Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peran Doktrin Gereja (Eklesiologi) Dalam Membentuk Identitas Gereja Sebagai Tubuh Kristus Florasantia; Jeni Siskawati; Kezya Dwinov A. Pasaribu; Sarmauli
Educational Journal Vol. 1 No. 1 (2025): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/64n85681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran doktrin Gereja (Eklesiologi) dalam membentuk identitas Gereja sebagai Tubuh Kristus. Dengan menggunakan pendekatan teologi sistematika dan studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis konsep-konsep inti Eklesiologi dan implikasinya secara praktis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang benar tentang Eklesiologi merupakan landasan fundamental dalam pembentukan identitas Gereja, yang secara nyata diwujudkan melalui tiga panggilan utamanya: koinonia (persekutuan), marturia (kesaksian), dan diakonia (pelayanan). Koinonia membangun persekutuan yang otentik yang berakar pada relasi Tritunggal. Marturia membentuk Gereja sebagai saksi Injil melalui pemberitaan, suara profetis, dan keteladanan hidup. Diakonia mewujudkan kasih Kristus melalui pelayanan yang konkret bagi masyarakat. Studi ini menyimpulkan bahwa Eklesiologi berfungsi sebagai fondasi teologis yang mengarahkan praksis Gereja, sehingga identitasnya sebagai Tubuh Kristus yang hidup tetap relevan dan transformatif di tengah tantangan zaman, seperti individualisme dan sekularisme. Integrasi ketiga aspek ini menjadi kunci bagi kehidupan bergereja yang holistik dan berdampak.  
Analisis Studi Gender terhadap Ketidakadilan Gender di Jakarta: Perspektif Sosial, Budaya, dan Kebijakan Publik Zefanya Octoberi; Nita Yuliana; Sarmauli
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/t1seat26

Abstract

Ketidakadilan gender di Jakarta masih menjadi permasalahan sosial yang kompleks dan sistemik, mencakup bidang sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Meskipun kemajuan pembangunan telah meningkatkan akses perempuan terhadap pendidikan dan pekerjaan, kesenjangan struktural dan kultural tetap menghambat tercapainya kesetaraan gender. Penelitian ini menganalisis ketidakadilan gender di Jakarta melalui perspektif studi gender yang menyoroti peran patriarki, ideologi State Ibuism, serta lemahnya kebijakan publik yang responsif terhadap kebutuhan perempuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa diskriminasi terhadap perempuan masih terlihat melalui beban kerja ganda, marginalisasi di sektor informal, serta keterwakilan politik yang minim. Selain itu, faktor budaya turut memperkuat stereotip dan peran tradisional perempuan dalam masyarakat urban. Upaya mengatasi ketidakadilan gender menuntut perubahan sistemik melalui pendidikan, reformasi kebijakan, dan peningkatan kesadaran publik akan pentingnya kesetaraan peran. Dengan penerapan studi gender dalam kebijakan dan kehidupan sosial, Jakarta diharapkan mampu menjadi kota yang inklusif dan berkeadilan bagi laki-laki dan perempuan.
Doktrin Ketekunan Orang-Orang Kudus Ceria Amelia; Chelsi Mellyanti; Difa Septiana; Sarmauli
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rhk2ye44

Abstract

It is hoped that this research will provide a more comprehensive explanation regarding the definition and biblical basis for the doctrine of the perseverance of the saints, both in the Old and New Testaments, outlining and examining the theological rationale for the perseverance of the saints in the Christian faith tradition. The method used in this research is a literature study from collecting various secondary data sources. The research results show that the Bible, both in the Old and New Testaments, confirms that God calls His people to live holy lives and remain loyal to Him. Holiness is not a condition for salvation, but rather the fruit of the work of the Holy Spirit who works in believers after they receive the gift of salvation in Christ. Through the death and resurrection of Christ, the way of salvation is opened, and God Himself faithfully keeps His people from being separated from His love.
Pengaruh Roh Kudus pada Karakter Kristen Glen Kleri; Joan Agusti Anugrahni; Krismes Anes; Sarmauli
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2dv4gv39

