, rasio penjualan terhadap biaya (RCR), dan titik impas (BEP). Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa total biaya produksi dalam satu siklus mencapai Rp 14. 613. 539, dengan pendapatan sebesar Rp 30. 780. 000 dan laba sebesar Rp 16. 166. 461. Nilai RCR yang mencapai 2,11 menunjukkan bahwa produksi bubuk jahe merah instan "TAMBAN" adalah layak secara finansial dan efisien. Titik impas dapat dicapai dengan jumlah produksi minimal 91 kemasan setiap siklus, sedangkan produksi aktual yang dilakukan adalah 468 kemasan.