Ahmad Rifandi
Universitas Islam Nusantara Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reading Learning Management Based on Flash Card Games in Improving the Quality of Students' Psychomotor Learning at PAUD Ar-Ridho Teti Ratnawulan; Ahmad Rifandi; Ani Nuraeni; Listia Rismayanti; Sisca Rachmawati; Yudah Ardiansyah; Imam Asrofi
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 2 (2025): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the implementation of a reading learning management based on flash card games in improving the quality of psychomotor learning among students at PAUD AR-RIDHO. The background of this research is based on the importance of early reading skills in young children, which involve not only cognitive aspects but also psychomotor aspects, such as hand-eye coordination and fine motor skills. Flash cards, as visual and interactive learning media, are considered effective in attracting children's attention and supporting psychomotor skill development through fun and meaningful activities. This research employs two methods are qualitative and descriptive quantitative approaches, with data collected through observation, interviews, and documentation. The subjects of the study were teachers and students of Group B at PAUD AR-RIDHO. The results showed that systematic and well-planned use of flash cards in reading activities increased students’ active engagement, strengthened their visual memory, and trained fine motor coordination through activities such as matching, lifting, and pronouncing letters or words on the cards. Moreover, flash card-based learning created an enjoyable and stress-free learning atmosphere, positively impacting the overall quality of psychomotor learning. Therefore, this strategy can be considered an effective alternative for teaching reading at the early childhood education level. The study recommends that teachers receive training in designing and developing varied flash card media tailored to the characteristics of young learners.
Management of Supervision of Educational Personnel in Improving the Quality of Educational Services in Relation to the Implementation of Teacher Teaching at SMP Negeri 2 Cianjur Ahmad Rifandi; Teti Ratnawulan; Sani Nurani; Dinar Dariah; Ali Ma’mur Suryana; Eka Prasetiawati; Dede Tupah Mulyani
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 2 (2025): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) memegang peranan krusial dalam membentuk karakter dan mengembangkan potensi peserta didik menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Keberhasilan proses pendidikan di SMP tidak hanya ditentukan oleh kualitas pengajaran guru di kelas, tetapi juga oleh efektivitas dukungan dan layanan dari tenaga kependidikan (tendik). Tendik, dengan beragam peran administratif, teknis, dan layanan lainnya, menjadi tulang punggung operasional sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang optimal.Di SMPN 2 Cilaku, keberadaan tendik sangat esensial dalam memastikan kelancaran berbagai aspek sekolah, mulai dari administrasi akademik dan kesiswaan, pengelolaan sarana dan prasarana, layanan perpustakaan, hingga dukungan teknis lainnya. Kualitas layanan kependidikan yang diberikan oleh tendik secara signifikan memengaruhi kenyamanan dan efisiensi kerja guru dalam melaksanakan tugas pengajarannya. Ketika tendik mampu memberikan layanan yang responsif dan akuntabel, guru dapat lebih fokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.Sinergi antara layanan kependidikan yang diberikan oleh tendik dengan pelaksanaan pengajaran oleh guru merupakan fondasi penting bagi terciptanya mutu pendidikan yang baik. Kolaborasi yang harmonis dan saling mendukung antara kedua elemen ini akan menciptakan iklim kerja yang positif dan kondusif bagi peningkatan kualitas pembelajaran siswa. Namun, potensi terjadinya disinkronisasi atau kurangnya koordinasi antara tendik dan guru dapat menghambat efektivitas proses belajar mengajar secara keseluruhan.