Febti Kuswanti
Department of Midwifery, Poltekkes Kemenkes Palu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI PELATIHAN INTERAKTIF BERBASIS EDUKASI Lisda Widianti Longgupa; Nurmiaty Nurmiaty; Muliani Muliani; Sri Restu Tempali; Fransisca Noya; Sonny Bernike Magdalena Sitorus; Febti Kuswanti; Putri Mulia Sakti; Khuzaifah Khuzaifah; Marlina Fitriya Lailatul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33634

Abstract

Abstrak: Masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa disebut masa remaja. Pada tahap ini terjadi berbagai macam perubahan seperti fisik, psikis dan sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan remaja sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan remaja dalam menjaga Kesehatan reproduksi. Desa Lantojaya merupakan desa binaan prodi DIII kebidanan Poso Poltekkes Kemenkes Palu. Di desa Lantojaya terdapat 284 remaja yang terbagi menjadi 2 kategori usia, yaitu usia 10–14 tahun, jumlah remaja laki laki pada usia ini adalah 67 orang dan remaja perempuan 69 orang. Kategori kelompok usia lainnya adalah 15–19 tahun, jumlah remaja laki-laki pada usia ini adalah 78 orang dan remaja perempuan 70 orang. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, ceramah, tanya jawab, game edukatif, pelatihan, dan post-test. Mitra kegiatan ini meliputi desa lantojaya, pihak sekolah dan remaja sejumlah 18 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kueioner. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan remaja terkait Kesehatan reproduksi sebesar 54%. Kegiatan edukasi interaktif melalui game menjadi salah satu startegi dalam meningkatkan pengetahaun dan keterampilan remaja. Sehingga diharapkan pihak sekolah dapat melanjutkan kegiatan serupa.Abstract: The transitional period from childhood to adulthood was called adolescence. At this stage, various kinds of changes occurred, such as physical, psychological, and social changes. This activity aimed to empower adolescents as an effort to improve their knowledge, attitudes, and skills in maintaining reproductive health. Lantojaya Village was a partner village of the DIII Midwifery Program at Poltekkes Kemenkes Palu in Poso. In Lantojaya Village, there were 284 adolescents divided into two age categories: the 10–14 age group included 67 boys and 69 girls, while the 15–19 age group included 78 boys and 70 girls. The implementation methods included pre-tests, lectures, Q&A sessions, educational games, training, and post-tests. The partners of this activity included Lantojaya Village, local schools, and approximately 18 adolescents. The evaluation was conducted using pre-tests and post-tests through questionnaires. The evaluation results showed a 54% increase in adolescents’ knowledge and skills related to reproductive health. Interactive education activities through games became one of the strategies used to improve adolescents’ knowledge and skills. It was therefore expected that schools would continue similar activities in the future.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN MELALUI PROGRAM SEHATI Fransisca Noya; Lisda Widianti Longgupa; Febti Kuswanti; Khuzaifah Khuzaifah; Nurmiaty Nurmiaty; Muliani Muliani; Sri Restu Tempali; Hasni Hasni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40036

Abstract

Abstrak: Penggunaan kontrasepi hormonal yang tinggi di wilayah yang mengalami keterbatasan tenaga Kesehatan, mendorong dilakukan penguatan peran kader kesehatan . Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Kesehatan dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat tentang dampak kontrasepsi hormonal serta terampil melakukan pengukuran tekanan darah. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kabupaten Poso melalui program SEHATI (Pelatihan Edukasi Kesehatan tentang Dampak Kontrasepsi Hormonal dan Skrining Hipertensi dalam Kehamilan).. . Adapun yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah kepala desa, bidan desa, dan 10 orang kader Kesehatan. Program terdiri atas tiga tahap, yaitu peLatihan kader, role play dan praktik, serta evaluasi keberlanjutan kegiatan pada posyandu ibu hamil. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan 10 item dan lembar observasi keterampilan pengukuran tekanan darah serta edukasi kesehatan. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 6,2 menjadi 9,1, dengan persentase peningkatan 46,8%. Keterampilan kader juga meningkat, dari 20% kader terampil sebelum pelatihan menjadi 100% setelah pelatihan. Selama tindak lanjut di posyandu, seluruh kader mampu melakukan pengukuran tekanan darah dan memberikan edukasi terkait dampak kontrasepsi hormonal. Temuan ini menunjukkan bahwa program SEHATI secara efektif memperkuat kapasitas kader Kesehatan dan dapat berkontribusi pada peningkatan promosi Kesehatan reproduksi berbasis masyarakat dan deteksi dini risiko.Abstract: The high prevalence of hormonal contraceptive use in areas with limited healthcare personnel highlighted the need to strengthen the role of community health cadres. This community service program aimed to enhance cadres’ knowledge and skills in providing education on the impacts of hormonal contraceptive use and conducting blood pressure measurements. The program was implemented in Poso Regency through the SEHATI program. The program involved village heads, village midwives, and 10 community health cadres. Activities were conducted in three stages: cadre training, role-play and practical sessions, and follow-up evaluation during maternal integrated health service activities. Program outcomes were assessed using a 10-item knowledge questionnaire and observation checklists evaluating blood pressure measurement and health education skills. The findings indicated a substantial improvement in cadres’ knowledge, with the mean score increasing from 6.2 to 9.1 (46.8%). The proportion of cadres demonstrating competency increased from 20% before training to 100% after training. Follow-up evaluation showed that all cadres were able to accurately measure blood pressure and provide education regarding the impacts of hormonal contraceptive use. These findings suggest that the SEHATI program effectively strengthened the capacity of community health cadres and may contribute to improving community-based reproductive health promotion and early risk detection.