Anisa Septiarini
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perilaku Anggota Kelompok Tani dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian Menggunakan Sistem Digitalisasi di Kota Banjarbaru Anisa Septiarini; Hairi Firmansyah; Mira Yulianti
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v6i1.20498

Abstract

Kemajuan teknologi saat ini memberikan kontribusi terhadap aspek kehidupan sehari-hari termasuk sektor pertanian. Salah satu kontribusi tersebut adalah memudahkan penyebarluasan informasi yang dapat diterapkan dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Pemanfaatan media digital dalam penyuluhan pertanian semakin penting dalam penyampaian informasi yang mana dapat membantu para penyuluh dalam memaksimalkan waktu agar penyampaian informasi ke petani dapat terealisasikan secara rutin dengan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku anggota kelompok tani dan hubungan antara karakteristik petani dengan perilaku anggota kelompok tani dalam mengikuti kegiatan penyuluhan pertanian menggunakan sistem digitalisasi di Kota Banjarbaru. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah multistage sampling dengan bertahap secara purposive sampling dan proportionate purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif berupa persentase dan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku anggota kelompok tani dalam kegiatan penyuluhan pertanian menggunakan sistem digitalisasi secara keseluruhan untuk tingkat pengetahuan (69,05%) masuk ke dalam kategori tinggi, sedangkan tingkat keterampilan (67,35%) dan sikap (62,8%) masuk ke dalam kategori sedang dan netral. Kemudian, hubungan antara karakteristik petani dengan perilaku menunjukkan bahwa: (1) Usia memiliki hubungan yang berbanding terbalik dan signifikan; (2) tingkat pendidikan dan kekosmopolitan memiliki hubungan yang searah dan signifikan; dan (3) luas lahan usahatani dan lama keanggotaan memiliki hubungan yang berbanding terbalik namun tidak signifikan