Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Makna dalam Percakapan, Pidato, dan Tulisan Bahasa Inggris Ahmad Rifki; Mastawiyah; Siti Rahmah Alani; Dedi Irwan; Alifa Eka Kumara; Ahmad Rifqi Badali; Muhammad Fadhil Firdaus
Educational Journal Vol. 1 No. 1 (2025): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/6rk8t622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang terkandung dalam tiga bentuk komunikasi bahasa Inggris, yaitu percakapan (conversation), pidato (speech), dan teks tertulis (write text). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik dan pragmatik. Data diperoleh dari percakapan antar siswa, transkrip pidato motivasional, dan kalimat opini dalam teks tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dalam bahasa Inggris bersifat dinamis, kontekstual, dan sering kali tersirat melalui interaksi. Dalam percakapan, makna dipengaruhi oleh hubungan sosial dan kesantunan strategis; dalam pidato, makna dibentuk melalui gaya retoris dan daya emosional; sedangkan dalam teks tertulis, makna dibangun melalui ungkapan figuratif dan metafora. Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis makna secara kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan interpretatif dan pemahaman kritis dalam pembelajaran bahasa.
Analisis Fiqh Kontemporer tentang Nikah Beda Agama dan Relevansinya dengan Moderasi Beragama Muhammad Syar’i Ramadhoni; Ahmad Rifki; Helmi
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/14dqce82

Abstract

The issue of Interfaith Marriage presents a complex discourse in Islamic law, creating tension between nash (sacred texts) and contemporary social realities. This research aims to analyze the perspective of Contemporary Fiqh regarding the law on Interfaith Marriage and identify its relevance to the Religious Moderation agenda in Indonesia. Employing a qualitative research method with normative-juridical and comparative approaches, this article examines legal texts (fiqh) and concepts of socio-religious ethics. The analysis shows that the majority of Contemporary Fiqh establishes an absolute prohibition (haram). This prohibition is strongly based on the principle of sadd az zari'ah, which means 'blocking the means to evil,' aligning with the ushul fiqh rule: (Preventing harm takes precedence over attaining benefit), in order to safeguard faith (hifz ad-din) and progeny (hifz an-nasl). This ruling is further supported by the Quranic prohibition (Q.S. Al-Baqarah: 221) and Indonesian positive law regulations, specifically Article 40 letter (c) and Article 44 of the Compilation of Islamic Law (KHI). Meanwhile, Religious Moderation serves as a manhaj as-shifat (methodology of attitude) that demands the implementation of tawassuth (balanced) and i'tidal (just) principles in addressing social realities. In conclusion, the relevance of Religious Moderation lies in ensuring that these fiqh differences are not implemented fanatically (ghuluw) but are managed proportionally to foster social harmony (tasāmuh) in Indonesia.