Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rehabilitating Critical Land in the Watersheds of North Sulawesi Province, Indonesian: Strategies and Community-Based Implementation Fabiola Saroinsong; Jonathan Muntu
Asia Pacific Journal of Interdisciplinary Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Asia Pacific Journal of Interdisciplinary Studies
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/2s927508

Abstract

Abstrak:  The degradation of watersheds (DAS) due to critical land is a primary environmental challenge in North Sulawesi, Indonesia, leading to increased flooding, erosion, sedimentation, and disruption of water resources. This study aims to describe the strategy and implementation of Forest and Land Rehabilitation (RHL) programs in the province, with a focus on the priority Tondano Watershed. Using a descriptive qualitative methodology based on secondary data from government reports and relevant literature, this research outlines the comprehensive framework for RHL, from long-term planning (RURHL-DAS) to annual operational plans (RTnRHL). Key activities include professional seedling procurement, extensive community socialization, and on-ground rehabilitation through community forests (hutan rakyat). Implementation data for 2024-2025 shows the rehabilitation of 217.12 hectares, combining seedling provision (37.12 ha) and community forests (180 ha). The findings highlight that a synergistic approach, integrating ecological restoration with socio-economic benefits through agroforestry and community empowerment, is crucial for the success and sustainability of rehabilitation efforts. The study concludes that effective RHL in North Sulawesi requires strong cross-sectoral coordination, systematic planning, and active local community involvement to restore ecological functions and enhance community resilience. .  
Pengelolaan Penyadapan Getah Pinus (Pinus merkusii) dan Dampaknya terhadap Sosial-Ekonomi Masyarakat: Studi Kasus pada Kelompok Tani Hutan Sipatuo di Kabupaten Tana Toraja Windy Charli; Fabiola Saroinsong
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/nhqd9d91

Abstract

Getah pinus (Pinus merkusii) merupakan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan penting dalam menciptakan pengelolaan hutan berkelanjutan. Kelompok Tani Hutan (KTH) Sipatuo di Desa Pa'tengko, Tana Toraja, terlibat aktif dalam penyadapan getah pinus melalui skema Perhutanan Sosial, yang tidak hanya berdampak pada ekonomi tetapi juga pada kelestarian hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis teknik pengelolaan penyadapan getah pinus serta dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan bagi anggota KTH Sipatuo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan anggota KTH, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara tematik untuk mengelompokkan informasi terkait teknik sadap, rantai nilai getah pinus, dan dampaknya. KTH Sipatuo menggunakan teknik koakan (quare) dengan pembaruan luka setiap dua minggu. Getah dikumpulkan setiap 15 hari dan dijual ke mitra (CV. Pindo Indonesia) dengan harga Rp8.000 per kg. Rata-rata produksi per karung antara 70–97 kg. Dampak sosial-ekonomi yang signifikan meliputi peningkatan pendapatan rumah tangga, penciptaan lapangan kerja, penguatan kelembagaan kelompok tani, dan peningkatan kesadaran konservasi. Pengelolaan getah pinus oleh KTH Sipatuo telah memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian lokal sekaligus mendorong pelestarian hutan. Namun, diperlukan pengembangan diversifikasi tanaman dan peningkatan kapasitas pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah dan keberlanjutan jangka panjang.