Industri galangan kapal Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar jika ditinjau dari kebutuhan kapal dari dalam negeri, termasuk banyaknya jumlah kebutuhan Kapal Kontainer 100 TEUs dalam waktu dekat. Untuk memenuhi kebutuhan sekaligus meningkatkan daya saing industri galangan kapal Indonesia di mata dunia dibutuhkan pengembangan teknologi produksi kapal. Banyaknya kebutuhan Kapal Kontainer 100 TEUs memungkinkan untuk dibangun secara massal dengan sistem modular, dimana teknologi modular adalah implementasi dari konsep Product-oriented Work Breakdown Structure (PWBS) yang telah diterapkan banyak galangan. PT. PAL Indonesia telah menerapkan teknologi modular, akan tetapi untuk pembangunan kapal PKR (Perusak Kawal Rudal). Oleh karena itu, pada makalah ini dilakukan pengukuran kesiapan teknologi PT. PAL Indonesia dengan metode pengukuran model teknometrik untuk pembangunan kapal kontainer secara massal dengan sistem modular, di mana teknometrik membagi empat komponen teknologi yang terdiri dari technoware, humanware, inforware, dan orgaware. Dari hasil pengukuran tersebut, PT. PAL Indonesia dapat dikatakan siap untuk melakukan pembangunan Kapal Kontainer 100 TEUs secara massal dengan sistem modular dengan rekomendasi pengembangan galangan kapal, antara lain pemanfaatan lahan sebagai buffer area, melakukan transfer of technology pada SDM, dan mengintegrasikan sistem informasi.
Copyrights © 2017