Sutomo
Universitas Islam Raden Rahmat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP ISLAM NGEBRUK MALANG Hendra Rustantono; muhammad Burhanudin Fadly; Hamidi Rasyid; sutomo
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini di latar belakangi oleh kurangnya motivasi belajar dan hasil belajar siswa SMP Islam ngebruk yang salah faktornya adalah penggunaan dan pemeliharaan media pembelajaran yang kurang sesui. Hasil dari penelitian ini di harapkan manfaat bagi para pengajar khususnya pengajar tingkatan SMP. Sehingga peneliti melakukan penelitian terhadap pengaruh penggunaan media audio visual terhadap motivasi belajar siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adakah terdapat pengaruh penggunaan media audio visual terhadap motivasi belajara siswa dalam pembelajaran IPS di SMP Islam Ngebruk. adakah terdapat pengaruh media audio visual terhadap hasil belajara siswa dalam pembelajaran IPS di SMP Islam Ngebruk. Dalam hal ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian dengan menggunakan kuantitatif dalam pengolahan data menggunakan Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas delapan SMP Islam Ngebruk Malang, Kecamatan Sumberpucumg, desa Ngebruk, Kabupaten Malang Provisnsi Jawa Timurdengan berjumlag siswa 164 mulai dari kelas A sampai Kelas G. maka bisa ditarik sampel dari seluruh simpa di ambil 25% dari keseluruan siswa menjadi 41 siswa. Disini peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode angket dengan menggunakan skala likert. Adapun Teknik analisis data yang di gunakan adalah uji validitas instrument angket media audio visual terhadap motivasi belajar siswa dan hasil bejar siswa nilai rhitung > rtabel (0,05) maka data di nyatakan Valid dan nilai rhitung < rtabel (0,05) maka data dinyatakan tidak valid. Dilanjutkan dengan uji relibiliatas untuk mengetahui reabel dari data hasil angket pengaruh penggunaan media audio visual terhadap motivasi dan hasil belajar smp islam ngebruk dan peneliti juga menggunakan statitik non parametris karena untuk menguji data yang berbentuk nominal yai ,menggunakan Chi Kuadrat
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS NILAI-NILAI PEACE EDUCATION DI SDN OLAK ALEN 1 SELOREJO BLITAR rohmatin alfi; sutomo
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan berbagai konflik yang muncul dalam masyarakat diantaranya konflik kelompok masyarakat yang berbeda suku, agama, atau kepentingan yang telah menimbulkan kerusakan massal, korban jiwa dan harta. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini mengacu pada model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan dan Sammel dengan 4 tahapan yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan modul PAI yang dikembangkan dalam penelitian ini Modul Pendidikan Agama Islam dinilai “valid”. Hal ini terlihat dari penilaian dua validator yang menghasilkan nilai rata-rata total kevalidan sebesar 3,38 yang berarti baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi. Modul Pendidikan Agama Islam yang dikembangkan dalam penelitian ini dinilai “efektif”. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas guru, aktivitas siswa, respon siswa dan hasil belajar. Aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan modul Pendidikan Agama Islam telah memenuhi kriteria “efektif” dengan nilai rata-rata sebesar 3,8. Aktivitas siswa dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan modul Pendidikan Agama Islam telah memenuhi kriteria “efektif” dengan persentase rata-rata 72,5%. Respon siswa terhadap pengembangan modul Pendidikan Agama Islam telah memenuhi kriteria “efektif” dengan persentase rata-rata respon positif siswa sebesar 92,86%. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan modul Pendidikan Agama Islam telah memenuhi kriteria “efektif”.
KONSEP DAN PRAKTIK PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DALAM PANDANGAN KH. MUHAMMAD THOLCHAH HASAN nike khotim; sutomo
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sudah 78 tahun Indonesia sudah dinyatakan merdeka dari para penjajah. Namun masih banyak terjadi konflik-konflik baik berasal dari internal ataupun eksternal yang jika dipelajari lebih lanjut konflik ini bermuara pada perbedaan. Konflik-konflik yang terjadi ini tentu bertentangan dengan apa yang menjadi dasar dari nusantara. Dengan pendidikan Islam multikultural masalah ini dapat teratasi. Kemudian salah satu tokoh yang berkaitan dengan pendidikan Islam multikultural di Indonesia terdapat nama besar KH. Muhammad Tholchah Hasan. Berangkat dari hal ini, penelitian ini kemudian berusaha mencari tahu seperti apa konsep dan praktik pendidikan Islam multikultural dalam pandangan kiai Tholchah. Penelitian ini berbasis studi kepustakaan yang berfokus pada buku-buku karya kiai Tholchah yang berhubungan dengan pendidikan Islam multikultural. Pada tahap akhir penelitian ini, diketahui bahwa: 1) terdapat 3 konsep terkait pendidikan Islam multikultural dalam pandangan kiai Tholchah, yakni a) kodrat dari Allah, b) kebebasan dalam beragama, c) keberagaman dan perbedaan sosio-kultural. 2) implementasi dalam pendidikan Islam multikultural terdapat 3 tahapan, yakni tahap pendidikan, tahap pelatihan dan yang terakhir tahap pembudayaan. 3) sedang untuk faktor yang menjadi tantangan dan hambatan dari implementasi ini meliputi masalah keuangan, keberagaman peserta didik, pengaruh pemikiran kelompok radikal, kurikulum dan perkembangan teknologi.