Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Optimising the Strengthening of Teachers' TPACK Skills in Developing Media and Learning Resources in Elementary Schools through Google Site Masnur Masnur; Fuad Danindra; Nadar Nadar
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pemberdayaan kemitraan masyarakat (PKM) yang bermitra dengan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Pinrang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan TPACK guru-guru di tiga sekolah dasar di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi mitra, yaitu: keterbatasan dalam pelayanan berbagai layanan, pemahaman dan penerapan konsep TPACK yang terbatas, serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan aplikasi untuk membuat media dan sumber belajar. Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan dalam pengembangan media dan sumber belajar berbasis teknologi, khususnya menggunakan Google Sites, guna meningkatkan kemampuan TPACK guru. Pelatihan dan pendampingan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan kinerja mitra dalam mencapai tujuan program kerja dan memperbaiki kualitas pembelajaran. Selain itu, program ini juga selaras dengan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk dosen dan mahasiswa, terutama yang mengambil mata kuliah di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Hasil program PKM menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman TPACK guru, yang berhasil mengintegrasikan pengetahuan teknologi, pedagogi, dan konten secara efektif dalam proses pembelajaran.
Analysis of the Need for Technology Integration and Development of Four Cs Skills in Science Learning in Elementary Schools in Pinrang Regency Saleha Saleha; Masnur Masnur; Nadar Nadar; Elihami Elihami
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates technology integration and Four Cs skills development (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication) in elementary school science learning in Pinrang Regency, South Sulawesi. Using a mixed-methods sequential explanatory design, the research involved 120 science teachers and 360 students from grades IV-VI across 30 elementary schools. Data were collected through structured questionnaires, in-depth interviews, and classroom observations, then analyzed using descriptive statistics, Structural Equation Modeling (SEM), and thematic analysis. The findings reveal a significant gap between awareness and implementation of technology integration. While 82% of teachers recognized the importance of technology in learning, only 34% felt digitally competent (mean = 3.04). Four Cs skills implementation showed moderate achievement with collaboration scoring highest (3.35), followed by critical thinking (3.18), communication (3.07), and creativity lowest (2.94). SEM analysis confirmed that teachers' digital competencies significantly predict Four Cs implementation (β = 0.647, p < 0.001), with infrastructure acting as a moderator (β = 0.234, p < 0.05). The model explained 67.8% of variance in Four Cs implementation. Key barriers included technological infrastructure (89.2%), digital competencies (75.8%), institutional support (66.7%), time constraints (53.3%), and resistance to change (45.0%). Significant disparities exist between urban schools (25 Mbps bandwidth) and rural schools (8 Mbps). The developed Layered Technology Integration model demonstrated high validity (CVR = 0.89) and effectiveness in pilot implementation. The study recommends systematic professional development programs, infrastructure improvement, and the development of Project-based Learning models integrated with TPACK framework to enhance 21st century skills in elementary science education.
Development of game-based learning in integrated science and social studies to enhance environmental awareness and learning outcomes of fifth-grade students at MI Muhammadiyah Kalosi Muflihah Salahuddin; Masnur Masnur; Achmad Dahlan Muchtar
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i2.8998

