Buana Ma’ruf
Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALYSIS OF NON VALUE ADDED ACTIVITY ON SHIP PRODUCTION PROCESS APPROACH CONCEPT OF VALUE STREAM MAPPING CASE STUDY AT PT. DUMAS TANJUNG PERAK SHIPYARD SURABAYA An Apriyani Tebiary; I Ketut Suastika; Buana Ma’ruf
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 11 No. 1 (2017)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i1.2056

Abstract

Persaingan pasar industri galangan kapal dalam era globalisasi ini mendorong perusahaan untuk menyadari pentingnya meningkatkan efektivitas dan efisiensi sehingga, mampu bersaing dari segi quality, cost and on time delivery. Efektivitas produksi merupakan salah satu upaya yang harus dicapai oleh suatu industri galangan kapal untuk dapat bertahan ditengah persaingan dalam merebut pangsa pasar. Efektivitas produksi dilakukan dengan tujuan memproduksi secara ekonomis, kontinyu dan tepat waktu sampai pada customer sehingga kelangsungan hidup perusahaan dapat terjamin. Penelitian ini betujuan mengidentifikasi aktivitas yang tergolong waste dalam proses pembangunan kapal pada PT. Dumas Tanjung Perak Shipyard Surabaya sehingga dapat meminimumkan waktu produksi di industri galangan kapal. Hasil penelitian menunjukan nilai efektivitas PT. Dumas Tanjung Perak Shipyard Surabaya saat ini mencapai 85%. Pada proses perbaikan dengan penerapan value stream mapping nilai efektivitas mencapai 91%. Kesimpulan penelitian ini adalah metode value stream mapping dapat diaplikasikan alat ukur dan dapat menggambarkan aliran proses produksi di galangan kapal sehingga dapat menjelaskan secara detail aktivitas yang memberikan nilai tambah (value added) atau aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non value activities).
PENGUKURAN KESIAPAN TEKNOLOGI UNTUK PEMBANGUNAN KAPAL KONTAINER 100 TEUS DENGAN SISTEM MODULAR DI PT PAL INDONESIA Noor Virliantarto; Buana Ma’ruf; Ketut Suastika
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 11 No. 1 (2017)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i1.2054

Abstract

Industri galangan kapal Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar jika ditinjau dari kebutuhan kapal dari dalam negeri, termasuk banyaknya jumlah kebutuhan Kapal Kontainer 100 TEUs dalam waktu dekat. Untuk memenuhi kebutuhan sekaligus meningkatkan daya saing industri galangan kapal Indonesia di mata dunia dibutuhkan pengembangan teknologi produksi kapal. Banyaknya kebutuhan Kapal Kontainer 100 TEUs memungkinkan untuk dibangun secara massal dengan sistem modular, dimana teknologi modular adalah implementasi dari konsep Product-oriented Work Breakdown Structure (PWBS) yang telah diterapkan banyak galangan. PT. PAL Indonesia telah menerapkan teknologi modular, akan tetapi untuk pembangunan kapal PKR (Perusak Kawal Rudal). Oleh karena itu, pada makalah ini dilakukan pengukuran kesiapan teknologi PT. PAL Indonesia dengan metode pengukuran model teknometrik untuk pembangunan kapal kontainer secara massal dengan sistem modular, di mana teknometrik membagi empat komponen teknologi yang terdiri dari technoware, humanware, inforware, dan orgaware. Dari hasil pengukuran tersebut, PT. PAL Indonesia dapat dikatakan siap untuk melakukan pembangunan Kapal Kontainer 100 TEUs secara massal dengan sistem modular dengan rekomendasi pengembangan galangan kapal, antara lain pemanfaatan lahan sebagai buffer area, melakukan transfer of technology pada SDM, dan mengintegrasikan sistem informasi.
IMPLEMENTATION FORMS OF INTEGRATION STRATEGY FOR DEVELOPMENT OF SHIPYARD INDUSTRY IN SURABAYA AND SURROUNDING Ishak Bawias; Achmad Zubaydi; Buana Ma’ruf
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 11 No. 1 (2017)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i1.2258

Abstract

Salah satu keberhasilan beberapa negara dalam mengembangkan industri galangan kapalnya adalah dengan menerapkan strategi-strategi integrasi dalam industri galangan kapal dalam sebuah kawasan/klaster, sehingga sinergi antar galangan dan pendukungnya menjadi optimal dan tercipta daya saing secara berkesinambungan. Oleh karena itu, penelitian ini diarahkan pada pengembangan bentuk-bentuk implementasi strategi industri galangan kapal di Surabaya dan sekitarnya, berdasarkan hasil penelitian sebelumnya (Ma’ruf, 2007, dan Hidayat, 2016). Alternatif-alternatif bentuk strategi pada bisnis bangunan kapal baru dikembangkan dari hasil analisis dengan menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Data diperoleh dari kuesioner (berdasarkan Skala Likert ) terhadap 31 responden manajemen puncak sejumlah galangan dan industri pendukung, serta institusi-institusi terkait. Hasilnya diperoleh bahwa, alternatif strategi yang paling potensial dilakukan adalah strategi integrasi/aliansi dengan industri pemasok dan pendukung dalam wilayah klaster industri. Strategi lainnya adalah aliansi dengan perusahaan-perusahaan pelayaran/pengguna jasa dan sesama galangan dalam kawasan industri, selain juga menerapkan strategi-strategi intensif untuk peningkatan penjualan, sesuai kemampuan masing-masing perusahaan.