Sumartini
Universitas Negeri Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Moral Values in the Short Story Collection Rasa Sayange by Nugroho Notosusanto and Its Feasibility as Teaching Material for Indonesian Literary Appreciation in High School: Nilai Moral dalam Kumpulan Cerpen Rasa Sayange Karya Nugroho Notosusanto dan Kelayakannya sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Apresiasi Sastra Indonesia di SMA Muhammad Zulfa Kertodirono; Sumartini
Anthology: Journal of Language, Literature, and Learning Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/anthology.v1i1.30938

Abstract

Short stories are not only entertainment for their readers, but can also be used as a learning tool. The values contained within them can be utilized by educators as teaching materials to develop students' character through literary appreciation learning by understanding the meaning and messages contained in a literary work. The objectives of this study are (1) to describe the moral values in the short story collection, and (2) to assess its feasibility as teaching material for Indonesian literature in high school. The approach used in this research is descriptive qualitative. While the method used is this analysis method. The data in this study are excerpts of sentences from the short story collection Rasa Sayange by Nugroho Notosusanto. The result of this study is an exposition of 7 moral values in the short story collection which include: (1) The value of honesty, (2) being oneself, (3) responsibility, (4) moral independence, (5) moral courage, (6) moral courage, and (7) being realistic and critical. The next result is the feasibility of the short story collection to be used as teaching material which includes: (1) Language aspect, (2) psychology aspect, and (3) cultural background aspect. For each of the moral values and feasibility aspects, the author provides 2 sentence excerpts as a reference.   Cerpen bukan hanya sebagai hiburan bagi pembacanya, tetapi juga dapat digunakan sebagai sarana belajar. Nilai nilai yang terkandung di dalamnya, dapat dimanfaatkan oleh pendidik sebagai bahan ajar untuk mengembangkan karakter peserta didik melalui pembelajaran apresiasi sastra dengan memahami makna dan pesan yang terkandung dalam sebuah karya sastra. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan nilai moral dalam kumpulan cerpen, dan (2) mengkaji kelayakannya sebagai bahan ajar pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode analisis ini. Data dalam penelitian ini adalah kutipan kutipan kalimat dalam kumpulan cerpen Rasa Sayange karya Nugroho Notosusanto. Hasil dari penelitian ini adalah paparan 7 nilai moral dalam kumpulan cerpen yang meliputi : (1) Nilai kejujuran, (2) menjadi diri sendiri, (3) bertanggung jawab, (4) kemandirian moral, (5) keberanian moral, (6) keberanian moral, dan (7) realistik dan kritis. Adapun hasil yang berikutnya adalah kelayakan kumpulan cerpen untuk dijadikan sebagai bahan ajar yang meliputi : (1) Aspek bahasa, (2) aspek psikologi, dan (3) aspek latar belakang budaya. Masing masing dari nilai moral dan aspek kelayakan, penulis memberikan 2 kutipan kalimat sebagai acuan.
RESPON NEUROTIK TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL MANTRA LILITH KARYA HENDRI YULIUS Salsabila Athira Santoso; Sumartini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/1xrtyk34

Abstract

Discriminatory acts, as an example of social conflict, are cultural factors that shape a person's personality. This phenomenon appears in literary works through the characters involved in them. This discrimination is a factor in someone developing into a neurotic personality. Neurotic characters use patterns or methods to overcome their anxiety. The object of this research is the neurotic responses carried out by female characters after experiencing discrimination, expressed using Karen Horney's social psychoanalytic theory. The research method used descriptive qualitative. Data were collected using reading and note-taking techniques. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. After the research was conducted, the results found that forms of discrimination include the subordination of women, actions of value or self-esteem, physical violence, labor exploitation, and sexual exploitation. There are two neurotic responses used to overcome anxiety: moving towards people and moving againts people. This research is expected to serve as a reference for other research related to literary psychology as well as education on the importance of social support for one's psychological development.
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL TOKO KUE SUDUT KOTA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR APRESIASI SASTRA DI SMA Nida Rufaida; Sumartini
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.9.1.81-95

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis perkembangan kepribadian tokoh utama dalam novel Toko Kue Sudut Kota karya Caroline Puspojudo dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra, khususnya teori perkembangan psikososial Erik Erikson pada tahap identitas versus kebingungan peran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan identitas diri tokoh utama serta mengkaji relevansi novel tersebut sebagai alternatif bahan ajar apresiasi sastra di SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa baca dan catat. Sumber data penelitian ini adalah novel Toko Kue Sudut Kota yang diterbitkan oleh Skuad tahun 2025, sedangkan data berupa kutipan narasi, dialog, atau monolog yang menunjukkan dinamika perkembangan psikososial tokoh utama. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama mengalami krisis identitas akibat tekanan keluarga dan lingkungan sosial, kemudian secara bertahap memasuki fase pencarian jati diri melalui interaksi sosial, pengembangan minat, dan penguatan kepercayaan diri, hingga akhirnya mampu membentuk identitas diri yang lebih matang dan positif. Selain itu, novel ini dinilai layak dijadikan alternatif bahan ajar apresiasi sastra karena memenuhi aspek kebahasaan yang komunikatif dan mudah dipahami, aspek psikologis yang sesuai dengan perkembangan remaja SMA, serta aspek latar belakang budaya yang dekat dengan kehidupan peserta didik sehingga mendukung pembentukan karakter dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental.