Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRATION OF ESG PRINCIPLES AND ISLAMIC FINANCE: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW FROM AN ISLAMIC ECONOMIC PERSPECTIVE Firyal Mandasari
SHACRAL: Shari'ah Economics Review Journal Vol. 1 No. 3 (2024): Oktober
Publisher : PT. Samudra Solusi Profesional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62952/shacral.v1i3.57

Abstract

The growing global emphasis on Environmental, Social, and Governance (ESG) principles has significantly reshaped the landscape of sustainable finance. Parallel to this development, Islamic finance has long promoted ethical, socially responsible, and sustainability-oriented financial practices rooted in Sharia principles. Despite the conceptual convergence between ESG and Islamic finance, the extent and nature of their integration remain fragmented within academic and policy-oriented discussions, particularly in emerging Islamic economies. This study aims to systematically review existing literature on the integration of ESG principles and Islamic finance from an Islamic economic perspective. This article adopts a qualitative research design using a systematic literature review approach. Secondary data were collected from peer-reviewed international and national journals, institutional reports, and policy documents related to ESG, Islamic finance, and sustainable development. The literature was selected using predefined inclusion criteria and analyzed through thematic analysis to identify dominant themes, conceptual linkages, implementation challenges, and future research directions. The findings indicate a strong normative alignment between ESG principles and Islamic finance, particularly in areas such as environmental stewardship (khalifah), social justice (adl), and ethical governance (amanah). However, the review also reveals practical gaps in operationalization, measurement standards, and regulatory harmonization, especially in developing countries like Indonesia. Institutional readiness, ESG disclosure practices, and limited integration frameworks remain key challenges. This study contributes to the Islamic economics literature by synthesizing fragmented insights into a comprehensive conceptual framework linking ESG and Islamic finance. Practically, the findings offer implications for policymakers, Islamic financial institutions, and regulators seeking to strengthen sustainable finance initiatives. The article concludes by proposing strategic directions to enhance the integration of ESG principles within the Islamic finance ecosystem.
Persepsi Manajer Non-Akuntansi terhadap Laporan Keuangan sebagai Alat Pengendalian Manajemen Firyal Mandasari
JARUM: Journal of Analysis Research and Management Review Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : PT. Samudra Solusi Profesional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62952/jarum.v2i3.106

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi manajer non-akuntansi terhadap laporan keuangan sebagai alat pengendalian manajemen dalam konteks organisasi. Meskipun laporan keuangan secara luas diakui sebagai instrumen penting untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi kinerja, efektivitas penggunaannya sangat bergantung pada bagaimana laporan tersebut dipahami dan diinterpretasikan oleh manajer yang tidak memiliki latar belakang akuntansi formal. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, studi ini mengeksplorasi bagaimana manajer non-akuntansi mempersepsikan, menafsirkan, dan memanfaatkan laporan keuangan dalam praktik pengendalian manajerial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, yang didukung oleh observasi dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajer non-akuntansi cenderung memersepsikan laporan keuangan terutama sebagai dokumen formal dan administratif yang digunakan untuk kepatuhan dan evaluasi kinerja, bukan sebagai alat strategis untuk perencanaan proaktif dan pengambilan keputusan. Keterbatasan pengetahuan akuntansi dan kompleksitas teknis laporan keuangan mendorong manajer untuk lebih mengandalkan indikator yang disederhanakan dan penilaian berdasarkan pengalaman, sehingga mengurangi nilai strategis laporan keuangan dalam sistem pengendalian manajemen. Penelitian ini menyoroti pentingnya persepsi manajerial dan kemampuan interpretatif dalam menentukan efektivitas laporan keuangan sebagai alat pengendalian. Temuan ini berkontribusi pada literatur akuntansi dan manajemen dengan menekankan dimensi perilaku dan interpretatif dalam penggunaan informasi keuangan, serta menunjukkan perlunya peningkatan literasi akuntansi dan penyesuaian praktik pelaporan keuangan agar lebih mendukung pengambilan keputusan manajerial.