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui gambaran kebutuhan game based learning pada mata pelajaran IPAS (2) mengetahui kevalidan game based learning pada mata pelajaran IPAS (3) mengetahui kepraktisan game based learning pada mata pelajaran IPAS (4) mengetahui keefektifan pengembangan game based learning. Penelitian ini menggunakan desain pengembangan model ADDIE yang terdiri dari analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Tahap analisis dilakukan analisis peserta didik, analisis guru, dan analisis kurikulum. Tahap desain dilakukan desain pengembangan media pembelajaran berbasis game based learning yang meliputi perancangan storyboard, perancangan plot, dan uji coba kelompok kecil. Tahap pengembangan dilakukan dengan pengembangan media menggunakan aplikasi Smart Apps Creator yang terdiri dari tahap pembuatan media game pembelajaran dan tahap validasi. Tahap implementasi dilakukan dengan uji coba kelayakan media di lapangan yang terdiri dari uji coba lapangan/kelompok besar. Tahap evaluasi dilakukan untuk mengetahui keberhasilan pengembangan media pembelajaran berbasis game based learning yang terdiri dari gambaran kebutuhan pengembangan, kevalidan media game pembelajaran, kepraktisan media game pembelajaran dan keefektifan media game pembelajaran. Gambaran hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa pembelajaran lebih menekankan pada keterampilan peserta didik, guru, dan kurikulum pada pengembangan media game pembelajaran. Hasil uji validitas oleh para ahli terhadap media game pembelajaran berupa angket penelitian dengan hasil 4,46 kriteria “sangat layak” sehingga media game pembelajaran untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan dan hasil belajar peserta didik layak digunakan. Hasil uji kepraktisan melalui uji coba lapangan/kelompok besar menggunakan angket , respon peserta didik menunjukkan hasil 8,7 kriteria “sangat layak” sehingga media game pembelajaran untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan dan hasil belajar peserta didik dinyatakan sangat praktis. Hasil uji keefektifan melalui penilaian tes yang diberikan kepada peserta didik menunjukkan bahwa hasil nilai t hitung 37,763 > t table 2,086 sehingga media game pembelajaran untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan dan hasil belajar peserta didik dinyatakan efektif.
Effectiveness of Augmented Reality (AR) Media Usage with the POGIL Learning Model in IPAS Learning at UPT SDN 212 Pinrang Muliati Muliati; Masnur Masnur; Yunus Busa
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natural and Social Sciences learning requires innovative approaches that can integrate modern technology with effective learning methods. This research aims to analyze the effectiveness of using Augmented Reality media with Process Oriented Guided Inquiry Learning model in improving student learning outcomes in Natural and Social Sciences subjects at UPT SDN 212 Pinrang. The research method used a quasi-experimental design with pretest-posttest control group design involving 60 fifth-grade students divided into experimental and control groups. The experimental group used Augmented Reality media with Process Oriented Guided Inquiry Learning model, while the control group used conventional learning. Research instruments included learning outcome tests, student activity observation sheets, and learning motivation questionnaires. Data analysis techniques used descriptive and inferential statistics with independent sample t-test and paired sample t-test. The results showed significant improvement in the experimental group with pretest average of 68.7 increasing to 85.3 in posttest, while the control group increased from 67.9 to 74.2. Independent sample t-test showed significant differences between both groups with p-value < 0.05. Learning motivation analysis showed significant improvement with average score of 89.4 in the experimental group compared to 76.2 in the control group. The research conclusion indicates that using Augmented Reality media with Process Oriented Guided Inquiry Learning model is effective in improving learning outcomes and student motivation in Natural and Social Sciences learning. The integration of Augmented Reality technology with inquiry learning approach provides immersive and interactive learning experiences that enhance understanding of abstract concepts into more concrete ones.
Efektivitas Media Lagu Anak Berbasis Kearifan Lokal Enrekang dalam Meningkatkan Retensi Memori dan Motivasi Belajar Siswa Kelas I Sekolah Dasar Nur Wafiqa; Masnur Masnur; Rahmat Rahmat
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.2.2026.8698

Abstract

Rendahnya retensi memori dan motivasi belajar siswa kelas rendah sekolah dasar merupakan persoalan yang belum terselesaikan secara menyeluruh, khususnya di wilayah yang memiliki kekayaan kearifan lokal namun belum mengoptimalkannya sebagai basis media pembelajaran formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media lagu anak berbasis kearifan lokal Enrekang dalam meningkatkan retensi memori dan motivasi belajar siswa Kelas I SD Negeri 79 Gura Kabupaten Enrekang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental (one group pretest-posttest design) pada 20 siswa. Validasi instrumen menunjukkan seluruh butir memperoleh nilai CVR = 1,00 dengan koefisien reliabilitas Cronbach’s Alpha α = 0,84 (retensi memori) dan α = 0,87 (motivasi belajar). Hasil analisis data menunjukkan: (1) retensi memori meningkat signifikan dari rata-rata pretest 10,55 menjadi posttest 20,00 dengan nilai N-Gain = 0,71 (kategori Tinggi); (2) motivasi belajar meningkat dari rata-rata pretest 47,95 menjadi posttest 67,40 dengan N-Gain = 0,60 (kategori Sedang). Uji paired sample T-Test menghasilkan nilai t = 18,73 (p = 0,000) untuk retensi memori dan t = 14,58 (p = 0,000) untuk motivasi belajar, sehingga H₀ ditolak pada kedua variabel. Temuan ini membuktikan bahwa media lagu anak berbasis kearifan lokal Enrekang efektif secara statistik dalam meningkatkan retensi memori dan motivasi belajar siswa.
Teknik Round Table Berbantuan Media Cerita Bergambar Digital untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Narasi Siswa Sekolah Dasar Basri Basri; Rahmat Rahmat; Masnur Masnur
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9218

Abstract

Kemampuan menulis narasi merupakan fondasi literasi yang kerap belum berkembang optimal pada siswa kelas IV sekolah dasar, terlebih ketika pembelajaran masih berpusat pada kerja individu dan minim stimulus visual. Penelitian ini bertujuan menelaah sejauh mana teknik Round Table yang dipadukan dengan media cerita bergambar digital mampu meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa. Rancangan yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dua siklus dengan pendekatan campuran (mixed methods). Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas IV UPT SDN 128 Patampanua yang ditetapkan melalui total sampling. Data dijaring melalui tes menulis pada tahap awal dan akhir, lembar observasi partisipatif, serta dokumentasi tulisan. Instrumen tes divalidasi oleh dua ahli dengan indeks Aiken’s V sebesar 0,86 (kategori tinggi) dan reliabilitas antarpenilai 0,84. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif, uji paired sample t-test, dan N-gain, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik dan diperkuat melalui triangulasi. Indikator keberhasilan ditetapkan apabila ≥75% siswa mencapai KKM (≥75). Hasil uji statistik memperlihatkan perbedaan yang signifikan antara skor awal dan akhir (t = 12,56; p < 0,001), dengan rerata naik dari 61,20 menjadi 82,70 dan N-gain 0,55 (kategori sedang). Temuan kualitatif memperkuat angka tersebut melalui tiga tema: partisipasi kolaboratif, stimulasi kreativitas oleh media digital, dan penguatan pemahaman struktur narasi. Implikasinya, pemaduan strategi kooperatif bergilir dengan media visual digital patut dipertimbangkan sebagai praktik rutin pembelajaran menulis di jenjang sekolah dasar.
Efektivitas Pelatihan Pembelajaran Digital dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Enrekang Fuad Danindra; Masnur Masnur
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan pembelajaran digital dalam meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 30 guru sekolah dasar dari SDN 16 Panette dan SDN 51 Lebang Kabupaten Enrekang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket kompetensi guru, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan uji peningkatan kemampuan guru sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi digital setelah mengikuti pelatihan. Guru menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menggunakan media digital, merancang pembelajaran berbasis teknologi, serta mengintegrasikan platform digital dalam proses pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan pembelajaran digital efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru sekolah dasar. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pelatihan guru berbasis teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan melalui Metode Conference Writing pada Peserta Didik Kelas V SDN 70 Lembong Muhammad Nasrullah; Syadan Syadan; Masnur Masnur
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6218

Abstract

Kemampuan menulis karangan merupakan salah satu kompetensi fundamental dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang memerlukan pendekatan pedagogis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi metode Conference Writing dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan peserta didik kelas V SDN 70 Lembong, Kabupaten Enrekang. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya kemampuan peserta didik dalam mengorganisasikan ide, mengembangkan paragraf yang koheren, dan menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat dalam menulis karangan. Metodologi penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus implementasi. Subjek penelitian terdiri dari 12 peserta didik yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi aktivitas pembelajaran, rubrik penilaian keterampilan menulis yang terdiri dari lima aspek (isi karangan, struktur karangan, tata bahasa dan ejaan, kerapian tulisan, dan kreativitas), serta tes formatif hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase peningkatan kemampuan menulis dan analisis kualitatif untuk mendeskripsikan proses pembelajaran. Indikator keberhasilan penelitian ditetapkan dengan target minimal rata-rata hasil belajar menulis karangan mencapai 80 dan ketuntasan belajar klasikal minimal 85%. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan menulis karangan peserta didik. Pada siklus I, rata-rata nilai keterampilan menulis mencapai 73,5 dengan ketuntasan belajar 67%. Pada siklus II, terjadi peningkatan menjadi 82,1 dengan ketuntasan belajar mencapai 92%. Implementasi metode Conference Writing terbukti efektif karena memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk melakukan revisi bertahap, mendapat umpan balik konstruktif dari guru dan teman sebaya, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam proses menulis.
Efektivitas Media Visual Flash Card Terhadap Kemampuan Memahami Teks Narasi dan Deskriptif Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Novila Amalia; Masnur Masnur; Nadar Nadar
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.2.2026.8339

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana media visual flash card efektif dalam meningkatkan kemampuan memahami teks narasi dan deskriptif siswa kelas IV sekolah dasar sebagai upaya penguatan literasi sejak dini. Pemahaman teks naratif dan deskriptif merupakan keterampilan literasi fundamental yang krusial bagi perkembangan akademik siswa sekolah dasar, namun banyak siswa mengalami kesulitan akibat keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media visual flash card dalam meningkatkan kemampuan memahami teks naratif dan deskriptif siswa kelas IV SD, sekaligus memberikan dasar empiris bagi implementasi strategi pembelajaran berbasis media visual. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen kuasi pre-test post-test control group, melibatkan 50 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui tes tertulis pre-test dan post-test, didukung oleh observasi partisipatif selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang menggunakan flash card mengalami peningkatan signifikan pada kemampuan memahami kedua jenis teks dibandingkan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Kelompok eksperimen memperoleh gain rata-rata 23,4 poin untuk teks naratif dan 24,4 poin untuk teks deskriptif, jauh melampaui kelompok kontrol (masing-masing 10,5 dan 11,4 poin). Uji independent sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik pada skor post-test, baik untuk teks naratif (t = 6,78; p < 0,001) maupun teks deskriptif (t = 5,92; p < 0,001). Temuan ini mendukung prinsip pembelajaran multimedia, yang menekankan pemrosesan kognitif melalui saluran visual dan verbal, serta menunjukkan bahwa media visual sederhana dapat memperkuat pemahaman dan retensi informasi siswa.