Shinta Silaswati
Institut Kesehatan Hermina

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PERILAKU PENCEGAHAN STROKE PADA LANSIA MELALUI PENGEMBANGAN MODEL PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN LANSIA Ni Made Riasmini; Yeti Resnayati; Shinta Silaswati; Riyanto Riyanto; Amid Salmid
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v13i1.9727

Abstract

Introduction: The number of patients with hypertension is steadily increasing and poses a significant chronic health problem. Individuals with hypertension have an 87.5% risk of experiencing a stroke. The role of family as caregivers is crucial in elderly care, particularly in stroke prevention. The family empowerment model is an approach designed to enhance self-potential, enabling individuals to make informed decisions regarding their own health. This study aimed to examine the effect of a family empowerment model on stroke prevention behavior among the elderly with hypertension. Methods: This quasi-experimental study involved 132 families with hypertensive elderly, using multistage random sampling. A six-week intervention program consisting of education and skill-building activities was implemented. Stroke prevention behaviour was measured using the validated Elderly Stroke Prevention Behaviour Questionnaire (knowledge, attitude and behaviour). Data were analysed using paired and independent t-tests. Results: Significant improvements were observed in the intervention group following the implementation of the family empowerment model (p < 0.001). Knowledge scores improved from 6.61 (SD = 1.86) to 9.15 (SD = 0.88), attitude scores improved from 17.11 (SD = 2.30) to 25.79 (SD = 3.30), and behaviour scores improved from 7.18 (SD = 2.20) to 9.02 (SD = 0.97).  Conclusion: The eight-week empowerment model effectively improved stroke prevention behaviour among the elderly with hypertension This model can be integrated into community-based programs to promote elderly self-care and reduce the risk of stroke. Recommendations: Empowering the elderly is essential to enhance self-efficacy and overall quality of life.
Efektivitas Bladder Training terhadap Penurunan Inkontinensia Urine pada Lansia Velina Handayani; Shinta Silaswati; Nani Asna Dewi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.2177

Abstract

Inkontinensia urine dialami oleh 30–60% lansia berusia di atas 60 tahun dan berdampak pada kualitas hidup, risiko jatuh, serta kesejahteraan psikososial. Bladder training merupakan intervensi non-farmakologis yang menjanjikan, namun sintesis bukti pada populasi lansia masih terbatas. Literature review ini bertujuan mengkaji efektivitas bladder training dalam menurunkan inkontinensia urine pada lansia berdasarkan bukti ilmiah tahun 2018–2023. Penelusuran dilakukan pada PubMed/MEDLINE, Google Scholar, CINAHL, dan Garuda menggunakan operator Boolean, mengikuti alur PRISMA. Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dengan desain RCT, quasi-eksperimen, kohort, dan systematic review, berasal dari 10 negara, dengan durasi intervensi 3–12 minggu. Hasil menunjukkan bladder training secara konsisten menurunkan frekuensi episode inkontinensia, meningkatkan kapasitas fungsional kandung kemih, dan memperpanjang interval berkemih. Meta-analisis melaporkan effect size sedang hingga besar (Cohen's d = 0,72). Kombinasi dengan latihan otot dasar panggul menghasilkan penurunan episode inkontinensia hingga 68–70%. Bladder training terbukti efektivitasnya setara terapi antikolinergik dengan profil keamanan lebih baik. Kepatuhan pasien dan dukungan keluarga merupakan prediktor keberhasilan utama. Bladder training layak diposisikan sebagai intervensi lini pertama yang aman, terjangkau, dan efektif dalam penatalaksanaan inkontinensia urine pada lansia.