Ratna Isnawati
Universitas Islam Tribakti Lirboyo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Bahasa Gaul di Era Digital terhadap Kemurnian Bahasa Indonesia Rizki Amsari Saragih; Ratna Isnawati; Mulyo Kurniati
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 02 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v1i02.8588

Abstract

Bahasa gaul Adalah salah satu bentuk variasi Bahasa nonformal yang berkembang cepat di kalangan reemaja Indonesia, khususnya sejak era digital dan media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Fenomena ini telah melahirkan kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinnya degradasi kemurnian Bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional yang memiliki peran penting dalam persatuan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan Bahasa gaul terhadap kemurnian Bahasa Indonesia, baik dari segi kosa kata, struktur kalimat, sikap Bahasa penutur, mauoun fungsi sosial Bahasa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi Pustaka, analisis wacana, observasi penggunaan Bahasa di media sosial, serta dokumentasi contoh-contoh tuturan Bahasa gaul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa gaul memberikan pengaruh signifikan terutama bterutama pada perkembangan kosa kata nonbaku dan sikap Bahasa generasi muda yang cenderung lebih menyukai ragam informal daripada formal. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Bahasa gaul tidak serta-merata mengancam keberadaan Bahasa Indonesia baku, selama pengguna mampu membedakan konteks formal dan informal. Dengan demikian, Bahasa gaul merupakan salah satu dinamika perkembangan Bahasa yang wajar terjadi dalam Masyarakat multilingual dan multicultural. Upaya menjaga kemurnian Bahasa Indonesia harus terus dilakukan melalui Pendidikan, literasi Bahasa, dan pembiasaan penggunaan Bahasa baku dalam konteks formal.
Konflik Identitas Dan Trauma Sejarah Dalam Bab "Paris, Juni 1988" Cerpen Malam Terakhir Karya Leila S. Chudori: Tinjauan Sosiologi Sastra Rose Kamalia; Mulyo Kurniati; Ratna Isnawati
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 01 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v2i01.7832

Abstract

Artikel ini menganalisis representasi konflik identitas dan trauma sejarah dalam bab “Paris, Juni 1988” dari cerpen Malam Terakhir karya Leila S. Chudori dengan pendekatan sosiologi sastra Lucien Goldmann dan teori identitas Stuart Hall. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode close reading dan studi dokumen historis untuk menelusuri keterkaitan antara struktur teks dan struktur sosial-politik yang melatarbelakanginya. Hasil menunjukkan bahwa Paris tidak sekadar ruang geografis, melainkan simbol keterasingan sosial-politik para eksil Indonesia pasca-1965. Trauma sejarah hadir melalui kilas balik, simbol “malam terakhir”, dan rekaman suara yang terus diputar tokoh utama, merepresentasikan luka kolektif yang membayangi kehidupan diaspora. Sementara itu, konflik identitas muncul dalam dilema tokoh utama yang terombang-ambing antara identitas sebagai warga negara Indonesia yang terbuang dan sebagai “liyan” di negeri asing, menunjukkan bahwa identitas bersifat dinamis dan terus dinegosiasikan. Cerpen ini berfungsi sebagai narasi alternatif sejarah yang menggugat represi ideologis Orde Baru serta menegaskan posisi sastra sebagai alat kritik sosial dan ruang pemulihan bagi mereka yang terpinggirkan dari sejarah resmi.
Konflik Identitas Dan Trauma Sejarah Dalam Bab "Paris, Juni 1988" Cerpen Malam Terakhir Karya Leila S. Chudori: Tinjauan Sosiologi Sastra Rose Kamalia; Mulyo Kurniati; Ratna Isnawati
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 01 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v2i01.7832

Abstract

Artikel ini menganalisis representasi konflik identitas dan trauma sejarah dalam bab “Paris, Juni 1988” dari cerpen Malam Terakhir karya Leila S. Chudori dengan pendekatan sosiologi sastra Lucien Goldmann dan teori identitas Stuart Hall. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode close reading dan studi dokumen historis untuk menelusuri keterkaitan antara struktur teks dan struktur sosial-politik yang melatarbelakanginya. Hasil menunjukkan bahwa Paris tidak sekadar ruang geografis, melainkan simbol keterasingan sosial-politik para eksil Indonesia pasca-1965. Trauma sejarah hadir melalui kilas balik, simbol “malam terakhir”, dan rekaman suara yang terus diputar tokoh utama, merepresentasikan luka kolektif yang membayangi kehidupan diaspora. Sementara itu, konflik identitas muncul dalam dilema tokoh utama yang terombang-ambing antara identitas sebagai warga negara Indonesia yang terbuang dan sebagai “liyan” di negeri asing, menunjukkan bahwa identitas bersifat dinamis dan terus dinegosiasikan. Cerpen ini berfungsi sebagai narasi alternatif sejarah yang menggugat represi ideologis Orde Baru serta menegaskan posisi sastra sebagai alat kritik sosial dan ruang pemulihan bagi mereka yang terpinggirkan dari sejarah resmi.
Pengaruh Bahasa Gaul di Era Digital terhadap Kemurnian Bahasa Indonesia Rizki Amsari Saragih; Ratna Isnawati; Mulyo Kurniati
Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 02 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/multatuli.v1i02.8588

Abstract

Bahasa gaul Adalah salah satu bentuk variasi Bahasa nonformal yang berkembang cepat di kalangan reemaja Indonesia, khususnya sejak era digital dan media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Fenomena ini telah melahirkan kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinnya degradasi kemurnian Bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional yang memiliki peran penting dalam persatuan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan Bahasa gaul terhadap kemurnian Bahasa Indonesia, baik dari segi kosa kata, struktur kalimat, sikap Bahasa penutur, mauoun fungsi sosial Bahasa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi Pustaka, analisis wacana, observasi penggunaan Bahasa di media sosial, serta dokumentasi contoh-contoh tuturan Bahasa gaul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa gaul memberikan pengaruh signifikan terutama bterutama pada perkembangan kosa kata nonbaku dan sikap Bahasa generasi muda yang cenderung lebih menyukai ragam informal daripada formal. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Bahasa gaul tidak serta-merata mengancam keberadaan Bahasa Indonesia baku, selama pengguna mampu membedakan konteks formal dan informal. Dengan demikian, Bahasa gaul merupakan salah satu dinamika perkembangan Bahasa yang wajar terjadi dalam Masyarakat multilingual dan multicultural. Upaya menjaga kemurnian Bahasa Indonesia harus terus dilakukan melalui Pendidikan, literasi Bahasa, dan pembiasaan penggunaan Bahasa baku dalam konteks formal.