Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Inheritance of a Wife Who Has Been Divorced and whose Iddah Period Has Ended Perspective of the Imam Syafi'i School (Case Study in the Mining Community of Mandailing Natal Regency) Abdul Hakim; Paijal Usrin Siregar; Bismillahi Ahya
ISNU Nine-Star Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 2 (2025): ISNU Nine Star September 2025
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/ins9mj.v2i2.807

Abstract

The Tambangan Jae community adheres to the Shafi'i school of thought, but in the distribution of inheritance to a divorced wife whose iddah has expired, the Tambangan Jae community has a different view. This research is a juridical empirical study using a case study approach. The results of this study indicate that the opinions and practices of the Tambangan Jae community regarding the inheritance of a divorced wife whose iddah has expired differ from the opinions of the Shafi'i school of thought, motivated by several factors. First, the customs practiced by the community for generations. Second, as a form of protection for women and children. Third, the wife participates in working to meet household needs, so that the wife still receives a share of the inheritance from her husband's assets.
KEWARISAN ISTRI YANG TELAH DITALAK DAN HABIS MASA IDDAHNYA PERSPEKTIF MAZHAB IMAM SYAFI’I (Studi Kasus Pada Masyarakat Tambangan Kab. Mandailing Natal) Mohammad Amir Bin Wan Harun usrin; Paijal Usrin Siregar
Jurnal Sahabat ISNU SU Vol. 1 No. 1 (2024): ISNU Sahabat Mei 2024
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/jsisnu.v1i1.21

Abstract

Masyarakat Tambangan Jae merupakan masyarakat yang menganut mazhab Syafi’i, namun dalam pembagian waris terhadap istri yang telah diceraikan dan telah habis masa iddahnya masyarakat Tambangan Jae memiliki pandangan yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian empiris yuridis dengan menggunakan pendekatan kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapat dan pengamalan masyarakat Tambangan Jae terkait halk waris Istri yang telah dicerai dan habis masa iddahnya berbeda dengan pendapat mazhab Syafi’i dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Pertama adat yang diamalkan turun temurun oleh masyarakat. Kedua sebagai bentuk perlindungan terhadap perempuan dan anak. Ketiga istri ikut serta dalam bekerja untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, sehingga istri tetap mendapat bagian waris dari harta suaminya.