Abstrak: Desa Pekayon terletak tak jauh dari daerah pesisir tanjung kait, daerah sana memiliki potensi iklim atau lingkungan yang mendukung untuk bididaya anggur, selain itu di desa Pekeyaon kab Tangerang masih banyak daerah persawahan yang mana memiliki residu seperti sekam padi yang melimpah, untuk pembuatan medi ataman khususnya tanaman anggur, dan di sana juga masih minim kesadaran atas pengolahan sampah organik, oleh sebab itu kami tertarik melakukan kegiatan PKM bertema budidaya anggur ramah lingkungan dengan pemanfaatan limbah orrganik, yang bertujuan untuk mitra dapat mengolah limbah organik dengan baik dan juga budidaya tanaman anggur dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, adapun mitra kami adalah ibu-ibu PKK desa Pekayon, dari 3 kali pelatihan budidaya anggur kami memberikan materi berupa ceramah dan praktek dan ditutup dengan diberikan tugas-tugas kepada peserta untuk mengevaluasi hasil dari kegiatan ini dan mendapatkan hasil peresentase keberhasilan dari 21 jumlah peserta perawatan anggur 80.9%, untuk pembuatan pupuk organik cair presentase keberhasilan 67%, dan pada pembuatan air lindi dari limbah pasar sebesar 61.9%. diharpakan dari kegiatan ini peserta dapat berkelanjutan merawat tanaman anggur yang diberikan dan mengoptimalkan limbah dapur sebagai pupuk cair dan limbah pasar seperti buah dan sayur menjadi kompos dan air lindi yang baik untuk tanaman).Abstract: Pekayon Village is located not far from the coastal area of Tanjung Kait, the area has the potential for a climate or environment that supports grape cultivation, in addition in Pekeyaon Village, Tangerang Regency, there are still many rice fields which have abundant residues such as rice husks, for making garden media, especially grape plants, and there is also still minimal awareness of organic waste processing, therefore we are interested in carrying out PKM activities with the theme of environmentally friendly grape cultivation by utilizing organic waste, which aims for partners to be able to process organic waste properly and also cultivate grape plants by utilizing existing resources, while our partners are PKK mothers in Pekayon Village, from 3 grape cultivation trainings we provide material in the form of lectures and practices and are closed by giving tasks to participants to evaluate the results of this activity and get the results of the success percentage of 21 participants in grape care 80.9%, for making liquid organic fertilizer the success percentage is 67%, and in making leachate from market waste by 61.9%. It is hoped that from this activity, participants can sustainably care for the grape plants they are given and optimize kitchen waste as liquid fertilizer and market waste such as fruit and vegetables into compost and leachate which is good for plants).