Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gen-Gen yang Berperan dalam Mekanisme Epilepsi Resisten terhadap Obat Shinta Nurhaliza; Roro Rukmi Windi Perdani; Intan Kusumaningtyas; Rasmi Zakiah Oktarlina
Journal of Health, Medical, and Psychological Studies Vol 1 No 2 (2025): December: Sanitas: Journal of Health, Medical, and Psychological Studies
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/b1bg2p24

Abstract

Drug-resistant epilepsy represents a major clinical challenge due to its complex and multifactorial biological mechanisms. This condition is not solely driven by inadequate pharmacological efficacy but is strongly influenced by genetic alterations affecting drug transport, neuronal excitability, and neuroinflammatory regulation. Genes encoding drug transporters such as ABCB1 and ABCC2 limit antiepileptic drug penetration across the blood–brain barrier, reducing therapeutic concentrations within epileptogenic regions. Meanwhile, mutations in sodium channel genes, particularly SCN1A, SCN2A, and SCN8A, disrupt neuronal excitability by altering action potential dynamics and synaptic balance. In parallel, neuroinflammatory genes including IL1B, TNF, and TLR4 promote chronic inflammatory responses that sustain epileptogenesis and further reduce drug responsiveness. The interaction among these genetic pathways creates a self-reinforcing pathological network that underlies persistent seizure activity despite optimal treatment. Understanding these molecular mechanisms highlights the necessity of precision-based approaches, including pharmacogenetic screening and targeted adjunctive therapies, to improve clinical outcomes in patients with drug-resistant epilepsy.  
Literature Review: Efek Kafein terhadap Tekanan Darah Zelinda Imroatus Soleha; Dian Isti Angraini; Intan Kusumaningtyas
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1227

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam perubahan tekanan darah adalah konsumsi kafein, terutama melalui kopi yang saat ini semakin populer di berbagai kelompok usia. Namun, hasil penelitian mengenai efek kafein terhadap tekanan darah menunjukkan temuan yang bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis bukti ilmiah mengenai efek kafein terhadap tekanan darah. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel melalui database Google Scholar dan PubMed. Artikel yang disertakan merupakan penelitian asli (research articles), tersedia dalam teks lengkap, bersifat open access, dan dipublikasikan pada rentang tahun 2021–2025. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian meliputi “kafein”, “tekanan darah”, dan “hipertensi”.  Pencarian mendapatkan 3680 artikel dan 8 artikel yang memenuhi syarat. Proses seleksi dilakukan secara sistematis mengikuti alur PRISMA dan menghasilkan sepuluh artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi kafein secara akut atau dalam dosis tinggi cenderung meningkatkan tekanan darah sistolik dan diastolik, sedangkan konsumsi kafein secara habitual atau dalam dosis rendah hingga sedang menunjukkan respons yang lebih adaptif dan pada beberapa penelitian tidak berhubungan dengan peningkatan tekanan darah. Variasi hasil dipengaruhi oleh dosis kafein, pola konsumsi, status hipertensi, serta karakteristik individu. Kesimpulannya, hubungan antara kafein dan tekanan darah bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga diperlukan pendekatan yang hati-hati dalam interpretasi hasil dan rekomendasi konsumsi kafein.