Abstract

Metode penelitian dalam jurnal ini menggunakan pendekatan teologi sistematika yang bertujuan memahami secara mendalam ajaran tentang Roh Kudus dan perannya dalam kehidupan orang Kristen. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan studi pustaka sebagai metode utama. Penulis melakukan telaah literatur dari sumber-sumber Alkitab dan referensi teologi lainnya untuk menggali konsep doktrin Roh Kudus, bagaimana Roh Kudus memengaruhi pembentukan karakter Kristen, serta aplikasi praktisnya dalam kehidupan sehari-hari orang percaya. Hasil analisis didapati pemahaman bahwa Roh Kudus memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan karakter Kristen. Ia memetraikan keselamatan dihati manusia, menegaskan bahwa Ia adalah Allah yang kekal. Secara alami, manusia telah mati karena dosa dan hidup dalam permusuhan dengan Allah, sehingga tidak dapat menyenangkan hati. Melalui perkerjaan luar biasa Roh Kudus manusia dapat mengalami kelahiran baru atau regenerasi, yaitu perubahan Rohani yang terjadi secara seketika dan memberikan hidup baru kepada manusia. Proses ini sepenuhnya merupakan karya Roh Kudus, bukan hasil usaha manusia, sehinggan keselamatan adalah anuhgrah dari Allah
Model Antropologis Dalam Teologi Kontekstual: Menyikapi Sinkretisme Dalam Upacara Kematian (Tiwah) Di Jemaat Kalimantan Tengah Lola Enjeliana; Maria Olivia; Maria Septiany; Sarmauli
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/g05y8t93

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena sinkretisme dalam pelaksanaan upacara kematian Tiwah pada masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah melalui perspektif teologi kontekstual. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis isi, penelitian ini menelaah teks-teks teologis dan antropologis yang berkaitan dengan hubungan antara iman dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinkretisme terjadi ketika keyakinan Kristen bercampur dengan ritual adat Dayak, sehingga menimbulkan ambiguitas teologis dalam kehidupan jemaat. Melalui model antropologis dalam teologi kontekstual, budaya dipahami sebagai mitra dalam mengungkapkan Injil, bukan sebagai ancaman bagi iman. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan pastoral dan hermeneutik dalam menafsirkan simbol budaya serta membimbing umat untuk memahami tradisi lokal secara Kristosentris. Dengan demikian, teologi kontekstual menjadi kerangka transformatif bagi gereja untuk menyikapi sinkretisme secara arif dan menghidupi Injil secara bermakna di tengah budaya Dayak.
Doktrin Manusia dan Dosa dalam Alkitab Analisis dan Implikasi bagi Kehidupan Kristen Richard Bedtrio; Reva Widia Putri; Sarmauli
Educational Journal Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7cjpqt90

Abstract

Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah untuk mengelola ciptaan-Nya. Ketidakmampuan manusia mengendalikan kedagingannya mengakibatkan dosa, yang bermula dari Adam dan Hawa. Dosa merupakan ketidaktaatan terhadap Tuhan yang merusak spiritualitas dan kehidupan sosial, menyebabkan kekacauan dan keterasingan dari Allah. Oleh sebab itu, doktrin diperlukan untuk memulihkan pemahaman manusia tentang tujuan penciptaannya dan akibat dosa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis doktrin manusia dan dosa dalam Alkitab serta implikasinya bagi kehidupan Kristen. Dengan metode penelitian kualitatif kepustakaan, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data secara kritis dari Alkitab, buku-buku teologi, jurnal, dan literatur relevan lainnya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa doktrin ini menjadi fondasi penting bagi orang Kristen untuk memahami identitas, kerusakan akibat dosa, dan jalan pemulihan melalui Kristus, sehingga dapat hidup dalam pengampunan, kekudusan, dan kasih.
Doktrin Gereja (Ekklesiologi): Sebuah Kajian Literatur Dina Radina Singal; Eny Emelia Hewuni; Eka Andika Saputra; Sarmauli
LANCAH: Jurnal Inovasi dan Tren Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI-NOVEMBER
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ljit.v3i2.5721

Abstract

This article discusses how church doctrine relates to the church, where the church, as the body of Christ, is inseparable from the fundamental teachings of its faith and confession. Doctrine is a crucial foundation that supports church life. In the New Testament, the word ekklesia refers to "out of the world," so the Church is seen as a gathering of chosen people called out from society. Church doctrine in history has two eras: the pre-Reformation era, consisting of the Church Fathers and the Middle Ages; and the post-Reformation era, consisting of the Reformation period and the eighteenth century. Church membership, according to church doctrine, is a combination of the inner aspect (faith) and the outer aspect (action). The requirements for membership according to church doctrine are the confession of faith, reception of the sacraments, and living under leadership.