Abstrak: Masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa disebut masa remaja. Pada tahap ini terjadi berbagai macam perubahan seperti fisik, psikis dan sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan remaja sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan remaja dalam menjaga Kesehatan reproduksi. Desa Lantojaya merupakan desa binaan prodi DIII kebidanan Poso Poltekkes Kemenkes Palu. Di desa Lantojaya terdapat 284 remaja yang terbagi menjadi 2 kategori usia, yaitu usia 10–14 tahun, jumlah remaja laki laki pada usia ini adalah 67 orang dan remaja perempuan 69 orang. Kategori kelompok usia lainnya adalah 15–19 tahun, jumlah remaja laki-laki pada usia ini adalah 78 orang dan remaja perempuan 70 orang. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, ceramah, tanya jawab, game edukatif, pelatihan, dan post-test. Mitra kegiatan ini meliputi desa lantojaya, pihak sekolah dan remaja sejumlah 18 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kueioner. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan remaja terkait Kesehatan reproduksi sebesar 54%. Kegiatan edukasi interaktif melalui game menjadi salah satu startegi dalam meningkatkan pengetahaun dan keterampilan remaja. Sehingga diharapkan pihak sekolah dapat melanjutkan kegiatan serupa.Abstract: The transitional period from childhood to adulthood was called adolescence. At this stage, various kinds of changes occurred, such as physical, psychological, and social changes. This activity aimed to empower adolescents as an effort to improve their knowledge, attitudes, and skills in maintaining reproductive health. Lantojaya Village was a partner village of the DIII Midwifery Program at Poltekkes Kemenkes Palu in Poso. In Lantojaya Village, there were 284 adolescents divided into two age categories: the 10–14 age group included 67 boys and 69 girls, while the 15–19 age group included 78 boys and 70 girls. The implementation methods included pre-tests, lectures, Q&A sessions, educational games, training, and post-tests. The partners of this activity included Lantojaya Village, local schools, and approximately 18 adolescents. The evaluation was conducted using pre-tests and post-tests through questionnaires. The evaluation results showed a 54% increase in adolescents’ knowledge and skills related to reproductive health. Interactive education activities through games became one of the strategies used to improve adolescents’ knowledge and skills. It was therefore expected that schools would continue similar activities in the future.