This research focuses on pinpointing challenges and create a web based system for employee attendance management to enhance both efficiency and clarity in handling attendance. The motivation for this research arises from the persistent reliance on conventional attendance techniques, which have several drawbacks, including delays in recording, mistakes in data entry, and a deficiency in data integration. A mixed-methods strategy was employed in this research, integrating qualitative techniques like observations, interviews, and document analysis to explore system needs, along with quantitative methods to evaluate the quality of the system. The development of the system followed a prototyping technique, allowing for an iterative approach through stages such as requirement gathering, initial design, prototype development, user assessment, and system improvement. System modeling utilized UML, specifically use case, activity, and entity-relationship diagrams, while the implementation phase was executed via the web using PHP and MySQL technologies. To ensure high standards, the system underwent rigorous testing based on the ISO/IEC 25010 standard by analyzing elements of functional suitability, usability, reliability, and performance effectiveness. The findings of this study indicate that the designed system successfully improves data accuracy, accelerates the tabulation process, and facilitates real-time attendance monitoring. Ultimately, this system serves as a strategic tool to support faster decision-making and improve overall organizational productivity. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu serta merancang sistem informasi absensi karyawan berbasis situs web demi meningkatkan efektivitas dan keterbukaan dalam pengelolaan kehadiran. Dasar dari penelitian ini terletak pada masih digunakannya metode absensi tradisional yang membawa banyak masalah, seperti pencatatan yang terlambat, kesalahan dalam input, dan kurangnya integrasi data. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan yaitu metode campuran, dengan menggabungkan cara kualitatif melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi untuk meneliti kebutuhan sistem, serta cara kuantitatif untuk menilai kualitas sistem. Proses pengembangan sistem diselenggarakan dengan memakai metode prototyping yang memungkinkan adanya proses iteratif lewat fase komunikasi kebutuhan, desain awal, penciptaan prototipe, penilaian pengguna, dan penyempurnaan sistem. Pemodelan sistem dilakukan menggunakan UML, yang mencakup use case diagram, aktivitas diagram, dan ERD, sedangkan penerapan dilakukan melalui web dengan memanfaatkan teknologi PHP dan MySQL. Pengujian sistem mengacu pada standar ISO/IEC 25010 dengan menilai aspek kecocokan fungsional, kemudahan menggunakan, keandalan, dan efisiensi kinerja. Temuan hasil studi menampilkan bahwa sistem yang dirancang berhasil meningkatkan ketepatan data, mempercepat proses rekapitulasi, serta mempermudah pemantauan kehadiran secara langsung. Dengan demikian sistem ini diharapkan mampu mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih efektif, dan meningkatkan performa operasional organisasi.