Mohamad Mualim
Institut Daarul Qur'an Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN NILAI ISLAMI MELALUI KAJIAN TAFSIR SURAT YUSUF AYAT 4 (Refleksi Kajian Tematik Bersama Warga Kayu Bongkok) Syerien Fauziah Iqbal; Sutra Nindi Fatmalia; Yusi Fadhilah Ananda; Mohamad Mualim
Khadimul Mujtama’: Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2025): Khadimul Mujtama': Journal of Community Service
Publisher : LPPM Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/khadimulmujtama.v1i1.479

Abstract

Kajian tafsir Al-Qur’an memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai Islami masyarakat, terutama di tingkat komunitas desa yang masih memegang tradisi keagamaan kuat. Artikel ini mendokumentasikan pengabdian kepada masyarakat melalui kajian tafsir Surat Yusuf ayat 4 yang dilaksanakan di Desa Kayu Bongkok. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah minimnya pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Qur’ani yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sosial. Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran spiritual dan memperkuat pengamalan nilai kesabaran, keikhlasan, dan kebijaksanaan yang terkandung dalam kisah Nabi Yusuf. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, diskusi interaktif, dan refleksi bersama dengan melibatkan partisipasi warga lintas usia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap makna mimpi Nabi Yusuf, meningkatnya motivasi untuk mengamalkan nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari, serta terjalinnya ikatan sosial yang lebih erat antarwarga. Kegiatan ini membuktikan bahwa kajian tafsir tematik dapat menjadi media efektif dalam internalisasi nilai keagamaan sekaligus memperkuat kohesi sosial masyarakat.
Konsep Banān dalam QS Al-Qiyāmah Ayat 3–4 Perspektif Tafsir al-Jawāhir dan Relevansinya dengan Biometrik Modern Amanda Utari; Khoirun Nidhom; Mohamad Mualim
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Qur'an, as the holy book of Muslims, contains scientific allusions whose relevance to modern scientific developments continues to be studied. One such allusion is found in QS. Al-Qiyāmah verses 3–4, specifically in the mention of the term banān (fingertips), which is often associated with the concept of fingerprints in modern biometrics. This study aims to analyze Ṭanṭāwī Jawharī's interpretation of these verses in Tafsir al-Jawāhir and to examine its relevance to contemporary biometric technology. The research employs a library research method with a thematic exegesis approach (mauḍū‘ī) and descriptive-analytical analysis. The primary data sources are QS. Al-Qiyāmah verses 3–4 and Ṭanṭāwī Jawharī's Tafsir al-Jawāhir. The results reveal that Ṭanṭāwī Jawharī interpreted the term banān as a symbol of the perfection and precision of human creation, demonstrating Allah's power to resurrect humans in complete form. The scientific exegesis style he employed opens a space for contextual understanding, wherein the mention of fingertips can be perceived as an allusion to the uniqueness of human biological identity, which has since been scientifically proven through fingerprint technology in modern biometric systems. This relevance highlights the dimension of i'jāz 'ilmī (scientific inimitability) within the verse. Nevertheless, this study emphasizes that the relationship between the verse and science must be understood proportionally as a reflective correlation, rather than an apologetic attempt to fit sacred text to scientific theory, thereby preserving the primary function of the Qur'an as a book of guidance.